
PPFC 203 - Kekacauan Hebat Di Lembah Sunyi
Jia Li menaikan alisnya saat melihat senyuman lebar Shu Houshan saat pedangnya mengayun cepat mengincar lehernya. Apa yang terjadi selanjutnya adalah pedang Jia Li yang membunuh lima pendekar Lentera Iblis Tunggal yang secara sukarela mengorbankan diri menjadi tameng hidup Shu Houshan.
“Pecundang!” Jia Li kembali mengayunkan pedangnya dan langsung membunuh dua puluhan pendekar Lentera Iblis Tunggal yang menjadi tameng hidup Shu Houshan.
“Kecantikan yang sulit ditandingi! Dewi Pedang Giok Jia Li!” Shu Houshan tidak berkedip saat melihat paras Jia Li yang menawan. Secepat mungkin pria itu mengalihkan serangannya kepada Jia Li.
‘Cambuk ini bergerak sesuai keinginannya!’ Yin Jinxia terkejut saat serangan cambuk Shu Houshan berhasil menghancurkan banyak serpihan es yang dia ciptakan.
Melihat Shu Houshan meremahkan dirinya, Yin Jinxia akhirnya memutuskan menarik kembali pedangnya yang dia tancapkan pada tanah sebelum bergerak dengan kecepatan tinggi membunuh pendekar Lentera Iblis Tunggal yang menghalanginya.
“Apa tujuan kalian berdua kemari? Apa ini ada hubungannya dengan dua gadis yang menghilang?” Sengaja Shu Houshan memprovokasi Yin Jinxia dan Jia Li.
Yin Jinxia sendiri mempersingkat jaraknya dan langsung melepaskan satu tebasan yang dipenuhi Qi.
‘Racun?’ Yin Jinxia baru menyadari jika cambuk Shu Houshan dilapisi racun yang mematikan. Dia menajamkan matanya dan melihat dengan jelas serpihan es miliknya membekukan cairan yang mengeluarkan aura mematikan.
“Tarian Rembulan Api!”
Shu Houshan memutarkan tubuhnya dan membuat cambuk miliknya berputar diudara sebelum menciptakan hembusan angin yang membuat nafas menjadi sesak.
Yin Jinxia dan Jia Li yang menyadari racun dalam cambuk milik Shu Houshan segera menjaga jarak. Dalam posisi bertahan ini Shu Houshan mengamati bagaimana pergerakan Jia Li dan Yin Jinxia.
Saat Jia Li hendak melayangkan tebasan yang dipenuhi Qi, tiba-tiba cambuk milik Shu Houshan bergerak bebas diudara seperti ular berbisa yang terbang dengan kecepatan tinggi memburu mangsanya.
“Dia bisa mengendalikan cambuk itu sesuka hatinya!” Yin Jinxia merasakan bahaya saat melihat Shu Houshan menyeringai dan menggerakkan cambuknya dengan brutal.
“Aku mengerti Xiaxia, tetapi dia terlalu meremehkan kita itu kesalahan terbesarnya!” Jia Li tersenyum cerah seraya memperhatikan setiap pergerakanmu Shu Houshan.
Jia Li yang menjadi sasaran amukan Shu Houshan berhasil menangkis serangannya. Kerusakan dari amukan cambuk Shu Houshan menghancurkan pepohonan disekitarnya.
“Kau mampu menahan serangan ku?! Sungguh menakjubkan! Coba bertahan dari serangan yang ini!” Tiba-tiba Shu Houshan kembali mengarahkan cambuknya kearah Yin Jinxia dam Jia Li secara bergantian.
Bisa dibilang serangannya kali membabi-buta tidak peduli dengan apa yang terjadi disekitarnya. Apa yang ditakutkan oleh Jia Li dan Yin Jinxia adalah racun yang melapisi cambuknya Shu Houshan.
Permainan pedang Yin Jinxia yang anggun dengan tebasan yang membekukan apa saja itu berhasil menerobos masuk kedalam pertahanan Shu Houshan dengan membekukan cambuk pria tersebut begitu juga dengan racun yang melalui cambut itu.
“Tarian Rembulan Es!”
Yin Jinxia berhasil membekukan setengah cambuk Shu Houshan yang memanjang. Sebelum Shu Houshan menghancurkan es yang membekukan cambuknya, Yin Jinxia lebih dulu melepaskan aura tubuhnya dan memanipulasi es lebih besar dari sebelumnya.
Dengan menggunakan Qi berjumlah besar tentu saja hal yang dilakukan Yin Jinxia sangat efektif untuk membekukan cambuk kesayangan Shu Houshan.
“Sialan!” Shu Houshan mengumpat bersamaan dengan serangan tebasan pedang Jia Li yang mengarah padanya.
Shu Houshan menghindar dan menatap tajam Jia Li yang melompat kearahnya dan memainkan pedangnya gemulai.
“Bagaimana jika kita adakan kemeriahan disini?” Jelas Shu Houshan menyadari jika dirinya dalam keadaan terdesak sehingga pria itu bertarung secara habis-habisan.
‘Apa yang orang ini katakan?’ Jia Li membatin dan sama sekali tidak mengerti ucapan Shu Houshan.
Tidak lama setelah Shu Houshan melompat jauh memperlebar jaraknya dengan Jia Li, pria itu mengeluarkan aura tubuhnya dalam jumlah besar dan mengarahkan pukulan yang membabi-buta.
Tindakannya ini memancing Guncangan Buas. Shu Houshan melakukan ini karena dia yakin Raja Iblis Buas Gao Lu Ma dapat mengatasinya atau menghentikan Guncangan Buas yang terjadi secara mendadak di Lembah Sunyi.
Jia Li terlihat kesal dan sudah mempersingkat jarak sambil mengayunkan pedangnya yang dipenuhi energi pedang.
“Ilmu Dewi Pedang... ”
“Teknik Hasrat Kematian — Cinta Pandangan Pertama!”
Jia Li mengincar leher Shu Houshan dan berhasil memotongnya. Gadis itu memejamkan matanya saat memotong kepala Shu Houshan dan langsung mengibaskan pedangnya secara cepat sebelum akhirnya melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar.
“Situasi ini diluar dugaan kita Xiaxia. Setidaknya kita telah berhasil membunuh salah satu Tetua Lentera Iblis Tunggal.” Jia Li merasakan hawa keberadaan Binatang Iblis yang mendekati lokasi mereka secara bergerombol.
“Ya kau benar Lili dan kita berdua harus mengatasi ini...” Yin Jinxia sudah bersiap melepaskan serangannya saat mengetahui amukan gerombolan Binatang Iblis mengarah padanya.
Keduanya langsung bergerak secara bersamaan dengan gerombolan Binatang Iblis yang menjadikan mereka berdua target amukan.