
PPFC 261 - Pertemuan Istana Naga Neraka Terdalam II
Saat ini seluruh petinggi Istana Naga Neraka Terdalam berkumpul di Aula Neraka. Seluruh petinggi ini merupakan perwakilan dari pendekar Kekaisaran Chu dan Kekaisaran Yin.
Lentera Bunga Persik diwakili oleh Xiu Ziwei, Benteng Harimau Api diwakili oleh Liang Cheng, Benteng Neraka Barat diwakili oleh Shu En dan Paviliun Fajar diwakili oleh Mu Rong.
Itulah nama para petinggi Istana Naga Neraka Terdalam yang berasal dari Kekaisaran Chu, sedangkan para petinggi Istana Naga Neraka Terdalam yang berasal dari Kekaisaran Yin juga telah hadir secara langsung di Aula Neraka.
Disana ada Chi Sun yang mewakili Benteng Lembah Naga, Murong Liuyu yang mewakili Benteng Lembah Persik, Luo Rou yang mewakili Benteng Lembah Pedang dan Qie Shie yang mewakili Lentera Seribu Pedang.
Bukan hanya para petinggi saja, disana juga ada hadir Fei Chen bersama Jia Li, Yin Jinxia, Qiao Mi dan Qiu Niu serta She Sue. Kehadiran Qiu Niu dan She Sue juga karena ingin bergabung dengan Istana Naga Neraka Terdalam dan Fei Chen menyetujuinya.
Pertemuan besar kali ini membahas mengenai rencana penyusupan serta penyerangan ke Kekaisaran Kai. Bagi anggota pendekar Istana Naga Neraka Terdalam yang berada di Kekaisaran Chu, pertempuran pembalasan adalah hal yang mereka tunggu.
Sementara Fei Chen melakukan pertempuran ini karena dia telah berurusan dengan Sun Yelong, terlebih dirinya ingin menghentikan Sembilan Kekacauan Surgawi.
“Terimakasih karena kalian semua telah menghadiri pertemuan ini. Seperti yang kalian ketahui, tanah ini dulunya merupakan Kekaisaran Chu yang besar namun dengan amukan sang Raja Naga Iblis, tanah yang subur ini porak-poranda dihancurkan.”
Fei Chen mengingatkan bagaimana kekejaman Sun Yelong yang melakukan pembantaian karena alasan konyol dan tidak berarti. Hanya demi menggapai ambisi gilanya, Sun Yelong melakukan pembantaian pada ribuan bahkan jutaan orang.
“Aku sendiri tidak berhak mengatakan ini, tanganku juga telah berlumuran darah. Tetapi aku membenci pembantaian yang dilakukannya. Ini adalah pertempuranku dan aku tidak memaksa kalian mengikutiku...” Fei Chen mengucapkan sesuatu yang membuat semua orang nampak ikut bersemangat.
“Kematian tidak akan terhindarkan dan sebagai seorang pemimpin aku tidak menjamin keselamatan kalian di pertempuran!”
Ucapan Fei Chen justru disambut meriah oleh pendekar Istana Naga Neraka Terdalam yang berasal dari Kekaisaran Chu. Mereka semua sudah menantikan hal ini dan akan mengikuti apa langkah yang Fei Chen ambil.
“Pemimpin, seharusnya aku tidak membicarakan ini saat kita semua membahas Kerajaan Binatang Buas. Tetapi selama kepergianmu, kami semua dihadapkan dengan pendekar dari Tujuh Bunga Iblis,” ucap Shu En.
Pria sepuh itu mengepalkan tangannya dengan sangat erat dan menunjukkan ekspresi penuh penyesalan. Alasan mengapa Shu En berekspresi demikian karena salah satu bawahannya merupakan anggota Tujuh Bunga Iblis.
“Aku memiliki salah satu anggota yang ternyata merupakan seorang pengkhianat. Sebelumnya aku tidak percaya jika dia menunjukkan taringnya setelah aku menyelamatkannya.” Shu En menjelaskan kepada Fei Chen dan semua orang yang hadir di Aula Neraka jika salah satu bawahannya telah berkhianat.
Orang yang telah berkhianat itu bernama Lang Feng dan merupakan pria yang dia tolong setelah terbentuknya Istana Naga Neraka Terdalam.
“Lang Feng, apa dia bawahannya Mao Gang atau Sun Yelong?” Fei Chen nampak tidak terkejut karena sudah berulang kali dirinya berurusan dengan bawahan para Raja Iblis Agung.
“Menurutku dia memiliki hubungan dengan Mao Gang, tetapi dia pernah menyinggung soal Pedang Sembilan Petir dan ingin melihat sendiri bagaimana Raja Neraka mengambilnya.” Penjelasan Shu En membuat Fei Chen mengerutkan keningnya begitu juga dengan Qiao Mi.
Fei Chen dan Qiao Mi saling berpandangan satu sama lain. Keduanya bertanya-tanya tentang sosok Lang Feng.
‘Ini gawat, apa dia tidak sengaja mendengar obrolan mereka sehingga berani berkata demikian?’ Qiao Mi membatin dan menebak jika Lang Feng tidak sengaja mendengar obrolan anggota Tetua Lentera Bunga Persik mengenai Pedang Sembilan Petir.
“Hirataka, Deshe, keluarlah...” ucap Fei Chen dan tak lama Deshe serta Hirataka muncul dalam bayangannya.
Selain itu Hukong yang tidak dipanggil juga muncul membawa Yue Lian. Kehadiran mereka membuat semua orang terkejut sedangkan Fei Chen terkejut dengan kehadiran Yue Lian.
