Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 99 - Pemakaman Yang Layak


PPFC 99 - Pemakaman Yang Layak


“Bagaimana Ketua Feng, apa semuanya berjalan dengan lancar?” Terlihat pria bernama Gu San yang merupakan Tetua Gunung Golok Kembar bertanya pada Feng Xuanzhang yang sedang merapikan pakaiannya.


“Ya, semuanya sesuai rencana Senior Cai.” Feng Xuanzhang berniat kembali ke Gunung Golok Kembar untuk menemui istrinya.


“Senior! Senior!”


Saat Feng Xuanzhang dan Gu San berbincang, seorang prajurit yang membawa tombak datang dengan tergesa-gesa. Segera Gu San memberikan satu tendangan pada perut prajurit tersebut.


“Dimana sopan santunmu? Kau masuk tanpa mengetuk pintu!”


“Uhuk!” Prajurit tersebut nemegang perutnya dan meringis kesakitan.


“Biarkan dia berbicara terlebih dahulu, Saudara Gu.” Feng Xuanzhang menengahi.


Prajurit tersebut memberikan laporan kepada Feng Xuanzhang mengenai sosok pemuda yang mengambil jenazah She Peng. Selain memiliki kemampuan yang bisa membuatnya terbang, pemuda itu juga telah membuat kekacauan dengan menghabisi setiap prajurit yang hendak menghentikan tindakannya.


“Pemuda ini bukanlah pemuda sembarangan. Bisa dipastikan dia memiliki ilmu yang tinggi.” Feng Xuanzhang mengerutkan keningnya mengingat Golok Kembar belum kembali.


“Ketua Feng biar aku yang mengurusnya.” Gu San mengajukan diri untuk melawan pemuda yang dimaksud.


“Tangkap dia hidup-hidup! Jika kondisinya tidak memungkinkan, kau bisa membunuhnya!” Feng Xuanzhang menganggap situasi ini serius.


“Baik Ketua Feng, aku tidak akan mengecewakanmu.” Segera Gu San pergi menuju kota, sedangkan Feng Xuanzhang menuju tempat kediaman Jia Gunglai.


____


Kematian She Peng menggeparkan Ibukota Jiayang. Latar belakang She Peng bukanlah sembarangan dan tentu itu membuat banyak pihak tidak berani ikut campur.


Lain halnya dengan Fei Chen yang telah memulai bendera pertempuran. Setelah membawa jenazah She Peng dan orang-orang yang telah mati, Fei Chen memberikan pemakaman yang layak untuk mereka di salah satu tempat pemakaman umum.


Hal yang dilakukan Fei Chen membuat penduduk kota penasaran, sebagian ingin melihat langsung apa yang dilakukan Fei Chen. Namun hal ini justru membuat para penduduk berlarian menjauh dari pemakaman saat melihat kedatangan Gu San bersama pendekar Gunung Golok Kembar yang berjumlah seratus orang.


“Dimana pemuda itu?” Dengan angkuhnya Gu San berjalan.


“Dia pemuda yang mencari masalah dengan kita Senior!” Salah satu prajurit menunjuk Fei Chen yang terlihat sedang memberikan pemakaman yang layak untuk She Peng dan orang-orang yang dibunuh Jia Gunglai.


“Jadi dia orangnya?” Gu San menatap lama Fei Chen mencoba mengetahui tingkatan kemampuan pemuda tersebut.


Saat Fei Chen sedang memberikan doa pada She Peng, Gu San menghampiri Fei Chen sambil tersenyum lebar.


“Bagaimana bisa kalian semua takut dengan pemuda ini?” Jari telunjuknya menunjuk Fei Chen sebelum kaki kanannya melepaskan tendangan pada kepala Fei Chen.


Sekejap kepala Fei Chen membentur tanah begitu juga dengan badannya. Semua orang yang melihat itu menelan ludah karena tindakan yang diambil She Peng.


“Bukankah dia terlalu lemah? Dia bahkan tidak berkutik sama sekali saat aku mendekatinya dan menyerangnya!”


Gu San tertawa mengejek sambil menatap kearah prajurit militer Kekaisaran yang takut terhadap sosok Fei Chen.


“Sungguh mengecewakan...” Gu San menghela nafas dan menarik kedua goloknya hendak melakukan eksekusi terhadap Fei Chen.


“Aku akan mengakhiri nyawanya...”


“Semoga kau tenang di alam sana, Saudara She...”


Mulut Gu San terbuka lebar saat melihat Fei Chen bangkit dan berguman pelan seolah-olah telah selesai berdoa.


“Kau!” Segera Gu San menjaga jarak saat melihat Fei Chen memejamkan matanya.


“Menyerang orang yang sedang berdoa dan kau merasa dirimu telah berhasil mengalahkanku! Kau telah bertindak berlebihan, sialan!”


Fei Chen menoleh menatap Gu San sambil membuka matanya secara perlahan, “Jadi kau ingin mati bagaimana?”