
PPFC 345 - Dominasi Onigari
Suara hembusan angin keras menerpa Kota Hinogawa saat Fei Chen mengeluarkan Pedang Sembilan Petir dari telapak tangannya. Fei Chen berniat akan membinasakan Organisasi Sakura Darah untuk mengurangi kekuatan tempur Kerajaan Binatang Buas.
“Jadi dia Onigari? Jangan menyerangnya lebih dulu! Aku ingin bernegosiasi dengannya!” Nampak pria bernama Hadetaka memberikan perintah pada bawahannya.
“Tetapi Tuan Hadetaka, dia telah membunuh rekan kita-”
“Diam! Apa kau membantah perintahku?!” Sebelum salah satu samurai selesai berbicara, Hadetaka sudah berteriak lantang.
Fei Chen memperhatikan Hadetaka dan merasa bisa menggunakan pria itu untuk mengetahui informasi internal tentang Shogun Raido ataupun Sun Yelong.
“Tuan Onigari. Apa tujuanmu datang kemari?” Hadetaka berjalan mendekati Fei Chen dan menjaga jarak setelah dirasa cukup dekat.
Fei Chen tidak menjawab pertanyaan Hadetaka melainkan mengeluarkan aura pembunuh yang pekat kearah para samurai Organisasi Sakura Darah. Tidak butuh waktu lama bagi para samurai Organisasi Sakura Darah merasakan tekanan aura pembunuh yang dilepaskan Fei Chen.
Hadetaka sendiri mengerutkan keningnya. Dia menyadari bahwa Fei Chen tidak dapat diajak bernegosiasi.
‘Aku ingin bekerjasama dengannya dan menjebaknya, tetapi sepertinya dia bukan tipe orang yang bisa diajak bicara.’ Hadetaka mengumpat dalam hati sebelum kembali bertanya pada Fei Chen.
“Tuan Onigari, apa kau tertarik bergabung dengan kelompokku ini?”
Sebuah pertanyaan konyol ini membuat Fei Chen mengeluarkan Qi yang besar. Fei Chen menghilang dari pandangan Hadetaka dan muncul disebelahnya.
“Apa hanya itu yang ingin kau tanyakan? Bukankah sudah jelas kedatanganku kemari untuk menghabisi kalian semua!”
Seketika tubuh Hadetaka bergidik saat mendengar ucapan Fei Chen. Para samurai Organisasi Sakura Daraj justru bergerak tanpa perintah Hadetaka.
Terlihat beberapa samurai mengincar Ichiba. Fei Chen mengetahui hal ini dan membunyikan lehernya lalu berpindah tempat disamping Ichiba sambil memegang pedangnya.
Hanya dalam satu kali ayunan pedangnya, Fei Chen berhasil membunuh beberapa samurai yang mengincar Ichiba. Fei Chen heran karena kecantikan Ichiba membuat para samurai itu gelap mata.
“Sepertinya kalian sudah bersiap untuk mati ya?” Fei Chen mengangkat pedangnya keatas langit dan mengalirinya dengan Qi.
Seketika kilat berwarna ungu keluar dari pedangnya disusul serangan sambaran petir berwarna ungu dari atas langit.
“Hati-hati dia akan mengeluarkan sesuatu!”
“Menghindar!”
Sambaran petir demi sambaran petir menghantam para tubuh samurai Organisasi Sakura Darah. Fei Chen tidak berhenti sampai disitu saja, saat melihat para samurai Organisasi Sakura Darah kesulitan menghindari serangannya, Fei Chen menggunakan kesempatan itu untuk membunuh mereka.
“Aku akan mengakhirinya dengan cepat!” Fei Chen dengan kecepatan tinggi bergerak sambii memainkan pedangnya.
Dalam sekejap dan hitungan menit Fei Chen sudah berhasil membunuh semua anggota Organisasi Sakura Darah kecuali Hadetaka yang disandera anggotanya sendiri.
“Takamura!”
Mendengar nama itu Fei Chen pun mengetahui jika pria yang menyandera Hadetaka adalah rekan dari Suidan dan Zora. Bisa dibilang Takamura adalah orang yang mengarahkan Suidan dan Zora bahwa Onigari adalah rekan mereka semua dalam pemberontakan.
