
"Ka Fero." panggil salah satu adik kelas.
"Kenapa.??" tanya Fero.
"Ka Fero kan sudah Lulus nih. Kita boleh nggak minta ka Fero untuk membawakan sebuah lagu. Anggap aja sebagai kenang-kenangan untuk kita para adik kelas." pintanya.
"Hmmm.. Gimana ya."
"Mau ya ka,,untuk sekali ini aja. Pliisss." mohon nya.
"Udah sana lu naik ke panggung. Jangan buat kecewa para fans lu." kata Aldi.
Fero melirik ke Fani yang juga sedang melirik ke dirinya. Fero pun memutus pandangannya dan melihat ke arah adik kelas.
"Oke. Gue akan membawakan sebuah lagi spesial untuk kalian semua." kata Fero. "Terutama untuk lu." lanjut Fero dalam hati yang menatap Fani.
Para adik kelas pun merasa bahagia. Fero langsung melangkah ke atas panggung. Ia bernyanyi dan memainkan gitar. Murid yang masih berada di area sekolah langsung menonton saat Fero mulai memainkan gitarnya. Ada juga yang ingin merekamnya untuk menjadi kenang-kenangan.
Kali ini Fero menyanyikan sebuah lagu yang di Populerkan dari Andra Respati_Cinta Membawa Derita.
Aku menyesal mengenalimu
Kau hanya singgah menyakitiku
Dulu kunilai baik hatimu
Ternyata busuk dalam jiwamu
Kusangka engkau bawa bahagia
Ternyata engkau membawa duka
Kau buat aku jadi merana
Sengsara aku rasa kecewa
Terlalu dalam cintaku
Terlalu dalam sayangku
Tak sadar ku 'kan terluka
Fero menatap ke arah Fani yang juga sedang menatap dirinya.
Reff :
Di belakang aku dirimu mendua
Bila di dekatku, ku kau belai mesra
Sungguh tak kusangka terlalu sadisnya
Kau bermuka dua, pandai bermain cinta
Sucinya cintaku hitam karena dustamu
Pandainya kau merayu
Hingga ku jadi korbanmu
"Lagunya dalem banget. Gue rasa nyanyinya dari hati tuh."
"Aduuh damagenya nggak tahan woy."
"Sumpah.. Ini sih keren banget."
"Ka Fero I LOVE YOU."
Banyak lagi yang mereka bicarakan saat menonton Fero bernyanyi.
Kusangka engkau bawa bahagia
Ternyata engkau membawa duka
Kau buat aku jadi merana
Sengsara aku rasa kecewa
Terlalu dalam cintaku
Terlalu dalam sayangku
Tak sadar ku 'kan terluka
"Entah sampai kapan kesalah fahaman ini berakhir.. Gue nggak pernah menghianati hubungan kita. Kenapa lu nggak pernah mau percaya sama gue Fer.. Mungkin keputusan yang di ambil Bokap gue itu hal yang tepat. Untuk apa gue bertahan di sini jika orang yang gue cintai pun lebih memilih mempercayai ucapan orang lain di bandingkan gue. Semoga setelah kepergian gue nanti bisa buat lu bahagia. Gue selalu sayang lu Fer." batin Fani yang menatap lekat ke Fero.
Di belakang aku dirimu mendua
Bila di dekatku, ku kau belai mesra
Sungguh tak kusangka terlalu sadisnya
Kau bermuka dua, pandai bermain cinta
Sucinya cintaku hitam karena dustamu
Pandainya kau merayu
Hingga ku jadi korbanmu
"Gue balik duluan ya.!!" pamit Fani pada mereka.
"Tapi nanti malam lu ikutkan.??" tanya Mia memastikan.
"Nanti gue kabarin."
"Engga bareng kita aja baliknya.??" tanya Vina.
"Engga deh. Soalnya gue lagi ada urusan."
"Oke.. Hati-hati di jalan."
"Sip.. Gue duluan guys." Fani pun pergi meninggalkan mereka tanpa melihat ke arah Fero.
Fero hanya melihat kepergian Fani.
Sepulang sekolah Fani tidak langsung balik ke rumahnya. Ia berkunjung ke suatu rumah yang cukup lama tidak ia kunjungi.
Ting Nong...
"Assalamu'alaikum." salam Fani.
"Wa'alaikumsalam." balas seseorang yang baru membukakan pintu rumahnya.
