
PPFC 152 - Kemunculan Gao Lu Ma
Pertama kali mendengar kabar ini Yin Jinxia terlihat syok karena mengkhawatirkan kondisi orang tuanya. Tanpa berpikir jernih Yin Jinxia membawa pedangnya dan langsung bergegas menuju Ibukota Huayin.
“Tuan Putri, jangan terburu-buru!“ Fei Chen menatap tajam Yin Jinxia karena dirinya pun mengkhawatirkan dengan apa yang terjadi pada Istana Mawar Biru mengingat Jia Li berada disana.
“Disaat kita berbicara seperti ini... Mungkin saja orang tuaku-”
“Apa benar Gao Lu Ma menyandera Ayahnya?” Fei Chen berdiri dan bertanya pada pria pembawa pesan Istana Mawar Biru tersebut.
Pria itu terlihat ragu, “Aku yakin dia adalah Raja Iblis Buas Gao Lu Ma. Seingatku Direktur Ling memberitahuku agar memberitahu hal ini kepada Tuan Putri.”
Fei Chen menebak jika pria tersebut melupakan sesuatu yang penting sehingga dia ingin memastikan sendiri kebenarannya.
“Tuan Putri, aku akan ikut denganmu.”
“Kau tidak perlu ikut campur-”
“Ikut campur katamu? Aku mengkhawatirkan kondisi Lili. Jangan salah paham.” Fei Chen menatap Su Xiulan dan memberi tanda pada wanita berambut putih itu agar membawa Yin Jinxia.
“Kakek Long, Kakek Dao, kita akan bicarakan pertemuan tadi di lain hari. Beberapa hari kedepan aku akan kembali ke Lembah Pedang, kita bisa membicarakan masalah yang belum terselesaikan disana.” Setelah berkata demikian Fei Chen menghilang.
“Hei kau gadis kecil, pegang selendangku ini jika ingin cepat sampai ke rumahmu.” Su Xiulan melempar selendangnya dan langsung mengikat tubuh Yin Jinxia sebelum menyusul Fei Chen.
“Kya!” Yin Jinxia menjerit kaget saat tiba-tiba tubuhnya dibawa terbang.
“Masalah selalu saja datang... Aku rasa semua ini hanyalah rencana Gao Lu Ma untuk mengelabui kita semua. Dia pasti sudah menyadari kemunculan Fei Chen dan melakukan pengalihan dengan membuat kekacauan di Ibukota Huayin...”
San Zhu menghela nafas panjang karena ingin memberitahu hal tersebut kepada Fei Chen namun pemuda itu sudah pergi terlebih dahulu.
Tanpa menunggu lebih lama San Zhu langsung menyusul Fei Chen dan Su Xiulan.
“Tunggu, kenapa kita diam?! Tuan Putri baru saja dibawa pergi!” Song Bei menepuk keningnya karena baru tersadar dari lamunannya.
Melihat pasukan militer Kekaisaran Yin kembali ke Ibukota Huayin membuat Dao Tao dan Long Jirou menggelengkan kepalanya.
“Sebaiknya kita berkunjung ke tempat Saudara Feng. Ada banyak hal yang ingin ku bicarakan dengannya dan aku ingin meminta maaf dengan tulus padanya...” Long Jirou tersenyum kecut saat mengingat Feng Lao yang berniat mencegah peperangan justru menjadi korban.
“Aku juga sama.” Dao Tao ikut tersenyum kecut sebelum akhirnya mereka duduk melingkar membahas Feng Lao.
Sementara itu suasana di Ibukota Huayin tidak seperti yang dikhawatirkan Yin Jinxia ataupun Fei Chen. Memang kemunculan pendekar Lentera Iblis Tunggal yang tiba-tiba menyerang pasukan militer Kekaisaran Yin membuat kepanikan.
Tetapi mereka hanya menculik sosok Yin San dan mengirim pesan kepada para pejabat Kekaisaran Yin agar memberikan Tujuh Permata Bintang kepada mereka.
“Apa tidak ada tanda-tanda pergerakan dari Istana Mawar Biru?”
Saat ini di Istana Yin terlihat Tan Wuyun sedang duduk disinggsana sambil menginjak tubuh Yin San yang dijadikan sandera.
“Tidak ada Senior Tan. Sejauh ini mereka hanya melakukan penjagaan.”
Mendengar jawaban bawahannya membuat Tan Wuyun bernafas lega mengingat kemampuan Ling Shan jauh diatasnya.
“Kita akan menunggu beliau kemari bersama saudara kita yang lainnya. Sepertinya orang ini benar-benar tidak mengetahui keberadaan Tujuh Permata Bintang.”
Tan Wuyun tidak menyadari bahwa dirinya hanya dijadikan pengalihan oleh Gao Lu Ma untuk memastikan kebenaran tentang kemunculan Fei Chen yang menghalangi rencananya.
“Apa kalian belum menemukan istri Kaisar lemah ini?“ Tan Wuyun bertanya pada bawahannya.
“Belum Senior Tan. Kami sama sekali tidak bisa melacak keberadaannya.”
Jawaban bawahannya membuat Tan Wuyun murka dan menginjak badan Yin San dengan keras.
“Dasar tidak berguna!” Tan Wuyun mengepalkan tangannya berjalan menuju ruangan para dayang Istana.
Bersamaan dengan situasi yang terjadi di Ibukota Huayin, Raja Iblis Buas Gao Lu Ma sedang mengadakan pertemuan secara pribadi dengan pemimpin Lentera Iblis Tunggal yang bernama Sun Ma.
“Yang Mulia Gao, jadi bagaimana rencana anda? Menurutku lebih baik kita menghabisi Lembah Naga dan Lembah Persik.”
Sun Ma berkata sambil berjongkok dihadapan Raja Iblis Buas Gao Lu Ma.
“Tidak semudah itu, Sun Ma. Aku tidak takut terhadap pemuda bernama Fei Chen, tetapi aku takut jika ada orang yang membantu pemuda itu. Semoga saja tebakanku salah.” Raja Iblis Gao Lu Ma menatap bulan sambil merenungi kembali kemunculan Fei Chen.
‘Aku menerima kabar ini jika dia muncul di Benua Sembilan Petir, Kekaisaran Ma lalu Kekaisaran Yin. Jika tujuannya adalah menghentikan Sembilan Kekacauan Surgawi, maka aku tidak boleh meremehkan pemuda bernama Fei Chen ini...’
Gao Lu Ma berdiri dan menatap dingin Sun Ma yang masih jongkok dihadapannya.
“Jangan ada yang pergi ke Ibukota Huayin selain Shu Houshan. Kirim dia untuk mengamati situasi yang terjadi di Ibukota Huayin.”
“Baik, Yang Mulia Gao.”
Selepas kepergian Sun Ma, Raja Iblis Buas Gao Lu Ma kembali duduk.
“Pemuda ini sudah dipastikan mengincarku dan Raja Iblis Naga. Era Kekacauan yang diinginkan Yang Mulia Mao akan segera terjadi jika pemuda itu adalah salah satu pemilik kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi!”
Selang beberapa saat Raja Iblis Buas Gao Lu Ma tertawa diikuti dengan suara petir yang memecah daratan.