“Tuan Onigari jangan mendekat atau orang ini akan mati!” Takamura ingin memberitahu pada Fei Chen bahwa dirinya adalah seorang rekan.
Tetapi mengingat sosok Fei Chen bukanlah orang yang mudah diajak bicara, Takamura berpikir dapat menggunakan Hadetaka sebagai sandera karena Hadetaka memiliki banyak informasi yang ingin diketahui Fei Chen.
“Untuk apa aku peduli dengan nyawa orang itu? Terserah kau mau membunuhnya atau tidak, itu bukan urusanku.” Fei Chen justru berjalan mendekati Ichiba dan mengulurkan tangannya.
“Mari Nyonya kita pergi.” Fei Chen tersenyum hangat pada Ichiba dari balik topengnya.
“Bocah...” Ichiba tersenyum karena merasa ditatap hangat oleh Fei Chen. Wanita menerima uluran tangan Fei Chen dan hanya mengikuti saat Fei Chen membawanya menuju Rumah Hiburan Temari.
Takamura mencegat Fei Chen dan menatapnya tajam.
“Apa yang ingin kau lakukan?” Takamura bertanya dan masih menyandera Hadetaka.
“Apa yang ingin aku lakukan? Tentu saja aku ingin melepaskan penatku bersama Nyonya di Rumah Hiburan. Benar begitu Nyonya?” Fei Chen sengaja mengatakan itu untuk menggoda Ichiba.
Nampak wajah Ichiba terkejut dipenuhi pertanyaan, “Eh?”
“Minggir, Takamura. Aku sudah mengetahui siapa dirimu. Lebih baik kau suruh Tuan Putrimu itu untuk bertemu denganku. Zora dan Suidan sudah setuju dengan hal ini. Aku ingin memastikan sendiri kebenaran tentang keluarga Kagura dan mendengarkan sendiri kebenarannya.”
Tentu saja saat mendengar hal ini Takamura langsung mendorong tubuh Hadetaka hingga pria itu tersungkur ke tanah.
“Jadi kau telah bertemu dengan Suidan dan Zora, Tuan Onigari? Kalau begitu kita adalah rekan. Aku akan berusaha mempertemukan anda dengan beliau,” ucap Hadetaka girang.
“Kalau begitu, aku ingin berbicara denganmu Hadetaka. Cepat bawa kami menuju kediamanmu atau kau ingin mati!” Fei Chen mengancam Hadetaka dan membuat pria ketakutan.
“Ba-baik, Tuan Onigari!”
Sifat pengecut Hadetaka dimanfaatkan Fei Chen untuk mengorek semua informasi yang dimiliki pria itu. Sesuai perkiraan Fei Chen tentang Hadetaka, pria itu mencoba meyakinkan dirinya dan menarik perhatiannya agar tidak dibunuh.
Bahkan dengan sukarela Hadetaka menyiapkan kamar besar untuk Fei Chen dan Ichiba. Fei Chen tidak menginginkan ini, yang dia inginkan adalah informasi mengenai Sun Yelong ataupun Shogun Raido.
“Hadetaka, kau menyadarkan posisimu bukan? Aku bisa saja membunuhmu sekarang juga jika aku mau. Tetapi sebelum itu, aku ingin kau memberitahuku sejumlah informasi mengenai musuhku.” Fei Chen duduk dengan tatapan mendompleng dihadapan Hadetaka.
Walaupun memakai topeng, Hadetaka merasa dirinya ditatap dingin dan tajam oleh Fei Chen. Segera Hadetaka menceritakan kepada Fei Chen tentang Organisasi Sakura Darah dan sosok pria bernama Yoshimitsu.
Takamura terkejut karena Fei Chen dapat membuat Hadetaka buka suara. Ya, setelah merasakan tekanan aura pembunuh Fei Chen, Hadetaka menyadari jurang diantara keduanya dan batas kemampuannya.
Sekarang yang ada dipikiran Hadetaka adalah mendapatkan kepercayaan Fei Chen.