Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
TO Episode.23


Revin menghempaskan tangannya dari genggaman Sarah.


"Nggak bisa. Lo bareng sama teman lo aja." ucap Revin dingin.


"Ayo Jan." ajak Revin sambil membukakan pintu mobil untuk Jani.


Jani pun hanya menuruti ajakkan Revin dan ia memakai sabuk pengaman.


"Gw duluan ya," ucap Revin berpamitan pada teman-temannya.


"Hati-hati di jalan." ucap Vino dan hanya di balas dengan jempol tangan oleh Revin.


"Gimana kalo kalian pulangnya bareng gw aja." ajak Fero menggoda dengan menaik turunkan alisnya. Ia pun langsung mendapatkan injakkan kuat di sebelah kakinya oleh Fani.


"Aauu... Sakit Yang." lirih Fero sambil memegangi sebelah kakinya yang baru saja di injak oleh pacarnya itu.


"Bodo amat," ucap Fani marah dan langsung berlalu pergi meninggalkan mereka.


"Yang tunggu!" seru Fero langsung mengejar pacarnya itu.


"Emang dasarnya si Fero mata keranjang." celetuk Mia.


"Kalo aku nggak begitukan Beb?" tanya Aldi pada pacarnya itu.


"Awas aja kalo kamu begitu. Mata kamu,aku pakein kaca mata kuda sekalian." ucap Mia mengancam pacarnya itu.


"Jangan dong Beb." ucap Aldi dengan wajah memelas.


Vino dan Vina pun ketawa dan geleng-geleng kepala,melihat kelakuan dari temannya itu. Sedangkan Sarah and The Gank sudah pergi meninggalkan mereka.


Mereka pun berjalan menuju mobilnya. Vino pulang bersama Vina,memakai mobilnya Vino. Sedangkan Aldi pulang bersama Mia,memakai mobilnya Aldi.


Sekitar lima belas menit,mobil Vino sampai di depan rumah Vina.


"Mampir dulu yuk,sebentar!" ajak Vina.


"Iya," ucap Vino.


Mereka pun membuka sabuk pengaman dan keluar mobil. Lalu mereka berjalan ke dalam rumah Vina. Di dalam rumah Vina,sudah ada Ibunya Vina sedang menonton TV.


"Assalamu'alaikum Bu." ucap Vino memberi salam dan mencium punggung tangan Ibunya Vina.


"Wa'alaikumsalam Nak Vino. Duduk dulu sini." ucap Ibu Vina mempersilakkan Vino.


"Vina ambilkan minum dulu ya Bu." izin Vina ke dapur.


"Gimana kabarnya Ibu?" tanya Vino yang sudah duduk tidak jauh dari Ibu Vina.


"Alhamdulillah Ibu baik. Nak Vino sendiri gimana kabarnya?" tanya Ibu Vina.


"Alhamdulillah Vino baik Bu." jawab Vino sopan.


Vina pun datang dari dapur,membawa minuman untuk mereka. "Di minum dulu Vin." ucap Vina memberikan air minum ke Vino. Vina pun duduk di sebelah Vino.


"Makasih Na." ucap Vino seraya tersenyum dan meminum air yang Vina berikan pada dirinya.


"Sudah lama tidak mampir ke sini. Nak Vino kemana saja?" tanya Ibu Vina.


"Iya nih Bu. Lagi sibuk sama sekolah jadi jarang mampir ke sini." jelas Vino pada Ibunya Vina.


"Ohh bagus kalo begitu. Kalian yang rajin sekolahnya,jangan ikut-ikutan sama anak-anak yang tidak benar." ucap Ibu Vina,menasihati Vino dan Vina.


"Iya Bu," ucap Vina dan Vino bersamaan.


Vino melihat jam tangan yang ia pakai di pergelangan tangan kirinya.


"Sudah terlalu sore nih Bu. Vino pulang dulu ya." ucap Vino berpamitan untuk pulang ke rumahnya.


"Yahh. Baru juga sampai sudah mau pulang saja. Ya sudah,sering-sering ya Nak Vino maen ke sini. Tengokin Ibu,jangan tengokin Vina terus." ucap Ibu Vina menggoda mereka berdua.


"Ibu,," ucap Vina yang merasa malu dan pipinya sudah bersemu merah.


Vino dan Ibu Vina pun tertawa tanpa suara,melihat wajah Vina yang terlihat malu-malu.


"Iya Bu. Vino pamit. Assalamu'alaikum." ucap Vino sopan dan menyalami punggung tangan Ibu Vina.


"Wa'alaikumsalam." ucap Ibu Vina.


Vina mengantar Vino ke depan rumahnya. Setelah sampai di depan rumah,Vino langsung masuk ke dalam mobilnya dan memakai sabuk pengaman. Vino menurunkan kaca mobilnya.


