Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
TO Episode.37


๐ŸŒท ๐ŸŒท ๐ŸŒท


Setelah kejadian beberapa hari yang lalu di roof top sekolah. Revin dan Jani tak lagi terlihat bersama. Mereka saling menghindar,bahkan jika bertemu mereka tak saling menyapa.


"Ternyata rencana gue berhasil. Ini kesempatan bagus buat gue dekat lagi sama Revin." ucap perempuan itu dalam hati.


"Hey,Vin!" sapa si perempuan.


Revin hanya melirik tak menjawab sapaannya. Si perempuan pun duduk di samping Revin.


"BTW hari ini kamu sibuk nggak?" tanya si perempuan.


"Kenapa?" tanya Revin cuek tanpa mengalihkan pandangannya dari hp.


"Ntar pulang sekolah kita ke Mall yuk!" ajak si perempuan.


"Nggak bisa." ucap seseorang.


"Hari ini kita mau pergi. Jadi Revin nggak bisa nemenin lu." ucap Fero.


Ya,orang yang menjawab tadi ialah Fero. Ia datang dengan teman-temannya.


"Kemana! Gue boleh gabung sama kalian nggak?" tanya si perempuan.


"Nggak usah SKSD deh lu. Lagian kenapa lu nggak pergi sama teman-teman lu aja sono." ucap Fani yang baru datang dengan teman-temannya juga.


"Tau lu. Kegatelan banget sih jadi cewek." ejek Mia jutek.


"Kenapa sih keynya kalian itu benci banget sama gue. Emangnya gue punya salah apa sama kalian. Klo gue ada salah,gue minta maaf." ucap si perempuan memasang wajah sedih.


Fani memutar kedua matanya malas. "Nggak usah drama deh Sar." cibir Fani.


Ya,perempuan yang dari tadi bicara dengan Revin ialah Sarah. Bahkan Sarah jugalah yang memotret dan mengirim foto Jani yang sedang pelukan dengan Defan kepada Revin.


Bunyi bel sekolah menandakan waktu jam istirahat telah selesai. Mereka pun kembali ke kelasnya masing-masing.


"Udah bel tuh,kita balik ke kelas yuk!" ajak Aldi.


Saat Revin berdiri dari duduknya. "Tunggu Vin. Klo hari ini kamu nggak bisa,tapi besok kamu bisakan temenin aku!" ucap Sarah dengan wajah memohon sambil memegang tangan Revin.


Revin melepaskan tangannya dari pegangan Sarah. "Sorry! keynya gue nggak bisa." ucap Revin yang langsung meninggalkan Sarah.


"Baaayyyyy,," ucap Fani tanpa bersuara sambil melambaikan tangannya.


"Awas kalian semua." gumam Sarah sambil mengepalkan kedua tangannya.


๐ŸŒน Di Parkiran Sekolah ๐ŸŒน


Sebagian murid sudah ada yang pulang dan masih ada juga murid yang berada di area sekolah. Salah satunya seperti Revin dan teman-temannya.


"Kemana sih dia lama banget." bisik Fani pada Mia.


"Nggak tau. Aduuh,,gimana nih klo si Raja Es minta pulang duluan." bisik Mia kembali pada Fani.


Revin mulai bete karena sudah beberapa menit yang lalu,mereka berdiri di parkiran sekolah.


"Ckk,,gue balik duluan ya!" izin Revin dengan wajah bete.


"Lah,bentaran dulu napa Vin." cegah Fero.


"Dari tadi kita udah lama berdiri di sini. Sebenarnya kalian mau pada ngajak gue kemana sih?" tanya Revin yang mulai kesal.


"Sabaran napa. Ntar ge lu tau kok." jawab Aldi.


"Terserah." ucap Revin cuek.


Revin kembali memainkan hp-nya lagi. Tak beberapa lama mereka melihat orang yang di tunggu sedari tadi. Tapi tidak dengan Revin karena ia sedang asik main game di hp-nya. Mia dan Fani pun nyamperin Jani.


"Hey,Jan.!" sapa Mia yang sudah berada di depan Jani.


"Jan,ikut kita yuk.! ajak Fani.


"Kemana?" tanya Jani datar.


"Udah ayo ikut aja,ntar juga lu tau." jawab Fani yang langsung menggandeng tangan Jani ke teman-temannya.


"Akhirnya Princess Salju dateng juga." ucap Aldi yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Jani.


Revin masih belum sadar jika di situ sudah ada Jani karena ia terlalu asik memainkan gamenya. Begitu pun Jani yang tak melihat keberadaan Revin karena ia hanya melihat ke arah Aldi yang menyebut namanya dengan Princess Salju.


"Kuylah!" ajak Fero.


"Mau kemana?" tanya Revin dan Jani bersamaan.


*Degg...*


"Jani." ucap Revin dalam hati.


"Revin." ucap Jani dalam hati.


Sesaat mereka saling bertatap muka. Sampai ada suara yang menyadari mereka.


"Ciieee. Bisa barengan begitu." ledek Mia.


Revin dan Jani hanya diam dan melengos ke lain arah.


"Sorry! Keynya gue nggak bisa ikut kalian." ucap Revin menolak ajakan teman-temannya.


