Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 270 - Sisi Bocah


PPFC 270 - Sisi Bocah


Fei Chen bangun ketika matahari terbenam dan menemukan Su Xiulan yang tergolek manja memeluk tubuhnya tanpa mengenakan sehelai benang.


“Xiu‘er?”


Su Xiulan membuka matanya secara perlahan karena mendengar suara Fei Chen. Alangkah terkejutnya Su Xiulan saat merasakan seluruh tubuhnya pegal dan lemas, namun Energi Qi dalam tubuhnya meluap-luap.


“Apa yang terjadi? Kenapa aku-” Su Xiulan bingung karena sekarang dirinya tidak mengenakan pakaian terlebih aroma kental pergumulannya dengan Fei Chen terciun jelas dihidung.


“Bocah nakal apa yang kau lakukan padaku?!” Su Xiulan menatap tegas Fei Chen meminta penjelasan.


Fei Chen duduk dan menggaruk kepalanya lalu menguap pelan, “Tenanglah Xiu‘er, bukankah tadi pagi kamu yang memintanya?”


Su Xiulan mengerutkan keningnya seakan tidak percaya, “Aku memintanya? Tadi pagi saja seluruh tubuhku terasa lemas dan lelah. Untuk apa aku meladeni keinginanmu?!”


“Tetapi itu yang terjadi.” Fei Chen membela diri sebelum menambahkan, “Atau setelah dirimu tertidur, dirimu yang lain mengambil alih tubuhmu?”


“Maksudmu? Wanita licik itu?! Kau tidak sadar dan merasa itu adalah diriku?” Su Xiulan ingin berteriak karena kesal namun akhirnya dia hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar berulang kali.


“Cepat mandikan aku! Apa kau tidak ingat sekarang kita memiliki seorang anak?!” ujar Su Xiulan memperingatkan Fei Chen tentang keberadaan Fei Yuechan.


Fei Chen mengangguk dan mengangkat tubuh Su Xiulan. Saat matanya melihat ranjang, disana tidak ada Fei Yuechan yang sedang tidur.


“Dimana Yuechan‘er?” Su Xiulan penasaran.


“Kalian berdua... Lebih baik mandi.” Suara wanita yang duduk didekat jendela terdengar. Wanita itu adalah Ning Guang yang sedang membopong Fei Yuechan.


“Guang‘er?” Fei Chen juga tidak menyadari keberadaan Ning Guang karena terlalu asyik menikmati kegiatannya bersama Su Xiulan.


“Kakak Ningning?” Su Xiulan tersipu malu dan langsung menyuruh Fei Chen memandikannya.


Setelah malam tiba Fei Chen bermain dengan Fei Yuechan dengan Su Xiulan yang berbaring lemas diatas ranjang. Sedangkan Ning Guang mengobrol ringan dengan Su Xiulan.


“Grrrr...”


“Weeee...”


“Jadi apa yang akan kau lakukan setelah ini Suami?” tanya Ning Guang.


“Aku akan memastikan lokasi di Kekaisaran Yang. Aku akan menyusup kesana. Tenang saja, aku akan sering kembali karena kalian ingin merayakan diriku yang bertambah umur bukan?” Fei Chen menjawab sambil terus bermain dengan Fei Yuechan.


“Kenapa kau bisa begitu percaya diri? Kau seperti seorang bocah yang berharap mendapatkan hadiah dari Ibunya?” Su Xiulan menghela nafas melihat tingkah Fei Chen.


Ning Guang juga menghela nafas, “Tetapi dia sekarang seperti seorang bocah... Walaupun bocah tetap saja dia suami kita Xiuxiu. Dia memiliki sisi manis seperti ini yang dapat menaklukkan hati kita bukan?”


Su Xiulan tertawa lirih, “Bocah berbahaya yang membuat tubuhmu berbaring diatas ranjang seharian.”


“Hihihi... Benar...” Ning Guang menanggapi.


Fei Chen yang mendengar obrolan kedua istrinya itu hanya tersenyum. Setelah puas bermain dengan Fei Yuechan hingga bayi mungilnya itu tertidur, Fei Chen berpamitan pada Su Xiulan dan Ning Guang untuk pergi.


“Kenapa terburu-buru? Apa kau tidak ingin meminta jatah lagi?” Ning Guang menahan kepergian Fei Chen karena ingin melihat lebih lama kehadiran pemuda itu.


Sedangkan Su Xiulan menyindir, “Kakak Ningning, dia sudah mendapatkan jatah dari para calon istrinya. Aku sebagai istri pertama memberimu saran agar kuat menghadapi kenyataan saat melihat bocah nakal ini duduk bersanding dengan belasan wanita lain.”


Ning Guang mengangguk, “Aku sudah siap untuk semua itu Xiuxiu. Tunggu belasan?”


Ning Guang langsung mengalihkan pandangannya pada Fei Chen dan menatapnya tajam.


“Bocah nakal, apa yang kau lakukan dibelakang kami semua?”


Fei Chen menjawab, “Aku akan pergi. Ini akan menjadi pembicaraan panjang jika aku menjelaskan.”


“Hei, jangan kabur!” Ning Guang mencoba menghentikan Fei Chen namun pemuda itu sudah menghilang dari pandangannya.


“Dia benar-benar pemuda tidak sabaran!” gerutu Ning Guang.


“Kau seperti seorang Ibu dibandingkan istrinya, Kakak Ningning...” Komentar Su Xiulan saat mendengar ocehan Ning Guang.


“Entah mengapa aku merasa bahagia saat melihatnya bertingkah seperti anak kecil dan mencari perhatian.” Ning Guang menjawab enteng dan ikut berbaring diranjang Su Xiulan.


Keduanya membicarakan Fei Chen yang tertangkap basah Su Xiulan telah menjalin hubungan dengan wanita lain. Walaupun keduanya mengatakan semua kekesalannya, mereka nampak bahagia dan tertawa lepas karena membicarakan Fei Chen.