Caraku Mencintaimu

Caraku Mencintaimu
TO Episode.30


Saat Revin lagi memainkan gamesnya yang lagi seru-serunya.


*Ting*


Tanda notivikasih chat masuk di handphonenya. Tadinya Revin malas untuk membuka pesan itu,karena dari Grub chat yang menurutnya tak jelas itu. Tapi karena notivikasi Grub chat yang mulai rame,ia pun membuka dan membacanya.


*BUTUH PERHATIAN*


MIA PUSPITA : Woyy,,udah pada sampe rumah belum??


VINA HANDAYANI : Udah dari tadi.


FANIA PUTRI : Baru sampe nih. Gara-gara si Jani,aturan gw udah santai-santai di dalam kamar. Eh,jam segini baru sampe rumah.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Kita demo yuk ke rumahnya.


FERO DWI PUTRA : Ayo.


VINO ARDIAN : Yang sabar ya kawan hahaha.


VINA HANDAYANI : Palingan juga si Aldi sama si Fero cuma mau demo makan di rumahnya si Jani hahaha.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Hehehe tau aja lo Na.


FERO DWI PUTRA : Si Vina kalo ngomong,suka beneeerr hahaha.


REVIN ADI JAYA : Berisik woyy.


FANIA PUTRI : Kalo nggak mau berisik,tutup kuping Rev.


ARJUNA SYAVINO : Lain kali kita ngumpul di rumah gw lagi ya Kak.


FERO DWI PUTRA : Siap Jun.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Kabarin kita aja Jun. Kalo perlu,lo kabarin gw duluan wkwkwk.


VINO ARDIAN : Itu sih maunya lo berdua.


MIA PUSPITA : Jangan malu-maluin dong Beb.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Lumayan Beb. Makanan enak,gratis pula hahaha.


FERO DWI PUTRA : Sirik aja lo Na.


MIA PUSPITA : Ya udah nanti kalo kamu udah dapet kabar dari si Juna. Kabarin aku juga ya wkwkwk.


FANIA PUTRI : Parah lo. Ajak-ajak gw juga lah hahaha.


VINA HANDAYANI : Yeehhh,,,sama aja lo semua. Cocok kalian jadi pasangan kekasih.


Revin hanya geleng-gelengkan kepalanya,melihat isi dari Grub chat itu. Tapi entah mengapa,Revin merasakan ada yang kurang.


VINO ARDIAN : Ini ngomong-ngomong orang yang mau di demo kemana? Nggak nongol-nongol dia.


FANIA PUTRI : Tau nih. Kemana si Jani nggak nongol-nongol? Belum di kasih izin kali ya sama si Revin wkwkwk.


Ya,Revin baru menyadari kalo di Grub chat ini tidak ada nama ANJANI SYAVIRA. Pantas saja,ia merasakan ada yang kurang. Biasanya nama itu ada,ya meskipun hanya cuma beberapa kali. Tapi kali ini nama itu tidak ada di Grub chat itu.


MUHAMMAD ALDIANSYAH : Woyy Jan keluar lo. Kalo nggak keluar,kita demo nih ke rumah lo.


MIA PUSPITA : Jani oh Jani. Kemana engkau ngumpet.


FERO DWI PUTRA : Lah dia malah nyanyi.


ARJUNA SYAVINO : Kak Jani lagi kurang sehat. Mangkanya dia nggak nongol.


FANIA PUTRI : Lah,ngapa dia? Perasaan tadi di sekolah masih baik-baik aja.


REVIN ADI JAYA : Dia udah makan belum? Terus udah lo kasih obat belum Jun?


MIA PUSPITA : Ciieee... Yang langsung khawatir sama yayangnya hahaha.


ARJUNA SYAVINO : Udah Bang. Tapi dia nggak mau minum obatnya.


VINA HANDAYANI : Si Jani,sakit apa Jun?


Membaca chat balasan dari Juna. Revin langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah Juna. Ia keluar kamar dan berjalan menuruni anak tangga. Di ruang tengah,ada Papah dan Mamahnya lagi menonton TV.


"Mau kemana kamu,Revin?" tanya Papahnya pada Revin,yang melihat anaknya.


"Mam,Pap. Revin keluar sebentar ya!" ucap Revin berpamitan pada ke dua orang tuanya.


