
PPFC 335 - Ironis
Matahari terbenam dan sosok samurai yang memandang pemakaman tercengang karena melihat ada orang yang menyelamatkan pasukan pemberontakan.
“Onigari ya? Dari yang kudengar dia memiliki kemampuan yang sama seperti beliau. Tetapi Tuan Akashi telah lama mati...” Samurai pria tersebut tertawa lalu memberikan penghormatan untuk Hirataka dan yang lainnya.
“Aku tidak akan membiarkan kematian kalian sia-sia. Aku akan mencari banyak rekan dan menepati janjiku pada Tuan Akashi untuk membebaskan negeri ini...” Samurai tersebut menyentuh tanah dan bersumpah.
Samurai pria yang merupakan tiga Samurai Pelindung Kagura ini menyamar sebagai salah satu anggota Organisasi Sakura Darah. Setelah mendengar kabar tentang kemunculan Onigari, segera samurai pria yang bernama Takamura ini bergegas menuju lokasi pemakaman setelah bertanya pada penduduk.
Takamura merupakan bawahan Hadetaka. Mengetahui ada harapan untuk membalikkan keadaan walaupun terlihat mustahil, Takamura berniat akan mencari tahu sosok Onigari dan merasa jika Onigari adalah orang yang dapat dijadikan rekan.
“Suidan, Zora, pastikan kalian mengetahui kabar ini...” Takamura bersiul setelah berkata demikian dan tak lama seekor elang terbang rendah.
Elang tersebut hinggap di pundaknya dan segera Takamura menulis sebuah pesan untuk kedua rekannya yang bernama Suidan dan Zora.
“Pergi dan beritahu pesan ini pada mereka berdua...” Takamura memberikan perintah pada elang tersebut.
Setelah elang tersebut terbang tinggi, segera Takamura kembali ke Kota Hinogawa untuk melaporkan pemakaman pasukan pemberontakan kepada Hadetaka dan memastikan kepergian Onigari.
Tenggelamnya matahari membuat Fei Chen menurunkan tubuh Ichiba saat mengetahui wanita itu terlihat kelelahan. Ichiba bukan kelelahan melainkan risih karena Fei Chen membawa tubuhnya.
“Nyonya, sebaiknya kita beristirahat disini.” Fei Chen mencoba memahami Ichiba dan segera mencari kayu kering lalu membuat api unggun.
Namun Ichiba merapikan kimono yang dikenakan dan terlihat tidak peduli akan perhatian Fei Chen. Dengan dingin Ichiba menjauh dari Fei Chen yang tengah membuat api unggun.
“Nyonya, kenapa menjauh? Api ini akan menghangatkanmu.” Fei Chen heran karena Ichiba sangat risih padanya, padahal dia sudah bersikap baik dan perhatian.
“Kau pria asing dan tentu saja aku harus menjaga jarak karena pria semuanya sama.” Ichiba dengan dingin duduk diatas batu dan menatap rembulan.
“Semua pria sama? Sudahlah, terserah anda Nyonya.” Fei Chen sebenarnya kesal akan ucapan Ichiba tetapi dia tidak ingin mempermasalahkannya.
Akhirnya Fei Chen membakar daging Binatang Iblis dan menyantapnya sendirian. Melihat Ichiba yang sama sekali tidak memperhatikannya membuat Fei Chen menghela nafas.
“Nyonya, kemari dan makanlah ini. Setidaknya ini akan membuatmu merasa bertenaga dan mengurangi rasa laparmu.” Fei Chen menawarkan daging bakar Binatang Iblis pada Ichiba.
Namun perhatiannya ini justru ditolak Ichiba mentah-mentah.
“Aku tidak butuh perhatian laki-laki. Bisa saja kau telah memberikan sesuatu pada daging itu dan akan melakukan sesuatu padaku. Aku sudah muak dengan ucapan manis pria terlebih bocah sepertimu yang bermodalkan tampang rupawan.” Kali ini ucapan Ichiba membuat Fei Chen tidak menahan diri.