"Hati-hati di jalan Vin." ucap Vina dari luar. Vino pun melambaikan tangannya pada Vina dari dalam mobil dan di balas lambaian tangan juga dari Vina.


Setelah itu,Vino melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata. Melihat mobil Vino yang sudah menjauh dari perkarangan rumahnya. Vina pun masuk kembali ke dalam rumahnya.


Pulang sekolah Jani lagi santai-santai di dalam kamarnya. Saat notif grub chat membuat ia mengambil handphonenya yang berada di atas nakas di sebelah tempat tidurnya.


*BUTUH PERHATIAN*


Wanita itu sontak mendengus saat membaca nama grub,yang entah kapan ia bergabung di grub yang menurutnya tak penting.


FANIA PUTRI : Woy maen yuk!! Bete nih gw di rumah. Pada betah-betah banget sih lo ngedekem di dalam kamar.


MIA PUSPITA : Maen sono lo jauh-jauh. Kalo perlu nggak usah kembali lagi.


VINA HANDAYANI : Hahaha roman-romannya si Mia masih kesel aja karena kejadian tadi di kantin.


ARJUNA SYAVINO : Emang ada kejadian apa Kak di kantin?


FERO DWI PUTRA : Mia wants to be buried hahaha.


MIA PUSPITA : Sialan lo. Gw masih cantik and imutz kayak gini di sumpahin mati.


VINO ARDIAN : Sabar Mi. Nggak usah pake urat.


ARJUNA SYAVINO : Jangan marah-marah mulu Kak. Nanti cepat tua loh.


Jani hanya membacanya saja,ia tidak berniatan untuk membalas grub chat yang menurutnya tak penting itu.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Woyy,,cewek gw tuh. Pada seneng-seneng amat lo ngebully Bebeb gw. Maju sini lo satu-satu.


FANIA PUTRI : Kabuurr... Pawangnya si Mia keluar hahaha.


REVIN ADI JAYA : Here you go against me.


FERO DWI PUTRA : Mampus lo di tantang sama manusia es.


VINO ARDIAN : Habisin Rev bocah tengil kayak gitu mah.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Come here. Dare to take a step Jani finished with me.


FERO DWI PUTRA : Waahh,,ngajakin ribut tuh bocah. Bantai abis Rev.


ARJUNA SYAVINO : Fight me here brother. Before you hurt my brother.


FANIA PUTRI : Wiihh,,pawangnya si Jani keluar hiii sereeemmm.


REVIN ADI JAYA : We att ack him come on Jun.


ARJUNA SYAVINO : Come on brother.


FANIA PUTRI : Ciiee... si Revin akur banget nih sama calon Adik Iparnya.


MIA PUSPITA : Emang pada sialan lo. Gw yang di bully kenapa kalian malah lindungin si Jani.


VINA HANDAYANI : Nggak usah kesel Mi. Si Jani mah enak punya pawang dua. Emangnya lo cuma Aldi doang,itu pun beraninya sama cewek hahaha.


VINO ARDIAN : Come out you Jan. Don't just listen.


REVIN ADI JAYA : Dia mah nggak bakalan keluar Vin,kalo belum gw kasih izin. Diakan cewek yang penurut.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Ngibul lo Rev.


REVIN ADI JAYA : Do not believe? Need proof?


MIA PUSPITA : Don't need to trust Revin.


REVIN ADI JAYA : Jani come out. I already gave you permission.


ANJANI SYAVIRA : Noisy you guys. Can do nothing.


FERO DWI PUTRA : Anjiirr,,si Jani langsung nontot. Keren lo Rev. Lo apain tuh anak orang sampe nurut gitu hahaha.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Jan. Ikut gw yuk!


ANJANI SYAVIRA : Ogah.


Setelah membalas grub chat itu pun,Jani menggeletakkan kembali handphonenya ke atas nakas di samping tempat tidurnya. Mengabaikan mereka yang memenuhi grub chat yang menurutnya tak penting itu.


ARJUNA SYAVINO : Mau ngapain lo Bang,ngajak Kakak gw?


MUHAMMAD ALDIANSYAH : I want to plunge into a cliff.


REVIN ADI JAYA : Brave??


FANIA PUTRI : Udah abisin aja Rev bocah tengil kayak dia mah.


MIA PUSPITA : Please do not do it. My girlfriend.


VINA HANDAYANI : Just brackets Mi.


ARJUNA SYAVINO : Abang yang ganteng-ganteng dan Kakak yang cantik-cantik,udah nggak usah pada berdebat. Mendingan kalian pada ke rumah gw sini kita barbequan. GIMANA!!!


FERO DWI PUTRA : Setujuuu...


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Lets Go to Home Juna.


VINO ARDIAN : Basic food stall.


Mereka pun satu persatu keluar dari grub dan berangkat ke rumah Juna dan Jani untuk berbequan.