Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 105 - Ciuman Pertama Ling Ye


PPFC 105 - Ciuman Pertama Ling Ye


Saat pintu terbuka, Liuya dan Ling Ye memejamkan matanya karena menebak Pangeran Fuchu telah melakukan hubungan dengan salah satu pelayan didalam sana.


Benar saja tebakan kedua perempuan dan reaksi Fei Chen yang melihat itu hanya tenang. Fei Chen melihat Pangeran Fuchu yang terbaring sedangkan sosok wanita paruh baya bergerak cepat diatas tubuhnya.


“Argh! Nona Ling! Kenapa kalian tidak mengetuk-”


Pangeran Fuchu tidak melanjutkan perkataannya dan segera mendorong tubuh wanita yang bergerak diatas tubuhnya, “Sadar akan posisimu!”


Sangat kasar Pangeran Fuchu menjambak rambut wanita tersebut dan menampar pipinya. Kemudian Pangeran Fuchu mengenakan pakaiannya dan segera berjalan mendekati Ling Ye.


‘Malam ini aku akan memastikan kau jatuh kedalam dekapanku, Ling Ye!’ Tatapan Pangeran Fuchu terlihat seperti seekor singa buas yang menemukan mangsanya.


“Sebelum kita memulai acara pembicaraan pertunangan kita, aku ingin mengajakmu berkencan pemilik rumah hiburan, Nyonya Fen Liuya, istri mantan kepala bangsawan Fen yang memberontak sepuluh tahun lalu.”


Pangeran Fuchu menjentikkan jarinya dan seketika semua pendekar yang bersembunyi muncul. Kemampuan pendekar yang berjumlah dua puluh orang itu berada di tahap menengah Pendekar Kaisar.


“Aku pikir mereka pelayanan pria rumah hiburan ini... Pantas saja hawa keberadaannya terlalu lemah...” Fei Chen menggelengkan kepalanya.


Awalnya Pangeran Fuchu tidak terlalu mempedulikan keberadaan Fei Chen, namun setelah mendengar gumamam pemuda itu, dia langsung menatapnya tajam.


“Jelata! Kau siapa?! Beraninya berdiri disamping Nona Lingku!”


“Nyonya Liuya, kau berhutang penjelasan padaku...“ Fei Chen membunyikan lehernya dan langsung memukul wajah Pangeran Fuchu hingga tersungkur ke lantai, “Kau menjambak dan menampar salah satu pekerjaku! Rumah hiburan ini adalah milikku! Siapapun yang berani mencari keributan disini, maka dia akan berhadapan denganku!”


“Tuan...” Liuya menelan ludah. Dia merasa hidupnya benar-benar akan berakhir karena bagaimanapun identitasnya telah terbongkar.


“Chen‘gege, jangan terlalu kasar. Bagaimanapun dia adalah seorang pangeran...” Ling Ye berbisik ditelinga Fei Chen agar pemuda itu tidak bertindak terlalu jauh.


“Sakit! Kenapa kalian diam saja?! Apa yang kalian tunggu! Cepat bunuh dia!” Pangeran Fuchu memberikan perintah pada dua puluh pengawalnya namun hal yang mengejutkan terjadi.


Dua puluh pengawal tersebut dibuat terkapar dan pingsan dalam satu kali pukulan Fei Chen. Mulut Pangeran Fuchu terbuka lebar dan tidak berkata sepatahpun.


“Sungguh menyedihkan. Aku berpikir kau orang yang kuat pangeran, tetapi kau hanyalah sampah yang bersembunyi dibalik nama besar ayah keparatmu itu.” Fei Chen berjalan mendekati Pangeran Fuchu sambil menarik pedangnya, “Jadi kau ingin mati bagaimana?”


“Eh?” Pangeran Fuchu terkejut.


“Tunggu! Ampuni aku! Aku tidak bermaksud-”


“Cukup basa-basinya... Kau benar-benar memuakkan...” Fei Chen hendak memenggal kepala Pangeran Fuchu namun ayunan tangannya berhenti saat Pangeran Fuchu mengatakan sesuatu.


“Kau siapanya Nona Ling? Dia adalah tunanganku! Jika kau adalah kekasih gelapnya! Kau harus menerima tantanganku untuk mendapatkan hatinya!”


