
PPFC 197 - Lembah Sunyi
Tujuh hari telah berlalu sekarang Fei Chen sedang berada di Gunung Menangis tepatnya Kolam Siksa Petir memfokuskan dirinya yang segera menerobos Pendekar Dewa Tahap Menengah. Selain itu sekarang dirinya memiliki kemampuan diatas Su Xiulan.
Fei Chen tersenyum dingin saat mengetahui segel Su Xiulan diujung inti tubuhnya, “Xiu‘er! Dia mempermainkan diriku!”
Segera Fei Chen menggunakan pakaian bawahnya dan disambut langsung oleh Jia Li dan Yin Jinxia.
“Chen‘gege, selamat atas keberhasilanmu menerobos Pendekar Dewa Tahap Menengah.” Yin Jinxia menyapa Fei Chen yang terlihat semakin rupawan dan tatapannya semakin dingin meluluh lantahkan lawan jenisnya.
“Chenchen, badanmu semakin berotot...” Jia Li mengagumi bentuk badan Fei Chen dan menyentuhnya.
‘Aku juga ingin menyentuhnya...’ Batin Yin Jinxia namun malu untuk melakukannya.
Fei Chen tersenyum dan mengelus kepala Jia Li lembut, “Mari kita pergi. Ini saatnya menunjukkan latihan kalian berdua...”
Jia Li dan Yin Jinxia tersenyum sumringah karena akan ikut Fei Chen berkelana. Sebenarnya Fei Chen menolak, namun keduanya terus memaksa sehingga dan mengajak kedua istrinya untuk berkelana bersamanya.
“Jangan membebaniku.” Tatapan dingin Fei Chen pada kedua istrinya justru ditanggapi dengan pelukan hangat mereka.
____
Hujan mengguyur Lembah Sunyi dan suara langkah kaki terdengar dengan deru nafas yang lemah. Terlihat kedua gadis sedang melarikan diri dari kejaran sekelompok pendekar yang memegang pedang dan golok ditangannya.
“Senior Murong racun ditubuh kita sangat fatal. Aku akan menahan mereka, setidaknya kau bisa memberitahu lokasi Lentera Iblis Tunggal pada Patriark Fei!” Gadis yang sebaya dengan Fei Chen berhenti berlari dan menatap tajam gadis yang lebih tua darinya.
“Apa yang kau katakan Junior Xiaoya?! Aku yang mengajakmu ikut bersamaku! Ini tanggung jawabku!” jawab gadis yang tak lain adalah Murong Liuyu.
“Aku yakin Direktur Istana Mawar Biru sudah mengetahui lokasi mereka. Kita hanya perlu melarikan diri dari sini dan menghancurkan sekte ini tanpa sisa.” Murong Liuyu menarik tangan Long Xiaoya. Keduanya terus berlari meninggalkan Lembah Sunyi.
Walaupun keduanya telah berlari sejauh mungkin, sekelompok pendekar yang mengejar mereka telah berada dibelakang mereka berdua.
“Jangan membuat tindakan yang percuma! Kalian berdua telah masuk kedalam wilayah kami dan akan berakhir disini!” Teriakan lantang menggema bersamaan dengan cambuk yang menghancurkan pepohonan dihadapan Long Xiaoya dan Murong Liuyu terdengar lantang.
‘Jika saja aku tidak terkena racun orang itu...’ Murong Liuyu membatin kesal sambil membalikkan badannya menatap pria yang tersenyum menyeringai dan memegang cambuk.
“Bahkan langit tidak berpihak para kita.” Long Xiaoya tersenyum kecut menatap langit yang gelap dan hujan semakin deras.
“Dibelakang kita tebing dan didepan kita musuh.” Long Xiaoya melanjutkan.
“Saat ini kalian berdua seperti seekor tikus yang masuk kedalam kandang singa, perlu diingat kami sudah melakukan pergerakan. Kekacauan di Benteng Lembah Naga dan Benteng Lembah Pedang akan segera terjadi.” Shu Houshan menyeringai seraya menjentikkan jarinya memberi isyarat pada bawaannya agar mengepung Murong Liuyu dan Long Xiaoya.
