Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
TO Episode.38


Drreettt...drreettt...drreettt...


Drreettt...drreettt...drreettt...


Drreettt...drreettt...drreettt...


πŸ“² Jani : Hallo,


πŸ“² Juna : Lagi di mana ka?


πŸ“² Jani : Di jalan. Kenapa?


πŸ“² Juna : Tadi Papah telphone lu tapi nggak di angkat.


πŸ“² Jani : Iya,gue nggak tau. Terus Papah ngomong apa sama lu.


πŸ“² Juna : Papah cuma bilang klo Papah menunggu kedatangan kk di prancis dan Papah juga masih tunggu jawaban dari kk.


*Degg...*


"Prancis." ucap Revin dalam hati.


Ternyata sedari tadi Revin mendengar obrolan Jani dan Juna. Karena jarak Revin dan Jani yang begitu dekat. Sehingga ia dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan lewat telphone.


πŸ“² Jani : Yaudah ntar gue telphone Papah. Lu di rumah hati-hati,gue mau maen bentar sama yang lain.


πŸ“² Juna : Iya. Assalamualaikum.


πŸ“² Jani : Waalaikumsalam.


Jani mengakhiri panggilan dari Juna. Tak lama mobil Vino berhenti di parkiran Mall. Mereka keluar dari dalam mobil dan berjalan ke dalam Mall.


"Kita mau nonton dulu apa makan dulu?" tanya Vina pada mereka.


"Makan dulu aja deh. Gue udah laper nih." jawab Aldi.


"Emang ge lu mah tukang makan." cibir Fani pada Aldi.


"Sirik aja lu. Awas lu ya klo sampe ikut makan juga." ancam Aldi.


"Dih,gue makan juga kaga minta sama lu ya. Jadi suka-suka gue dong,mau makan apa kaga. Napa jadi lu yang repot." ucap Fani kesal.


"Ck,,pada ribut bae lu. Udah ayo makan!" ajak Revin dan berlalu menuju restoran makan yang ada di dalam Mall.


Mereka pun berjalan mengikuti Revin dari belakang.


"Anjaayyy,,perasaan tadi sepanjang jalan yang ribut dia deh. Napa jadi seakan-akan kita yang salah." ucap Fero.


"Laki lu tuh Jan." cibir Mia pada Jani.


"Dih,amit-amit dah." ucap Jani cuek.


"Amit-amit apa imut-imut." ledek Vino pada Jani.


"Diem lu. Gara-gara lu nih,sekarang gue ada di sini." ucap Jani kesal.


"Tapi senangkan!" ledek Vina.


"Au ah. Laki sama bini sama aja." cibir Jani kesal.


Akhirnya mereka sampai di sebuah restoran. Mereka memilih tempat di pojok kanan. Karena memang mereka lebih suka duduk yang tidak menarik perhatian banyak orang.


Setelah selesai makan,mereka nonton bioskop. Di lanjut dengan belanja pakaian.


"Eh liat deh. Lucu banget ya bajunya couple." ucap Fani.


"Iya ih. Kita beli yuk,biar nanti samaan sama pacar kita." ucap Mia.


"Alay." cibir Jani.


"Iri bilang bos." cibir Fero balik pada Jani.


"Sebenarnya dia tuh mau beli juga Fer. Tapi dia bingung karena nggak ada pasangannya." ledek Aldi. Mendengar ucapan Aldi,mereka jadi tertawa.


"Lah ini Revin ada." ucap Vina sambil menunjuk ke arah Revin.


"Lah iya itu. Beliinlah Vin." ucap Aldi.


"Minta beliinlah ke pacarnya. Napa minta ke gue." ucap Revin cuek.


"Yaelah Vin. Lu kan calonnya." ledek Fero.


"Nggak level gue sama cewek orang." cibir Revin sambil melirik ke Jani.


"Siapa! Jani?" tanya Vino sambil melihat ke arah Jani.


"Gue juga nggak level sama cowok yang mudah percaya sama gosip murahan." cibir Jani balik.


"Ini sebenarnya ada apaan sih? Dari tadi ucapan kalian itu buat gue bingung tau nggak." ucap Mia kesal .


"Tau nih. Sebenarnya ada apa sih sama kalian berdua? Klo ada masalah di omongin baik-baik. Jangan malah di hindari. Apa lagi sindir-sindiran,udah key anak kecil aja kalian berdua." jelas Fani.


"Betul banget." timpal Aldi menyetujui ucapan Fani.


Sebelum Revin atau Jani mengeluarkan ucapannya. Ada seseorang yang menyapa mereka.


"Hey,semua!" sapa Sarah.