"Iya. Pulangnya jangan malam-malam ya sayang." ucap Mamahnya lembut.


"Iya Mam. Revin berangkat." ucap Revin sambil mencium punggung tangan ke dua orang tuanya.


Setelah itu,Revin berjalan keluar rumah menuju garasi. Revin memasuki mobilnya dan tidak lupa memakai sabuk pengaman. Ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Revin tak perdulikan dengan orang-orang yang mengumpat pada dirinya. Karena ia ingin cepat-cepat sampai di rumahnya Juna.


Menghabiskan waktu lima belas menit,mobil Revin sampai di area perkarangan rumah Jani. Ia buka sabuk pengaman dan keluar dari mobilnya. Revin berjalan menuju pintu rumah Jani dan ia memencet bel rumah. Tak lama kemudian pintu rumah di bukakan dari dalam.


"Loh,Bang Revin. Ada apa Bang kesini?" tanya Juna yang melihat kedatangan Revin ke rumahnya.


"Kakak lo masih di kamar?" tanya Revin dengan wajah khawatir pada Juna.


"Masih Bang. Dia belum keluar kamar dan belum mau minum obatnya juga." jawab Juna.


"Boleh gw liat dia ke dalam?" tanya Revin meminta izin pada Juna.


"Boleh Bang. Ayo masuk." ucap Juna mengizinkan Revin.


"Obat sama airnya mana?" tanya Revin.


"Bentar ya Bang." ucap Juna berlalu pergi untuk mengambil obat.


"Ini Bang," ucap Juna sambil memberikan obat dan air pada Revin.


"Gw ke atas dulu ya!" ucap Revin berlalu pergi menuju kamarnya Jani.


Tokk...tokk...tokk...


"Apa lagi sih Jun? Kalo lo nyuruh gw minum obat,gw nggak mau." seru Jani dari dalam kamarnya tanpa membukakan pintu.


Revin mendengar penolakan dari Jani,ia pun tak menyerah. Revin mencoba membuka pintu kamar Jani dan ternyata pintunya tak di kunci. Ia masuk ke dalam kamar Jani tanpa mengeluarkan suara. Agar kedatangannya tidak mengganggu Jani. Sampai di dalam kamar,Revin melihat Jani yang sedang tidur tengkurap membelakangi dirinya. Ia melangkah mendekati Jani dan mencoba untuk menepuk pundak Jani sekali.


"Gw kan udah bilang sama lo,kalo gw nggak mau minum obat Dek." ucap Jani tanpa melihat orang yang menepuk pundaknya.


Revin mencoba menepuk pundak Jani lagi tapi tidak cuma sekali. Mungkin beberapa kali,membuat sang empunya terganggu.


"Iih Juna. Gw kan udah bilang kalo gw..." ucapan Jani terpotong saat ia melihat orang yang sedari tadi telah mengganggunya.


"Revin. Ngapain lo di kamar gw?" tanya Jani dingin,ia sudah berdiri tepat di depan Revin.


"Minum obat," bukannya menjawab pertanyaan Jani,justru Revin menyuruh Jani untuk meminum obat.


"Ckk. Gw nggak mau." tolak Jani sambil memalingkan wajahnya.


"Minum," paksa Revin.


"Nggak," tolak Jani lagi.


"Minum obat atau mau gw cium!" ucap Revin dengan nada mengancam.


Ancaman Revin membuat ke dua mata Jani membulat sempurna.


"Dasar cowok mesum." ucap Jani dengan wajah kesal.


"Terserah lo,mau panggil gw apa. Yang pasti lo harus minum obatnya. Apa mau gw suapin langsung pake mulut gw." ucap Revin menggoda Jani sambil menaik turunkan ke dua alisnya.


"Sini," ucap Jani sambil mengambil alih nampan yang Revin pegang.


Revin tersenyum menang,karena ancamannya membuahkan hasil. Sehingga wanita di hadapannya,akhirnya mau meminum obatnya.


"Istirahat. Kalo masih belum membaik,besok lo nggak usah masuk sekolah dulu." ucap Revin lembut.


"Terserah gw lah. Mau masuk sekolah atau nggak." ucap Jani sinis.


"Ckk. Bisa nggak sih kalo di bilangin,lo itu nggak usah membantah." ucap Revin kesal.


"Iya,iya. Ya udah sana,lo pulang." ucap Jani dengan nada mengusir.