
PPFC 309 - Ayah Tiri Muda
“Chen‘gege, Chen‘gege, apa kau serius ingin menjadikanku sebagai Jendral Bulan?” Ma Mingyan tersenyum sumringah saat tidak sengaja mendengar perbincangan Xhin Li Wei dengan Fei Chen.
“Yan‘er, ini semua tergantung padamu. Jika kau ingin berkembang dan menjadi seorang pendekar, aku akan mendukungmu. Aku sudah memikirkan hal ini, tiga jendral Kaisar Ma adalah para pendekar muda yang akan kulatih. Ji Ho salah satunya...” Fei Chen berkata dan semakin membuat Ma Mingyan bahagia.
“Aku sayang Chen‘gege!” Ma Mingyan langsung memeluk Fei Chen dan bergelantungan di badannya.
“Tiga Jendral Bulan ya? Aku sudah memiliki dua nama dan yang satunya... Sepertinya aku harus mencarinya sendiri.” Fei Chen menggumam pelan sambil mengelus kepala Ma Mingyan.
Setelah itu Fei Chen bergegas menuju pusat alun-alun Ibukota Mafei untuk melihat sendiri orang-orang yang ingin bergabung kedalam Istana Naga Neraka Terdalam.
Sekte yang Fei Chen bentuk ini merupakan sekte terbesar yang pernah ada. Fei Chen sendiri sudah menghancurkan banyak aliran hitam namun dia yakin suatu saat aliran hitam akan bangkit kembali.
Walaupun adu domba yang dilakukan Qi Che dan Mao Gang berhasil membuat dunia persilatan hancur dan berat sebelah, Fei Chen selalu meyakini bahwa akan tetap ada kegelapan di tengah terangnya sinar matahari.
“Suami, sepertinya kita kedatangan banyak sekali orang yang ingin bergabung dengan Istana Naga Neraka Terdalam. Dari berbagai kalangan rela berdatangan untuk menjadi seorang pendekar Istana Naga Neraka Terdalam. Bukan hanya dari aliran putih dan netral saja tetapi aliran hitam juga ada, selain itu banyak penduduk biasa yang bergabung.” Xhin Li Wei langsung menjelaskan kepada suami mudanya yang baru saja sampai bersama Ma Mingyan.
Fei Chen menganggukan kepalang kemudian pandangannya jatuh kepada Ji Xiuha yang sedang berjalan bersama anak angkatnya Ji Ho. Sekarang Fei Chen sudah resmi menjadi ayah tiri Ji Ho setelah membuat sang Ibu dari anak tersebut menjadi istrinya.
“Paman! Paman!” Ji Ho langsung berlari kearah Fei Chen dan tersenyum lebar.
“Sekarang aku bukan Pamanmu lagi Ho‘er, aku adalah Ayahmu.” Fei Chen menyambut Ji Ho dengan hangat.
“Rasanya aneh tetapi baiklah, mulai hari ini aku akan memanggilmu Ayah...” Ji Ho tersenyum lebar setelah mengatakan itu.
“Suami, apa benar kau ingin menjadikan Ho‘er sebagai muridmu?” Ji Xiuha bertanya karena merasa khawatir dengan jalan yang diambil Ji Ho.
Ji Xiuha tersipu malu karena ucapan Fei Chen. Pemuda itu blak-blakan mengatakan bahwa Ji Ho adalah anaknya.
“Ho‘er, kau duduklah dengan tenang bersama Tuan Putri. Ayah akan pergi kesana sebentar.” Fei Chen menunjuk barisan orang yang mengantre dan Ji Ho yang mengerti langsung berjalan menuju tempat duduk yang dimaksud Fei Chen.
Keramaian di alun-alun tengah kota membuat semua orang terkejut saat melihat kedatangan Fei Chen. Semua orang yang ada disana memberi hormat dan menundukkan kepalanya..
Fei Chen mengangkat tangannya dan meminta semua orang untuk menyerangnya. Raut wajah kebingungan nampak memenuhinya wajah orang-orang yang berjumlah seribu orang tersebut.
“Menyerang Yang Mulia? Apa boleh kita melakukan itu?”
“Dengan orang sebanyak ini Yang Mulia dengan percaya diri mengatakan itu. Tidak buruk.”
“Bahasa kita bisa menyerang salah satu dari Raja Iblie Agung?”
Mendengar gumamam orang yang dipenuhi keraguan serta gumamam orang yang percaya diri membuat Fei Chen tersenyum.
“Tidak perlu sungkan. Anggap saja orang yang ada dihadapan kalian ini adalah musuh. Ini merupakan tes untuk diriku menentukan keahlian kalian. Entah kalian akan menjadi seorang pendekar atau membantu pengobatan diperang. Jadi majulah melawanku.”
Mendengar ucapan Fei Chen seketika seribu orang yang ingin bergabung dengan Istana Naga Neraka Terdalam menyerang dirinya secara bersamaan.
“Bagus” Fei Chen tersenyum dan sama sekali tidak menggunakan Qi saat seribu orang menyerangnya secara bersamaan.
Dengan gerakan yang lembut Fei Chen memulai menangkis pukulan dan serangan yang datang dari berbagai arah.