"Yaelah nenek sihir ngapain coba ada disini. Males banget gue liatnya." cibir Fani yang tak suka dengan kehadiran Sarah and The Gank.


"Betul banget tuh. Lebih rame,lebih asik." ucap Siska.


"Yang ada lebih sempit." celetuk Mia.


"Jauh-jauhan aja atuh biar nggak sempit." ucap Puput polos.


Sarah memberikan tatapan tajam ke arah Puput. Yang di tatap pun cuek aja,berasa nggak bersalah.


"Nah bener banget tuh. Mending kalian jauh-jauh deh dari kita. Hush hush." ucap Aldi.


"Lu kira kita ayam di gituin." ucap Siska kesal.


"Lu sih!" gumam Sarah sambil mencolek lengan Puput.


"Kenapa? Puput salah ya?" tanya Puput dengan wajah polos.


"Lu nggak salah kok,malah omongan lu bener banget. Lebih bener lagi klo lu ajak mereka jauh-jauh dari kita." ucap Fero pada Puput.


"Yaudah,ayo kita pergi!" ajak Puput pada Sarah dan Siska.


"Lu bisa diem nggak." geram Sarah sambil melototin Puput. Melihat tatapan Sarah,Puput pun menjadi diam.


Jani mulai males berlama-lama di situ. Ia pun memilih pergi meninggalkan mereka.


"Eh Jan. Mau kemana?" tanya Vina yang melihat kepergian Jani.


"Shopping." jawab Jani singkat tanpa menengok ke belakang.


"Ikuuuutttttt!! " seru Mia heboh.


" Set dah bener-bener tuh bocah. Minta di sumpel kali ya mulutnya." ucap Fero kesal sambil mengikuti mereka.


"Gimana,kita bolehkan gabung sama kalian?" tanya Sarah dengan wajah memohon.


"Terserah." jawab Revin cuek.


Mereka pun mengikuti ke arah 4 perempuan tadi yang sudah meninggalkan mereka.


"Ambil aja klo suka." ucap Fero pada


Fani.


"Nggak deh. Gue cari yang lain aja." tolak Fani.


Sejujurnya Fani memang menyukai baju itu. Tapi karena harga bajunya cukup mahal. Jadi ia ingin mencari baju yang lain.


"Udah ambil aja,gue tau kok lu suka sama baju itu." ucap Fero sambil menunjuk ke baju yang Fani pegang.


"Tapi,,," ucapan Fani terpotong oleh Fero.


"Udah sini." Fero mengambil baju yang di pegang oleh Fani.


"Pilih aja baju yang lu suka. Tenang aja,gue yang bayarin." ucap Fero.


"Serius?" tanya Fani dengan mata yang sudah berbinar-binar.


"Iya," jawab Fero.


"Nih pegang kartu ATM aku,biar nanti kamu puas shoppingnya." ucap Fero sambil memberikan kartu ATM miliknya pada Fani.


"Eh,nggak usah gini. Mending kartunya kamu yang pegang aja." tolak Fani merasa nggak enak.


"Udah kamu pegang aja. Klo di tolak tandanya kamu nggak sayang aku." ucap Fero dengan nada mengancam Fani.


"Yaudah deh. Makasih ya sayang." ucap Fani senang sambil memeluk Fero.


"Giliran ada maunya aja bilang sayang." celetuk Fero.


"Nggak ikhlas nih." ucap Fani kesal.


"Eh,nggak kok. Aku ikhlas banget malah. Apa sih yang nggak buat pacar aku yang cantik ini." ucap Fero sambil mencubit pipi Fani gemas.


"Gombal." cibir Fani sambil memilih-milih pakaian yang lain.


"Untung sayang." gumam Fero sambil mengikuti Fani dari belakang.


"By,cocok nggak sama aku?" tanya Mia pada Aldi.


"Cocok." jawab Aldi.


"Klo yang ini?" tanya Mia lagi.


"Cocok." jawab Aldi lagi.


"Beneran?" tanya Mia meyakinkan.


"Bener beb. Dengar ya,apa pun yang kamu pake. Semua itu terlihat cantik jika kamu yang pake." ucap Aldi manis.


"Preeettt..." seru Jani yang berada di antara mereka.


"Dih jorok lu Jan. Kentut bae." ledek Vino pada Jani.


"Bini lu tuh." celetuk Jani.


"Lah jadi gue." ucap Vina tak terima.


Tanpa mereka sadari Revin tersenyum melihat kelakuan mereka semua. Terutama wanita yang ia sukai. Ya,tak bisa di pungkiri jika sampai saat ini Revin masih menyimpan perasaannya pada Jani.