"Ehh,,Fani. Sudah lama sekali kamu tidak berkunjung ke sini. Mamsky kangen banget sama kamu sayang." yang langsung memeluk Fani erat.
"Gimana kabar Mamsky.??" tanya Fani tersenyum dan menyalim punggung vtangan Mamsky.
"Seperti yang kamu lihat Mamsky baik." jawab Mamsky. "Mari sayang kita masuk." ajak Mamsky.
Mereka pun duduk di ruang tamu.
"Bi.. Tolong buatkan jus jeruk dua ya." ucap Mamsky pada ART nya.
"Kamu kemana saja sudah tidak pernah berkunjung ke sini. Kamu jahat sekali melupakan Mamsky." kata Mamsky dengan wajah sedih.
"Mana bisa Fani melupakan Mamsky. Fani hanya sedang sibuk aja. Maaf klo Fani jarang banget main ke sini lagi." kata Fani seraya menundukan kepalanya.
"Tidak apa-apa sayang Mamsky mengerti." kata Mamsky seraya mengelus rambut Fani. "Kamu ke sini sendiri? Tidak bersama Fero.??" tanya Mamsky yang baru menyadari ketidak hadiran anaknya.
Ya,,Fani sedang berkunjung ke rumah Fero. Sebelum ia meninggalkan kota ini. Ia ingin mengunjungi Orang Tua nya Fero. Walau ia tidak berniat untuk membicarakan atas kepergiannya.
"Hmmm... Kebetulan tadi Fero masih ada urusan di sekolah. Jadi Fani ke sini duluan karena sudah kangen banget sama Mamsky." elak Fani berbohong. Meski tidak sepenuhnya ia berbohong. Karena memang benar dirinya sangat merindukan Mamsky Fero.
Selama ia pacaran dengan Fero. Ia memang sering di bawa main ke rumah ini hanya untuk menemui Orang Tua nya Fero terutama Mamsky. Oleh karena itu Fani sangat dekat dengan Mamsky Fero. Tapi semenjak saat itu ia sudah tidak pernah berkunjung ke rumah ini lagi.
"Mamsky juga kangen banget sama kamu. Sering-sering ya main ke sini."
Fani tidak menjawab perkataan Mamsky. Ia hanya membalas dengan tersenyum.
"Fani juga inginnya seperti itu. Tapi keadaannya sudah tidak seperti dulu lagi. Maafin Fani karena Fani engga bisa kasih tau ke Mamsky." batin Fani.
Bibi pun datang membawakan dua gelas jus jeruk dan meletakkan di meja.
"Makasih ya Bi." ucap Fani dengan tersenyum.
"Sama-sama Non Fani. Kalau begitu Bibi permisi ke belakang."
"Di minum sayang."
Mereka meminum jus jeruk itu.
"Sebenarnya Fani ke sini ingin mengembalikan barang Fero yang tertinggal sama Fani." kata Fani sambil memberikan sebuah kotak pada Mamsky.
Mamsky mengerutkan keningnya. "Kenapa tidak kamu berikan langsung saja pada Fero.??" tanya Mamsky.
"Tadinya Fani juga ingin mengembalikan langsung. Tapi berhubung Fero nya masih ada urusan di sekolah. Jadi Fani titipkan ke Mamsky aja." jelas Fani.
"Engga papakan Mamsky.??" tanya Fani.
"Ooh.. Seperti itu. Ya nggak papa dong sayang." jawab Mamsky.
"Memangnya kamu tidak ingin menunggu Fero pulang dulu. Supaya bisa kamu kasih langsung ke Fero nya.?" tanya Mamsky.
"Hmmm.. Maaf Mamsky. Fani engga bisa lama-lama karena masih ada urusan." jawab Fani.
"Yaah.. Masa baru bertemu sudah langsung pulang saja sih sayang. Mamsky kan masih kangen sama kamu."
"Nanti klo ada waktu Fani pasti main ke sini lagi."
"Benar ya sayang.!!"
"Iya Mamsky."
"Klo begitu Fani pamit pulang ya Mamsky."
"Ya sudah Mamsky antar kamu ke depan." kata Mamsky sambil menggandeng tangan Fani.
"Salam untuk Papsky ya Mam." kata Fani sambil menyalami tangan Mamsky.
"Iya sayang,nanti Mamsky salamin ke Papsky. Kamu hati-hati di jalan."
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."