
PPFC 264 - Keahlian Deshe
Di sebuah hutan yang berada di wilayah Kekaisaran Yang terlihat seorang pemuda sedang duduk ditepi sungai sambil membakar ikan hasil tangkapannya.
“Tuanku, Tuanku, aku kembali membawa kabar bagus untukmu!” teriak ular berwarna putih yang melata menuju kearahnya. Dengan tatapan malas pemuda itu menanggapi.
“Deshe, rupanya. Saat aku sedang memancing kau muncul dan berteriak. Apa kau sadar ulahmu ini membuat ikan-ikan itu menjauh?”
“Maafkan aku Tuanku. Tetapi ini sangat penting.” Deshe kembali berujar dan Fei Chen berdiri.
“Tuanku, aku kembali sendiri karena Hirataka terlibat pertarungan dengan anggota Tujuh Bunga Iblis. Situasi di Kekaisaran Yang akan menjadi kekacauan yang besar. Dua wanita yang menjadi bawahanmu tertangkap dan Hirataka membebaskan mereka, karena itulah Hirataka terlibat pertempuran.”
Awalnya Fei Chen mengira Deshe membawa informasi yang tidak terlalu penting ataupun membuatnya terkesan, tetapi setelah mendengar bahwa Fei Yuechan diculik terlebih Su Xiulan menuju Kekaisaran Yang, seketika ekspresi murka terpancar diwajah Fei Chen.
“Tetapi Tuanku, kau tidak perlu khawatir mengenai kondisi Tuan Putri Yuechan, saat ini dia bersama anakmu yang bernama Ji Ho. Phoenix berwarna merah itu meninggalkan mereka berdua di Hutan Iblis Awan.”
“Deshe, bagaimanapun bisa Istana Ma disusupi bukankah disana ada-”
“Maaf menyela Tuanku, tetapi aku mendengar bahwa Phoenix Merah itu menyamar sebagai masyarakat biasa dan mengambil Tuan Putri Yuechan saat Ratu Su lengah.” Deshe menjelaskan.
Selain itu Deshe merasa gagal sebagai hewan peliharaan Fei Chen karena telat menyadari hawa keberadaan Dan Jin. Fei Chen sendiri tidak menyalahkan Deshe karena ini juga merupakan kelalaiannya.
“Hirataka tidak akan berkhianat. Jadi sejak awal Dan Jin berada di sekitar para Shinobi yang ada di Rumah Panti Sakura. Dia tidak membunuh anakku dan bukankah ini aneh? Aku adalah musuh dari pemimpinnya bukan?” Fei Chen bertanya kepada Deshe yang terlihat mengetahui jawaban tersebut.
Deshe menjelaskan kepada Fei Chen jika Reruntuhan Dewi Iblis merupakan sebuah pintu yang terhubung langsung dengan Dunia Siluman. Dan Jin berniat membuat kekacauan di Kekaisaran Yang agar Mao Gang menunjukkan dirinya dan berhadapan dengan Fei Chen.
Namun tujuan utama Dan Jin adalah Pedang Sembilan Petir. Mendengar penjelasan Deshe membuat Fei Chen memejamkan matanya karena dirinya merasa begitu beruntung memiliki Deshe di sampingnya.
‘Dan Jin... Orang ini sangat berbahaya...’ Fei Chen membatin dan berniat akan pergi menuju Hutan Iblis Awan untuk mengambil kembali Fei Yuechan dan Ji Ho.
“Ngomong-ngomong Ji Ho bukanlah anakku,” ucap Fei Chen saat hendak kembali melanjutkan perjalanan.
Deshe tertawa pelan, “Bukankah Tuanku sudah mendapatkan hati Ibunya. Lagipula anak itu tidak keberatan.”
Merasa aneh mendengar ucapan Deshe membuat Fei Chen mengeluarkan api hitam dan berkata, “Jadi kau ingin terbakar dengan cara apa?”
“Kenapa jadi marah Tuanku?” Deshe kebingungan dan mengubah bentuknya menjadi sangat kecil.
Fei Chen menghela nafas dan meminta Deshe untuk menjelaskan semua kondisi di Kekaisaran Yang dan rencana Dan Jin serta pria bernama Bao Hong Zheng.
Dalam perjalanan Deshe menjelaskan semuanya kepada Fei Chen. Keahlian Deshe merupakan keuntungan terbesar bagi Fei Chen dan membuat Fei Chen tertarik untuk menaklukkan Reruntuhan Dewi Iblis setelah mendengar penjelasan Deshe.
“Aku akan membantumu Tuanku,” ujar Deshe penuh semangat.
“Lagipula cepat atau lambat aku harus berhadapan dengan Sun Yelong. Pedang Sembilan Petir, aku tidak akan memberikannya pada siapapun.” Fei Chen tersenyum tipis dan mempercepat langkahnya menapaki udara menuju Hutan Iblis Awan.