
PPFC 219 - Pertemuan Lima Raja Iblis Agung
OPENING ARC 7 - Kutukan Raja Neraka
Pulau Sembilan Keseimbangan.
Ruang pertemuan Lima Raja Iblis Agung terlihat masih sepi karena didalamnya hanya terdapat Shin Yinfeng bersama dua orang yang sudah mencapai puncak Pendekar Dewa.
“Kalian berdua tidak perlu menatapku seperti itu. Apa kalain lupa akan cincin ini?” Shin Yinfeng menunjukkan cincin berwarna hitam yang melingkar dijari manisnya.
“Dengan Cincin Sembilan Keseimbangan, aku bisa mengendalikan kalian semua para bawahan terkuat Ayahku. Diam dan turuti perkataanku jika tidak ingin Shin Mao mati.” Shin Yinfeng tertawa lepas setelah berkata demikian.
“Shin Mao! Dia adalah ayah yang tidak berguna! Aku tidak akan memaafkan apa yang telah dia perbuat pada mendiang Ibuku dan seluruh keluargaku!” Nampak kemarahan dan kebencian yang terpancar dari mata Shin Yinfeng.
Dua bawahan terkuat yang termasuk dalam Sembilan Penjaga Keseimbangan tersebut bernama Cao Yize dan Cao Zhitiao.
‘Jika tidak karena cincin itu! Mungkin aku sudah membunuhnya!’ Cao Zhitiao membatin dipenuhi kemarahan sembari menatap Shin Yinfeng tajam.
“Aku tau apa yang kau pikirkan, Zhitian? Sudah kukatakan berhenti menatapku seperti itu. Apa kau lupa jika penguasa Pulau Sembilan Keseimbangan adalah diriku?!” Shin Yinfeng berkata dengan lantang dan membuat Cao Zhitiao mengeluarkan api biru dari kedua tangannya.
Shin Yinfeng menyeringai dan terlihat tidak takut.
“Majulah!”
Segera Cao Zhitiao mengarahkan pukulannya pada wajah Shin Yinfeng namun dengan cepat Cao Yize menahannya.
“Jangan gegabah, Zhitiao! Lebih baik kau buang seluruh emosimu itu!” Cao Yize yang lebih tua menegur. Bagaimanapun situasai mereka berdua sekarang adalah budak dari Shin Yinfeng.
Dengan Cincin Sembilan Keseimbangan, Shin Yinfeng dapat membunuh sembilan penjaga yang merupakan pendekar terkuat bawahan Shin Mao. Shin Yinfeng dapat memanipulasi, mengendalikan dan memainkan perasaan Sembilan Penjaga Keseimbangan sesuka hatinya selama Cincin Sembilan Keseimbangan melingkar dijari manisnya.
“Bagus, Yezi. Dan kau Zhitiao, seharusnya kau mencontoh kakakmu ini.” Shin Yinfeng tertawa mengejek.
Dan tak lama pintu ruang pertemuan terbuka. Suara tawa senyap saat Shin Yinfeng menatap tajam orang yang memasuki ruang pertemuan.
Langkah kaki yang membuat jantung berdetak kencang karena ketakutan terdengar menggema, diiringi tetesan lava dari setiap langkah kakinya.
Pria yang baru saja memasuki ruang pertemuan adalah Mo Qiong Shan atau lebih dikenal dengan sebutan Raja Bencana.
“Seperti biasa mereka selalu saja telat. Bukankah kita harus tepat waktu. Kau setuju denganku tidak bocah?” Mo Qiong Shan tiba-tiba melempar pertanyaan pada Shin Yinfeng.
Tanpa dikawal bawahannya, Mo Qiong Shan datang dengan kepercayaan dirinya menghadiri pertemuan Lima Raja Iblis Agung yang jarang terjadi ini.
“Jaga bicaramu Raja Bencana!” Cao Yize menatap Mo Qiong Shan dingin, namun itu hanya membuat Mo Qiong Shan tertawa.
“Gararara!” Suara tawa Mo Qiong Shan membuat gendang telinga Cao Yize, Cao Zhitiao ataupun Shin Yinfeng kesakitan, “Kupikir kau lebih baik dari bocah ini, Cao bersaudara! Tetapi yang namanya kotoran di buang dimanapun tetap menjadi kotoran! Lain halnya dengan emas!”
“Aku memang mengagumi Ayahmu, Shin Mao! Tapi tidak denganmu!” Mo Qiong Shan berkata dengan tegas tanpa mengeluarkan aura pembunuh sedikitpun.
Walaupun tidak mengeluarkan aura pembunuh tetap saja hanya dengan tatapan mata ataupun ucapannya saja sudah membuat lawan bicaranya ketakutan.
“Kita hidup di dunia yang berdasarkan asas hukum rimba! Kita hanya mempunyai dua pilihan, dihancurkan ataupun menghancurkan! Jadi bagaimana, bocah? Apa kau tertarik saling bunuh denganku?!”
Shin Yinfeng gemetar ketakutan. Dia memang telah mengendalikan Sembilan Penjaga Keseimbangan, namun sejauh ini dirinya berkembang tanpa berlatih dan hanya melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan istrinya yang memiliki Tubuh Keseimbangan.
Saat Cao Yize dan Cao Zhitiao hendak mengeluarkan aura pembunuh, pintu ruang pertemuan kembali terbuka. Ruang pertemuan yang hanya bisa digapai melalui portal teleportasi membuat lokasi pertemuan Lima Raja Iblis Agung sulit dicapai.