“Nyonya, sikapmu ini membuatku muak. Jika dirimu bukan-” Fei Chen tidak melanjutkan perkataannya saat melihat tatapan dingin Ichiba padanya.
Ichiba mempunyai masalah pribadinya sendiri begitu juga dengan Fei Chen. Keduanya tidak berbicara sepatah kata pun hingga tengah malam tiba.
Terlihat Fei Chen duduk bermeditasi sedangkan Ichiba tetap terjaga karena khawatir Fei Chen akan melakukan sesuatu padanya.
Setelah melewati tengah malam, Fei Chen mengajaknya melanjutkan perjalanan dan Ichiba hanya menurut saja. Kali ini bedanya Fei Chen membawa tubuh Ichiba diatas punggung Fengxue.
Dalam perjalanan menuju Ladang Yasai, Fei Chen dan Ichiba melihat beberapa desa yang penduduknya kelaparan padahal disekeliling desa tersebut terdapat banyak lahan sayuran dan buah-buahan.
Yang lebih ironis dengan banyaknya peternakan sapi dan kerbau serta hewan lainnya, namun para penduduk desa tidak dapat menikmati hasilnya.
“Ironis. Mereka ditekan oleh para sialan itu. Aku paling membenci pemandangan ini.” Fei Chen yang berada diatas punggung Fengxue menggerutu.
“Kenapa kau sangat peduli pada mereka? Mereka bukan keluargamu dan kau adalah orang asing bukan?” Ichiba yang sedari tadi diam akhirnya angkat bicara karena mendengar Fei Chen menggerutu.
Fei Chen dengan ekspresi kesal dibalik topengnya mengatakan kepada Ichiba bahwa dirinya akan membuat perhitungan pada semua orang yang telah berani mengusiknya. Mengingat Sun Yelong beberapa kali mengusik dirinya, Fei Chen akan memberikan pelajaran pada sosok Raja Naga Iblis tersebut.
Mendengar ucapan Fei Chen justru membuat mata Ichiba melebar. Alasan yang menurutnya sangat bodoh karena berani menantang Sun Yelong.
“Dasar bocah bodoh. Bagaimana bisa mendiang suamiku kagum pada bocah ini?” Ichiba mencibir Fei Chen.
“Nyonya, aku bisa mendengar ucapanmu.” Fei Chen berkata pada Ichiba agar wanita itu sadar jika dirinya juga dapat marah.
Namun Ichiba justru memalingkan wajah dengan acuh. Fei Chen yang melihat itu mengatur aliran nafasnya untuk menenangkan diri sebelum akhirnya matanya tertuju kebawah dimana dia melihat penduduk desa dimarahi sekelompok orang yang mengenakan jubah berwarna hitam dengan gambar gagak dibelakang jubahnya.
“Sebaiknya aku melampiaskan kekesalanku pada sialan itu.” Fei Chen mengetahui jika sekelompok orang itu adalah anggota Gagak Hitam.
“Kemana?” Ichiba bertanya saat melihat Fei Chen berdiri.
“Bukan urusanmu Nyonya.” Fei Chen dengan sinis menjawab dan membuat mata Ichiba mendelik.
“Fengxue, jaga wanita ini saat aku melakukan pemanasan disana.” Fei Chen langsung terjun kebawa setelah berkata demikian.
‘Baik, Tuanku.’ Fengxue menjawab melalui telepati dan memperhatikan Fei Chen yang terlihat kesal.
‘Tuanku, sepertinya kau terlibat dengan wanita yang merepotkan...’ Fengxue hanya bisa melihat jika Fei Chen dan Ichiba terjebak dalam hubungan aneh.
‘Tetapi aku yakin semuanya akan baik-baik saja...’ Mengingat bagaimana Fei Chen yang telah menaklukkan banyak wanita, Fengxue yakin Fei Chen bisa menjaga amanah terakhir Hirataka dan membahagiakan Ichiba.
Sedangkan Fei Chen sendiri sudah berada dibawah dan berada dikerumuni anggota Gagak Hitam.