
PPFC 307 - Kaisar Penakluk Wanita
Bunga bermekaran di Kekaisaran Ma mengiringi pernikahan penguasa negeri ini. Kehebohan kembali terjadi karena selama setahun pencapaian Fei Chen sang Kaisar Ma termuda itu berhasil membuat masyarakatnya tercengang.
Dua puluh wanita dari yang seumuran sampai yang lebih pantas menjadi Ibunya menjadi pendamping barunya. Suasana kebahagiaan itu berlangsung dengan hangat dan tidak mengalami gangguan atau suatu insiden
Fei Chen dengan bangga mengundang semua keluarga Yin San, Istana Naga Neraka Terdalam bagian Kekaisaran Yin dan Kekaisaran Chu ataupun keluarga Jia Li di Kekaisaran Jia, serta Ying Xie.
Banyak tamu undangan yang turut hadir. Setelah acara pernikahan, Fei Chen mengumumkan dirinya akan memperkuat Istana Naga Neraka Terdalam dan pasukan Kekaisaran Ma untuk pertempuran yang akan datang.
Selain itu Fei Chen juga secara terang-terangan membenarkan rumor bahwa Ratu Neraka dan Raja Neraka yang akan menjadi penguasa Benua Sembilan Petir dan Benua Tujuh Bintang.
Hal yang akan Fei Chen lakukan tentu saja membalaskan apa yang menimpa Xuangang pada Kerajaan Binatang Buas di Kekaisaran Kai. Selain itu Fei Chen sudah memiliki gambaran tentang apa yang akan dia lakukan.
Masyarakat Kekaisaran Ma merasa tenang memiliki seorang penguasa seperti Fei Chen. Pemuda itu menyembunyikan beban berat yang tidak ditunjukkan pada semua orang.
Fei Chen hanya terus melangkah dan mengejar tujuannya. Pertempuran dengan Kerajaan Binatang Buas sudah tidak terhindarkan bahkan perseturuan dengan Mao Gang juga akan terjadi.
Fei Chen sendiri telah memikirkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi mulai dari kemungkinan kerjasama antara Mao Gang dan Sun Yelong ataupun invasi Raja Iblis Agung lainnnya ke negerinya.
“Chen‘er menikah dengan anakku... Aku tidak menyangka akan menjadi mertuanya...” Liang Cheng yang melihat Liang Su berpenampilan cantik tertawa pelan setelah menikmati hidangan.
Shu En yang duduk bersamanya memperhatikan anaknya yang sedang duduk bersama Ying Xie. Keduanya juga telah bertemu dan membicarakan banyak hal terutama tentang Fei Chen.
“Anakku justru sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan pada Chen‘er...” Shu En menghela nafas panjang dan melihat dua puluh wanita yang dinikahi Fei Chen terlihat bahagia.
‘Pemuda yang mengerikan... Dalam setahun dia memiliki dua puluh sembilan istri dan ribuan orang yang mengikutinya... Kaisar macam apa dia? Aku menjadi bingung harus kagum padanya atau harus menegurnya?’ Shu En kembali menghela nafas panjang dan membuat Liang Cheng menepuk pundaknya.
“Tidak usah terlalu dipikirkan. Mungkin suatu saat anakmu juga akan menjadi salah satu istri Chen‘er. Bahkan sembilan mantan Tetua Istana Bunga Persik yang tidak pernah menjalin hubungan dengan lelaki jatuh kepelukan Chen‘er.” Liang Cheng justru dengan bangga meninggikan Fei Chen.
“Benar-benar Kaisar Penakluk Wanita. Aku penasaran bagaimana dia bisa bertahan dengan banyak wanita?” Shu En menanggapinya.
“Chen‘er, rupanya dia juga menargetkan Rou‘er. Hubungan keduanya rumit tetap bagaimana bisa Rou‘er membuka hatinya kembali pada seorang pria terlebih pria itu adalah Chen‘er...” Feng Lao penasaran mengenai hubungan antara Fei Chen dan Luo Rou.
Jika Feng Lao mengetahuinya mungkin dia akan marah pada Fei Chen mengenai apa yang Fei Chen lakukan pada wanita paruh baya yang memiliki kecantikan seperti gadis dua puluhan tahun itu.
“Kalian berdua sudah mendengarnya bukan? Jadi bagaimana apakah kalian berdua akan ikut ke dalam pertempuran?” Dao Tao bertanya pada Feng Lao dan Long Jirou tentang pertempuran yang dimaksud Fei Chen.
“Aku akan ikut. Setidaknya aku akan membantu melatih para pendekar yang akan ikut dalam pertempuran. Untuk pendekar seperti kita, mencari tempat yang pantas untuk mati tidak buruk juga.” Feng Lao tersenyum lebar dan mengambil arak terbaik yang disajikan dipesta pernikahan.
“Kau meminta muridmu menyajikan arak yang kita jual dan kau meminumnya sendiri. Dasar kakek tua pemabuk.” Celetuk Dao Tao saat melihat Feng Lao menikmati arak.
“Kita hanya perlu melakukan apa yang bisa kita lakukan. Rencana Chen‘er terbilang sependapat denganku. Dari pengalaman Chen‘er belajar sehingga akhirnya dia bergantung pada orang-orang disekitarnya dan ingin memperkuat pasukannya agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.” Long Jirou kagum dengan perkembangan Fei Chen dan ingin melihat sendiri bagaimana Fei Chen menaklukkan Sun Yelong.
“Aku akan ikut ke pertempuran itu. Aku ingin menyaksikan pertarungan menantuku. Tentu aku akan membantunya.” Long Jirou menambahkan.
Disalah satu meja yang ada diruangan pesta pernikahan nampak Hong Zi Ran dan Chi Sun mengobrol. Kedua wanita itu membicarakan Fei Chen yang tertarik pada wanita dewasa atau wanita paruh baya.
“Senior Hong, apa menurutmu Patriark Fei itu memiliki kelainan? Aku tidak menyangka Senior Luo dan Senior Qie akan menjadi istrinya. Apa yang terjadi pada mereka berdua sehingga menerima pria yang lebih pantas menjadi anak mereka sebagai suami mereka?” Chi Sun bertanya karena penasaran.
Selama ini Chi Sun tidak pernah berhubungan jauh dengan lelaki namun Chi Sun tertarik mengenai hubungan percintaan seseorang.
“Junior Chi, kau harus berhati-hati pada bocah itu. Kita tidak mengetahuinya siapa yang akan jatuh kepelukan bocah itu selanjutnya...” Hong Zi Ran memikirkan bagaimana Fei Chen yang menolong dirinya saat terkena obat perangsang.
‘Chen‘er, kau sangat keterlaluan!’ Batin Hong Zi Ran berteriak saat mengingat semua itu.
Chi Sun heran dan tidak bertanya lagi. Wanita itu hanya menatap raut wajah dua puluh yang nampak bahagia karena telah menjadi istri sah Fei Chen.
Acara pernikahan pun terus berlangsung hingga akhirnya selesai dan berlanjut ke acara selanjutnya.