“Maaf Tuanku atas kelancanganku ini. Tetapi bocah manusia bersikeras untuk ikut kesini, dia mengatakan bahwa dirinya bersedia menjadi muridku maka dari itu aku bersedia membawanya padamu.” Seperti biasa Hukong terlihat begitu enerjik dan ceria.
‘Kera sialan ini!’ Fei Chen membatin dan menatap tajam Hukong yang masih berbicara.
“Hukong, bawa dia pergi dari sini. Apa kau tidak melihat kami sedang membicarakan sesuatu yang serius? Apa kau ingin berakhir menjadi kera bakar?” Intimidasi Fei Chen bukanlah sebuah candaan dan tentu saja Hukong langsung pergi membawa Yue Lian.
“Deshe, kau pergilah temani Hirataka. Aku ingin kalian berdua mencari informasi tentang Lang Feng.” Fei Chen memberikan perintah pada Deshe dan Hirataka.
“Baik, Tuanku.”
“Baik, Tuan Chen.”
Fei Chen mengangguk dan menatap Shu En yang merupakan penolong Lang Feng untuk memastikan pria sepuh itu tidak berbohong.
“Kakek Shu, apa kau memiliki bekas pakaian yang dikenakan Lang Feng. Jika mempunyainya, berikanlah pada ular ini. Dia pasti akan menemukan Lang Feng setelah merasakan aura tubuhnya.” Fei Chen mengelus kepala Deshe dan membuat ular berwarna putih itu bangga.
Shu En mengangguk dan memberikan perintah pada anggotanya untuk mengantar Deshe menuju Benteng Neraka Barat.
Setelah kepergian Deshe, Fei Chen mengajak Hirataka untuk menjelaskan kondisi Kekaisaran Kai kepada semua orang sebelum pria itu menjalankan misinya.
Hirataka menjelaskan secara panjang lebar kondisi yang terjadi di Kekaisaran Kai. Situasi disana lebih parah dengan yang ada di Kekaisaran Chu. Menurut Hirataka, lebih baik mati dan langsung dibinasakan daripada harus menjalani hidup di Kekaisaran Kai.
“Dalam mimpiku sekalipun, aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan sebanyak ini. Semua ini karena dirimu, Tuan Chen.” Hirataka bersujud di hadapan Fei Chen yang telah menolongnya.
“Hentikan Hirataka. Aku tidak memintamu bersujud padaku, aku ingin mendengar rencanamu untuk melakukan penyusupan ke Kekaisaran Kai?” Seperti biasa tatapan dingin Fei Chen membuat semua orang terdiam.
Hirataka menelan ludah. Dia cukup lama terdiam sebelum menjelaskan bahwa untuk masuk ke dalam Kekaisaran Kai sangat susah. Dan Hirataka memiliki sebuah ide untuk melakukan penyusupan.
“Dengan Portal Teleportasi, anda bisa membawa para pendekar Istana Naga Neraka Terdalam setelah rencana puncak di Kekaisaran Kai melalui Portal Teleportasi. Dan hamba menyarankan agar anda melakukan penyusupan dengan jumlah orang seminimal mungkin agar tidak menghambat rencana kita.”
Mendengar penjelasan Hirataka membuat Fei Chen bertanya mengenai lokasi Onigawara di Kekaisaran Kai yang merupakan markas Kerajaan Binatang Buas.
“Sudah lama sejak kemunculan Sun Yelong, Kekaisaran Kai sudah berbeda. Dari informasi yang selama ini telah terkumpul, Sun Yelong akan mengadakan Festival Naga Api di Onigawara tepatnya Menara Naga Kuno.”
Dari yang cerita yang beredar di Kekaisaran Kai, Sun Yelong melakukan pembantaian dan mengadakan Festival Naga Api di Onigawara karena ingin mendapatkan sosok sebagai Raja Naga Iblis Sejati.
“Hmmm...” Fei Chen menggumam pelan dan kembali menanyakan bagaimana kondisi disekitar Onigawara.
Menurut penjelasan Hirataka, Onigawara adalah sebuah pulau yang dikelilingi pulau-pulau kecil dan dijaga ketat oleh Binatang Iblis yang dikendalikan salah satu bawahannya.
“Sangat sulit menembus markas Sun Yelong. Tetapi setelah mendengarkan penjelasanmu, aku memiliki rencana Hirataka... Terimakasih...” ucap Fei Chen dan membuat Hirataka tersenyum.
“Hamba tidak pantas mendapatkan pujiannh, Tuanku...”
Semua orang yang hadir dipertemuan itu mempertanyakan rencana Fei Chen. Beberapa dari mereka berpikir jika semuanya menyusup ke Kekaisaran Kai maka rencana untuk menggulingkan Sun Yelong akan lebih baik.
Namun Fei Chen mengatakan kepada mereka jika di Kekaisaran Kai memiliki penduduk biasa yang dijadikan budak dan tahanan. Dan Fei Chen tidak ingin melibatkan orang-orang tidak bersalah.
“Kita bisa mengekspresikan semua perasaan kita dengan pedang di Onigawara, sampai saat itu aku ingin kalian semua menahan diri dan mempersiapkan diri.”
Akhirnya Fei Chen menutup pertemuan besar Istana Naga Neraka Terdalam sebelum akhirnya pandangan matanya jatuh pada Xiu Ziwei.
“Senior Xiu, setelah ini temui aku. Aku ingin mendengar penjelasan darimu secara langsung mengenai hilangnya para Tetua Lentera Bunga Persik.”
Xiu Ziwei menatap Fei Chen dengan tatapan sedikit kesal sebelum menjawab, “Baik, Patriark Fei.”