
PPFC 95 - Fuzhong
Selepas berpisah dengan She Peng, Fei Chen terus melakukan pergerakan menuju kota terdekat yang dekat dengan Ibukota Jua yang yakni Kota Fuzhong.
‘Peta yang diberikan Bibi Mu sangat membantu...’ Fei Chen tersenyum tipis, namun mengingat tindakan agresif Mu Rong membuat senyumannya menghilang.
“Wanita memang sulit dimengerti...” Saat Fei Chen bergumam pelan telinga kanannya bergoyang.
“Tangkap wanita itu! Jangan biarkan dia melarikan diri!”
“Gu Fang! Xiang Kuan! Kita bertiga telah lama menikmatinya jadi jangan sampai dia melarikan diri! Tubuhnya itu sangat istimewa!”
Fei Chen menajamkan matanya dan menemukan seorang pemuda yang memiliki paras bangsawan didampingi dua orang pemuda yang memiliki kemampuan Pendekar Suci Tahap Awal.
“Qiu Niu yang terkenal dengan Dewi Racun Hitam telah lama kita taklukkan! Suaminya Hao San juga telah mati diperang itu! Tenang saja Tuan Zhou, kira tidak akan kehilangan barang berharga kita!” Terlihat pemuda yang menggunakan dua golok berwarna ungu itu tersenyum lebar.
“Hahaha... Kau benar-benar jahat Gu Fang! Kau memberinya minuman itu bukan?” Pemuda yang lain menanggapi.
“Ya, kita akan menangkapnya dan bersenang-senang seperti biasanya!”
Fei Chen mengamati dari atas sambil melihat para penduduk Kota Fuzhong yang terlihat tidak terganggu dengan keributan yang diciptakan pemimpin kota tersebut.
“Semuanya waspada! Ada penyusup dari Gunung Cakrawala Hitam! Jika kalian mengenal Dewi Racun Hitam segeralah menjauh! Kami akan mengatasinya!” Pemuda bernama Gu Fang yang menggunakan dua golok berwarna ungu berteriak lantang.
Teriakan Gu Fang membuat para penduduk waspada terlebih saat melihat wanita paruh baya berlari dengan langkah tertatih terlebih tubuhnya dipenuhi luka lebam.
“Dia Dewi Racun Hitam?”
“Sebaiknya masalah ini kita serahkan pada Tuan Muda Zhou dan temannya!”
“Tetapi rumor mengatakan Tuan Muda Zhou gemar mempermainkan-”
Para penduduk memilih untuk tidak berurusan dengan pemuda yang memimpin Kota Fuzhong dan bernama Zhou Bian.
‘Mereka benar-benar lebih buruk dari kami aliran hitam! Aku tidak tahan dengan semua ini! Argh! Tubuhku benar-benar terasa panas!’ Wanita yang memiliki aura dewasa itu semakin kesusahan berjalan.
Gu Fang bersama temannya yang bernama Xiang Kuan berhasil mengejar. Keduanya melepaskan aura pembunuh dan menunjukkan bahwa mereka tidak akan segan bersikap kasar pada wanita itu.
“Qiu Niu! Berhenti atau kami akan membunuhmu dengan kejam atas semua yang telah kau lakukan dimasa lalu!” Xian Kuan menarik kedua goloknya yang berwarna merah sambil tersenyum menyeringai.
“Kalian! Binatang tidak berperasaan!“ Qiu Niu melepaskan aura pembunuh namun mulutnya mengeluarkan darah segar.
“Kau telah lumpuh Qiu Niu! Berhentilah mengatakan hal yang bodoh dan menurutlah!” Gu Fang mengayunkan kedua goloknya menciptakan sebuah tebasan yang cahaya berwarna ungu.
Cahaya berwarna ungu itu mengeluarkan suara gemuruh layaknya petir. Qiu Niu merapatkan giginya dan hendak melakukan perlawanan sebisanya, namun tiba-tiba sebuah angin yang begitu kencang menerpa seisi Kota Fuzhong.
“Kenapa tiba-tiba cuaca menjadi gelap?!” Gu Fang mengumpat saat menatap keatas langit melihat langit menjadi gelap.
Tak lama hembusan angin itu semakin kencang hingga membuat jarak pandang sulit melihat. Kejadian itu disusul dengan badai yang menerpa luar kota. Walaupun badai itu membuat dedebuan memenuhi Kota Fuzhong, namun tidak ada penduduk biasa yang terluka.
“Apa yang terjadi? Ah!” Qiu Niu terkejut saat ada tangan yang memegang pundaknya.
“Maaf Nyonya, sebaiknya kita segera pergi.” Qiu Niu menoleh dan melihat wajah tampan pemuda yang langsung menggendong tubuhnya dalam dekapan.
Pemuda itu melompat keatas saat dedebuan dan angin kencang memenuhi seisi kota. Tidak pernah Qiu Niu sangka akan ada orang yang menyelamatkan dirinya. Setelah lima tahun dirinya hidup dalam kubangan penderitaan akhirnya ada orang yang menyelamatkannya.
“Sebenarnya aku tidak ingin menyelamatkanmu, hanya saja saat mendengar nama Gunung Cakrawala Hitam aku bergerak menyelamatkanmu. Mungkin ini karena pertemuanku dengan She Peng...” Pemuda yang tidak lain adalah Fei Chen membawa tubuh Qiu Niu menuju luar kota.
Fei Chen pergi dengan kecepatan tinggi tanpa diketahui Gu Fang ataupun Xiang Kuan.