“Bukankah kau sangat keterlaluan, Mo Qiong Shan?!” Sosok yang baru saja berbicara adalah Raja Iblis Mao Gang.
Dipunggung Mao Gang nampak dua sayap berwarna hitam yang perkasa dan pria ini didampingi oleh dua bawahannya.
“Oh, Mao? Lagi-lagi kau membawa orang baru. Kali ini sepertinya menyakinkan.” Mo Qiong Shan menajamkan matanya dan merasakan hawa keberadaan pria bertopeng yang mengawal Mao Gang menyembunyikan kemampuannya.
“Berhenti ikut campur urusanku, sialan!” Mao Gang duduk di samping Mo Qiong Shan setelah berkata demikian.
“Berhenti melakukan hal yang bodoh Gao Che! Sekali lagi, aku akan membunuhmu!” Hanya dengan ayunan tangan kanannya saja, kedua tangan bawahannya yang bernama Gao Che putus.
Gao Che segera menghentikan pendarahan dengan Qi. Gao Che sendiri merupakan salah satu anggota Lima Jari Iblis bersama dengan pria yang ikut bersamanya mengawal Mao Gang.
“Jangan membuat kesalahpahaman,” tegur bawahan Mao Gang yang bernama Juan Zhouji dan merupakan anggota Lima Jari Iblis.
“Ya, maafkan aku.” Gao Che segera diam dan tidak lagi membuat ulah.
Sementara itu Mo Qiong Shan tersenyum tipis, ‘Aku sudah mengerti akal busukmu, Mao. Jika kau berurusan denganku, maka saat itu juga adalah akhir darimu,’ batin Mo Qiong Shan.
“Kenapa mereka bertiga lama sekali? Apa mereka lupa waktu?” Mao Gang mendecakkan lidahnya seraya mengetuk meja dengan jarinya.
Kembali pintu ruang pertemuan terbuka dan memperlihatkan sosok Raia Naga Iblis Sun Yelong yang tidak dalam wujud Naga. Pria berbadan besar dan kekar itu didampingi dua bawahan terkuatnya yakni Yun Shang dan Dan Jin.
“Baru kalian berdua? Tidak mengherankan.” Sun Yelong mengerutkan keningnya sebelum duduk disamping Mao Gang.
“Pertemuan ini diadakan karena ulahmu, kadal bodoh!” Mao Gang menyindir pembantaian yang dilakukan Sun Yelong terhadap penduduk Kekaisaran Chu ataupun kekuasaannya di Kekaisaran Kai.
Namun yang menarik perhatian Mao Gang adalah pertarungan antara Sun Yelong dengan Fei Chen.
“Tidak perlu menyinggungku, Mao! Apa kau tidak lupa jika Raja Iblis Buas yang kau manipulasi telah mati! Bertindak dalam bayangan dan tidak mengotori tangan! Itulah perbedaan diriku dengan pecundang sepertimu, Mao!” Sun Yelong membalas sengit.
“Tarik kembali kata-katamu-” Saat Gao Che hendak menegur Sun Yelong, tiba-tiba pintu ruang pertemuan kembali terbuka.
“Aku keempat. Ini tidak baik, seharusnya aku datang lebih awal.” Sosok pria sepuh dengan tatapan dingin muncul bersama dua arwah pria yang menggunakan pedang.
Sosok kedua arwah itu hanya bisa dilihat dengan memusatkan aura tubuh ataupun Qi pada kedua bola mata.
“Kita datang bersamaan, Xiao Ho Chi. Jadi kita sama-sama diposisi keempat.” Dari belakang pria sepuh itu terdengar suara lantang seseorang.
“Herarararara! Lihat dirimu itu! Kau tidak setua itu bukan?!” Kembali suara itu terdengar dan memperlihatkan sosok pria paruh baya yang datang bersama satu pengawalnya.
Pria sepuh yang baru saja duduk disamping Sun Yelong adalah Xiao Ho Chi atau lebih dikenal dengan sebutan Raja Iblis Langit, sedangkan pria paruh baya yang berbicara padanya adalah Heng Long dan dikenal dengan sebutan Raja Kekacauan.
Xiao Ho Chi menggunakan salah satu teknik pengubah wujud yang membuatnya menjadi seorang pemuda.
“Seperti biasa kau sangat tidak ramah, Heng Long.” Xiao Ho Chi menatap kesal Heng Long yang duduk disampingnya.
“Sepertinya semua telah berkumpul.” Heng Long memperhatikan semua orang yang hadir di ruang pertemuan dan pandangannya jatuh kepada Gao Che.
“Bisa kita mulai pertemuannya, Pangeran Iblis Kuno?” ujar Xiao Ho Chi sambil menatap Shin Yinfeng.
Shin Yinfeng mengangguk dan menatap seluruh tamu undangan yang menghadiri pertemuan Lima Raja Iblis Agung.
“Mari kita mulai pertemuan agung ini...” Shin Yinfeng berdiri dan meminta penjelasan tentang kemunculan sosok baru Raja Neraka dan kembalinya Ying Xie sang Ratu Neraka kepada kelima Raja Iblis Agung.
Akhirnya pertemuan Lima Raja Iblis Agung dimulai.
___
Bonus Picture
[Murong Liuyu] [Umur 23 Tahun] [Dewi Pedang Yin] [Sumber : Pinterest]
[Long Xiaoya] [Umur 17 Tahun] [Peri Naga Yin] [Sumber : Pinterest]