Sebuah perkataan bodoh yang sebenarnya Fei Chen bisa hiraukan namun Ling Ye terlihat tertarik bahkan gadis itu dengan santainya menarik lengan panjang Fei Chen.


“Bagaimana jika kita mengobrol berdua dengan arak sebagai minumannya...” Pangeran Fuchu tersenyum dan berdiri tertatih. Dia sengaja mengulur waktu sampai pasukan militer Kekaisaran dan pendekar dari Gunung Golok Kembar datang.


‘Aku akan membalas perbuatanmu!’


Ling Ye tersenyum dan dengan sengaja memeluk tangan kanan Fei Chen hingga menyentuh langsung belahan dadanya.


‘Keparat ini!’ Wajah Pangeran Fuchu dipenuhi kecemburuan.


“Chen‘gege, kau tidak akan tumbang bukan? Buktikan dirimu pantas untukku sayang...”


Kemesraan yang dilakukan Ling Ye membuat Pangeran Fuchu mengepalkan tangannya erat-erat.


Pangeran Fuchu berjalan mendekati Liuya dan berbisik, “Berikan arak terbaik dan obat perangsang pada Nona Ling jika kau tidak ingin menjadi mainan bawahan Ayahku. Tenang saja, aku akan merawat tubuhmu untukku sendiri, Nyonya Fen...”


Liuya berkeringat dingin dan langsung menyiapkan apa yang diperintahkan oleh Pangeran Fuchu.


Fei Chen hanya menggelengkan kepalanya, ‘Dia berpikir masih bisa mengancamku? Sialan ini! Aku akan memastikan kematian untuknya!’


“Kau belum menjawab pertanyaanku. Kau siapa?” Pangeran Fuchu kini berdiri dihadapan Fei Chen dengan gagahnya.


“Pangeran, dulu aku pernah mengatakan padamu jika aku memiliki seorang kekasih dan dia adalah kekasihku.” Bukannya Fei Chen, justru Ling Ye yang menjawab.


Pangeran Fuchu tidak percaya dan meminta bukti, “Buktikan padaku jika kalian adalah sepasang kekasih?”


Pangeran Fuchu mengetahui jika Ling Ye tidak memiliki kekasih apalagi teman pria. Gadis itu adalah idaman para pria di Kekaisaran Jia dan tentu Pangeran Fuchu tidak akan melepaskannya begitu saja.


Bahkan saat nyawanya terancam sekalipun, Pangeran Fuchu masih dapat berpikir jika dirinya lah yang kelak akan menaklukkan hati Ling Ye.


“Jika Pangeran membutuhkan bukti maka aku akan membuktikannya.” Ling Ye menoleh menatap Fei Chen.


‘Cium keningku!’ Ling Ye menaikan alisnya dan berharap Fei Chen memahami isyarat darinya.


Fei Chen tersenyum tipis dan memegang dagu Ling Ye, sedetik kemudian dia mengecup bibir ranum Ling Ye dihadapan Pangeran Fuchu.


Mata Ling Ye melebar saat Fei Chen memperdalam ciumannya dan menari didalam rongga mulutnya. Tubuh Ling Ye bergetar hebat merasakan sensasi luar biasa yang pertama kali dia rasakan dalam hidupnya.


Fei Chen melepaskannya dan berkata, “Ye‘er, apa perlu aku mengajarimu?”


Mata Pangeran Fuchu melotot tidak percaya menatap Fei Chen penuh kemarahan terlebih saat melihat ekspresi Ling Ye yang malu-malu.


“Pangeran, semuanya sudah siap.”


Beruntung Liuya datang membawa beberapa guci arak, jika tidak Pangeran Fuchu akan memukul Fei Chen tanpa berpikir panjang dan tentunya dirinya sendiri akan berakhir mengenaskan.


‘Lihat saja, aku akan menodai Nona Ling dihadapanmu!’ Berbeda dengan Pangeran Fuchu yang sudah memiliki siasat, Ling Ye justru melamun karena ciuman pertamanya direbut Fei Chen dengan cara yang tidak pernah dia duga.


‘Ciuman pertamaku... Aku kehilangan ciuman pertamaku...’ Sambil memegang bibirnya, Ling Ye melamun sendiri didalam pikirannya.


Fei Chen sendiri memerah wajahnya karena dirinya berniat mengerjai Ling Ye, namun tidak menyangka akan sejauh itu.