“Jangan harap kami menyerah dengan mudah!” Murong Liuyu mengalirkan tenaga dalam pada bilah pedangnya dan menyambut serangan dari bawahan Shu Houshan.
Murong Liuyu memainkan pedangnya dengan gemulai dan menyambut serangan dari berbagai arah. Awalnya Murong Liuyu dapat bertarung seimbang walaupun kalah jumlah namun hanya dalam hitungan menit luka sobekan pada gaun yang dia kenakan membuat gadis itu menahan malu.
“Melawan dua puluh Pendekar Bumi Tahap Awal dengan kemampuan yang lemah ini adalah hal terbodoh.” Shu Houshan hanya memperhatikan bawahannya membuat Murong Liuyu terpojok sebelum mengalihkan pandangannya pada Long Xiaoya yang kurang lebih kondisinya sama seperti Murong Liuyu.
“Sepertinya ini akan berakhir dengan cepat. Apa aku harus mencicipi tubuh mereka terlebih dahulu sebelum kedatangan beliau?” Shu Houshan tersenyum menyeringai lalu mengalirkan tenaga dalam pada bilah pedangnya dan langsung menyerang secara membabi-buta.
Murong Liuyu dan Long Xiaoya melompat kebelakang secara bersamaan menghindari serangan cambuk Shu Houshan. Ditengah keputusasaan itu Long Xiaoya mendapatkan beberapa cambukan sebelum tubuhnya terhuyung karena kehilangan banyak darah.
Murong Liuyu melirik kebawah tebing sebelum menatap Long Xiaoya.
“Junior Xiaoya! Aku akan mengorbankan diriku! Kau harus membalaskan pengorbananku ini dengan kematian mereka!” Murong Liuyu mendorong tubuh Long Xiaoya ke tebing dengan harapan gadis itu selamat.
“Senior Murong! Tidak!”
Murong Liuyu tersenyum pahit dan menyambut serangan Shu Houshan yang terlihat begitu marah. Murong Liuyu hanya mampu bertahan dalam beberapa serangan saja sebelum akhirnya tubuhnya dipenuhi luka cambuk yang membuat sekujur tubuhnya lebam.
Murong Liuyu meringis kesakitan dan hampir kehilangan kesadarannya karena Shu Houshan terlihat menikmati dirinya tersiksa dan tidak berdaya.
‘Menyedihkan... Aku belum sempat mengucapkan terimakasih pada bocah tengik itu karena dia telah membalas kematian Ayahku...’ Saat Murong Liuyu berniat mengakhiri hidupnya dengan pedangnya sendiri, namun dia melihat kabut tebal mulai bermunculan.
Murong Liuyu kembali menjaga jarak dan melayangkan serangan penghabisan yang membuat tenaga dalamnya habis. Lalu Murong Liuyu menggunakan kesempatan ini untuk melarikan diri mengingat kabut yang menutupi Lembah Sunyi membuat orang tidak dapat mengetahui lokasi hawa keberadaan walaupun mendeteksinya dengan aura sekalipun.
“Sial! Kita kehilangan keduanya!” Shu Houshan mengumpat dan menyerang secara membabi-buta melampiaskan amarahnya.
Alasan mengapa lokasi Lentera Iblis Tunggal sulit ditemukan karena berada Lembah Sunyi. Kabut yang tiba-tiba muncul dan selalu menghilangkan hawa keberadaan Lembah Sunyi ini membuat jarak pandang memburuk.
“Kita kembali! Jika mereka berdua bertemu denganku, aku akan menyiksa mereka berdua hingga mati!” Shu Houshan merapatkan giginya dan mengeluarkan aura pembunuh yang pekat.
___
Cuma mau ngasih tau di babak baru ini ramalan Qiu Nue terbukti waktu dia ngeramal Fei Chen.