"Gue juga nggak bisa." tolak Jani.


"Jangan gitu dong. Kitakan udah lama nggak jalan-jalan bareng lagi." ucap Fani.


"Tau nih kalian nggak asik ah." timpal Mia.


"Gue duluan ya." izin Jani yang ingin meninggalkan mereka. Tapi sebelum ia pergi,tangannya sudah di pegang oleh Vino duluan.


"Mau kemana sih buru-buru banget? Mending kita jalan bareng aja,kan lebih enak klo rame. Jalannya jangan berdua-duaan baelah. Sekali-kali jalan rame-rame." ucap Vino.


"Maksudnya?" tanya Jani bingung.


"Kalian emang nggak bosen apa jalan berdua terus?" tanya Vino sambil melihat ke Revin dan Jani bergantian.


Revin dan Jani bingung dengan pertanyaan Vino. Bahkan bukan hanya mereka berdua,tapi mereka yang berada di situ pun di buat bingung oleh perkataan Vino.


"Jadi maksud lu. Si Revin sama si Jani selama ini suka jalan berdua?" tanya Aldi pada Vino.


"Wah ini sih parah banget. Jadi selama ini kalian maen belakang? Gue pikir kalian lagi berantem karena selama ini yang gue liat. Kalian itu saling menghindar satu sama lain." ucap Fero.


"Lah iya. Gue pikir juga gitu." timpal Fani.


"Apaan si lu. Males banget gue jalan sama cewek orang." sindir Revin sambil melirik ke arah Jani.


"Ih lu pikir gue mau jalan sama cowok egois." sindir Jani balik pada Revin.


Mereka berdua saling bertatap muka dengan tatapan tajam. Sedangkan yang ada di situ menjadi bingung mendengar perkataan mereka berdua.


"Ini maksudnya gimana sih. Gue jadi bingung deh?" tanya Mia sambil menggaruk kepalanya dengan wajah bingung.


"Kalian key anak kecil aja pake berantem segala. Udah deh mendingan kalian ikut kita aja ayo!" ajak Vina pada Revin dan Jani.


"Nggak," seru Revin dan Jani bersamaan. Sesaat mereka saling bertatap muka,lalu melengos ke lain arah.


"Klo kalian menolak ajakan kita,berarti kalian memang mau jalan berdua aja. Supaya kalian nggak terganggu oleh kita." ledek Vino.


"Tau lu,nggak asik ah." ucap Mia.


"Lama bet dah ah. Udah ayo cepetan masuk!" ajak Fani sambil menarik Jani ke dalam mobil Vino. Fero pun menarik Revin ke dalam mobil Vino.


"Oke gue ikut. Tapi gue bawa mobil sendiri aja deh." ucap Jani yang ingin keluar dari dalam mobil Vino.


"Kaga boleh." seru Mia dan Fani bersamaan mencegah Jani keluar dari dalam mobil.


"Naik mobilnya Vino aja Jan. Hari ini Vino sengaja bawa mobil alphard nya supaya kita bisa pergi bareng,nggak misah." jelas Vina.


"Tau lu berdua tinggal duduk aja ribet bet dah." ucap Aldi.


Mereka masuk ke dalam mobil. Revin dan Jani pun hanya diam dan memasang wajah kesal. Vino menjalankan mobilnya ke sebuah tempat yang ingin mereka tuju. Di sepanjang perjalanan mereka mendengarkan keributan dari kursi belakang.


"Bisa geseran kesono nggak?" tanya Jani dingin pada Revin.


"Nggak," ucap Revin cuek.


"Sonoan ih,gue sempit nih." ucap Jani sambil mendorong badan Revin ke samping.


"Emangnya lu aja. Gue juga sempit nih." ucap Revin tak mau kalah.


"Bodo amat. Pokoknya lu kesonoan." ucap Jani yang masih mendorong badan Revin agar duduk Revin bergeser.


"Kaga mau," ucap Revin kekeh.


"Lu berdua bisa pada diem kaga?" tanya Fero yang berada di samping Revin.


"Kagaa," seru Revin dan Jani bersamaan.


"Set dah itu yang ada di belakang romannya lagi paduan suara. Dari tadi berisik banget." seru Aldi yang berada di kursi tengah depan Jani.


"Temen lu aja nih yang nggak mau ngalah sama cewek." sindir Jani pada Revin.


"Males banget gue ngalah sama cewek key lu." ucap Revin.


"Emang gue cewek key apa?" tanya Jani yang mulai emosi.


"Lu pikir aja sendiri." jawab Revin cuek.


"Lu tuh,," ucapan Jani terpotong oleh suara Vino.


"Yang di belakang. Kalo masih ribut juga,gue lemparin ke kantor KUA nih!" seru Vino mengancam Revin dan Jani. Seketika Jani dan Revin pun diam,tak lagi ribut.


"Lah diem." ucap Fani sambil menengok ke kursi belakang.


"Keren juga lu ancemannya." ucap Mia pada Vino sambil mengacungkan jempolnya.


"Dari tadi ge. Kan gue jadi bisa tidur." cibir Fero sambil membenarkan tubuhnya mencari posisi enak untuk tidur sesaat.