Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 73 - Kebenaran Pedang Sembilan Petir


PFPFC 73 - Kebenaran Pedang Sembilan Petir



[Qiao Mi, Matriark Istana Bunga Persik, Julukan Ratu Bunga Persik Jia, umur 35 Tahun. Sumber : Pinterest.]


“Apa yang ingin kau bicarakan denganku Junior Fei?”


Qiao Mi menatap rumit Fei Chen yang berdiri gagah sambil bersandar pada pohon. Setelah proses acara pembentukan sekte, Qiao Mi langsung pergi menuju hutan dan mengikuti Fei Chen.


“Senior Qiao, kau mengetahui sesuatu tentang Sembilan Kekacauan Surgawi dan Sembilan Pusaka Dewa bukan?”


Fei Chen melemparkan pertanyaan sambil mengamati gerak-gerik ekspresi wajah Qiao Mi.


“Ti-tidak... Aku tidak mengetahuinya!” Qiao Mi menjawab dengan nada membentak.


“Tidak usah mengelak. Kau yang paling mengetahui tentang Pedang Sembilan Petir.” Fei Chen berjalan mendekati Qiao Mi dengan tatapan dinginnya.


“Apa yang kau inginkan?” Qiao Mi ketakutan melihat tatapan dingin Fei Chen.


“Katakan padaku, apakah kau musuhku?” Fei Chen melepaskan Aura Raja Neraka dalam jumlah besar dan kembali berkata, “Apa kau berniat menghalangi jalanku? Jika iya maka kau akan kubunuh!”


“Jawab pertanyaanku dengan jujur Senior Qiao! Aku tidak memaafkan sebuah kebohongan!”


Qiao Mi ketakutan mendengar suara lantang Fei Chen yang membentak dirinya. Seumur hidup dia tumbuh bersama perempuan dan tidak pernah berhubungan terlalu jauh dengan laki-laki. Terlebih baru kali dia dibentak oleh laki-laki yang membuatnya merasakan kehangatan dalam hatinya.


Bisa dibilang pertemuannya dengan Fei Chen adalah perasaan pertamanya merasakan jatuh cinta. Qiao Mi yang berumur tiga puluh lima tahun jatuh cinta pada Fei Chen yang berumur tujuh belas tahun. Aneh memang, tapi inilah cinta tidak memandang usia.


Qiao Mi terduduk lemas dan menangis, “Kenapa aku menangis? Hiks... Hiks...”


“Hah?” Fei Chen mengerutkan keningnya. Pemuda ini tidak peka, “Apa yang kau lakukan?”


“Aku... Aku bukan musuhmu...”


“Lalu kenapa kau menangis? Seperti bukan dirimu saja Senior Qiao.” Fei Chen jongkok dan membantu Qiao Mi berdiri.


“Junior Fei, mungkin kau tidak mempercayainya, tetapi diriku dan delapan tetua lainnya memiliki kepingan Sembilan Jiwa Persik Abadi. Konon, seseorang yang mendapatkan keperawanan kami akan bisa mengangkat Pedang Sembilan Petir yang tertancap di aula leluhur Istana Bunga Persik...”


Tanpa sadar Qiao Mi menceritakan kebenaran yang mengejutkan dan membuat mata Fei Chen melebar.


“Lalu kenapa kau menangis?” Fei Chen menyeka air mata Qiao Mi dan menghela nafas panjang, “Wanita pemarah dan menyebalkan sepertimu tidak cocok menangis, Senior Qiao.”


“Aku tidak mengetahuinya... Saat kau membentakku, tanpa sadar aku menangis!” Qiao Mi mundur kebelakang menjauh dari Fei Chen dan menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.


“Apa kau tahu Junior Fei, saat aku melihatmu dan berada didekatmu aku merasa nyaman. Perasaan aneh ini muncul beberapa hari belakangan ini. Aku tidak mengetahuinya secara pasti tetapi apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?”


Qiao Mi memang berumur tiga puluh lima tahun tetapi pengetahuannya tentang hubungan laki-laki dan perempuan sangatlah minim layaknya bocah polos.


“Itu... Aku sendiri tidak mengerti...” Fei Chen kebingungan harus menjawab apa.


“Daripada itu, aku sudah mendapatkan informasi yang kuinginkan. Sebaiknya kita kembali.” Dengan cepat Fei Chen mengalihkan pembicaraan dan hendak pergi meninggalkan Qiao Mi namun lengannya ditahan.


“Apa yang ingin kau lakukan? Apa kau ingin merenggut keperawanan kami setelah mengetahui cara membangkitkan Pedang Sembilan Petir?!” Qiao Mi tiba-tiba melepaskan aura pembunuh dan membuat Fei Chen mencubit pipinya gemas.


Saat itu juga Qiao Mi sadar di hadapan Fei Chen dirinya akan dengan mudah ditaklukkan jika pemuda itu ingin melakukannya.


“Bodoh. Aku tidak akan melakukan itu. Sebenarnya apa yang kau pikirkan Senior Qiao?” Namun apa yang terjadi Fei Chen hanya tersenyum tipis dan membalikkan badannya melangkah pergi.


“Justru aku ingin kalian semua berumur panjang...”


“Eh?” Mata Qiao Mi melebar mendengar gumamam Fei Chen.


Suara Fei Chen terdengar sangat hangat namun terkesan memilukan untuk didengar di telinganya.


‘Junior Fei...’


“Senior Qiao kenapa melamun? Sebaiknya kita bergegas kembali. Aku ingin membahas masalah pertahanan dan pembangunan sekte yang akan kita buat di reruntuhan Ibukota Chudian.” Fei Chen menatap Qiao Mi yang mematung akibat perbuatannya.


“Kehadiranmu sangat diperlukan,” sambung Fei Chen.


Qiao Mi tersadar dan langsung berlari kecil menuju Fei Chen layaknya seorang gadis.


“Tunggu sebentar, aku akan segera kesana.” Tampak senyuman manis menyungging diwajah cantiknya.


****


Dukung penulis secara penuh dengan memberikan like, vote poin dan tips koin agar semangat dalam berkarya. Ikuti Author(Follow) dan tekan tombol favorit agar tidak ketinggalan mengenai kelanjutan dari novel Perjalanan Pedang Fei Chen.


Catatan : 20 Chapter udah ready besok update mulai jam 01.00 - 23.00, pokoknya total 20 chapter cuma gak langsung update secara bersamaan karena ada chapter yang tak tik tuk tak tik tuk suara sepatu kuda.


Sekian, Sam Ilfar.