
PPFC 299 - Kekacauan Dunia Bawah
Bei Ping berpikir mengikuti Fei Chen akan membuatnya jatuh kedalam jurang kekalahan. Namun kemenangan yang diraih olehnya, bahkan Fei Chen menyuruh Bei Ping untuk membantunya memulihkan Kekaisaran Yang dengan membentuk aliran putih ataupun netral kembali.
Sisa-sisa pendekar Tujuh Bunga Iblis berhasil dikalahkan dan melarikan diri menuju tempat yang jauh. Bahkan empat kota yang tersisa berhasil dibebaskan, kini Kekaisaran Yang kembali seperti sedia kala setelah Fei Chen juga dapat membasmi Binatang Iblis yang mengamuk di beberapa desa.
Satu persatu pendekar aliran hitam yang tersisa di Kekaisaran Yang kemungkinan akan membentuk sebuah kelompok dikemudian hari. Untuk itu Fei Chen meminta Bei Ping membentuk dan membangkitakan kembali dunia persilatan Kekaisaran Yang.
“Tuan Fei, itu...” Bei Ping kurang percaya diri. Kekaisaran Yang sudah berada di cengkeraman tangan Yang Ergou selama bertahun-tahun dan pembantaian mengerikan yang dilakukan Mao Gang dengan menyuruh Yang Ergou serta Bao Hong Zheng terbilang masih membekas dihati semua orang hingga saat ini.
Fei Chen menatap Bei Ping tajam, “Apa kau merasa tidak sanggup melakukannya?”
“Aku tidak memaksa, tetapi jika kau tidak sanggup melakukannya maka katakan sekarang juga.” Fei Chen kembali berkata.
Bei Ping menjelaskan kepada Fei Chen bahwa dirinya menerima perintahnya tersebut. Namun bagian dirinya yang paling dalam merasa minder mengingat kemampuan dirinya.
Fei Chen pun tersenyum dan kembali berkata, “Jika kau tidak percaya diri akan kemampuanmu itu. Aku bisa memberikanmu Cincin Ruang yang berisi sumber daya dan Permata Iblis. Gunakan itu untuk memperkuat dirimu.”
“Aku menaruh harapan padamu.” Fei Chen memegang bahu Bei Ping dan berjalan pergi.
____
Identitas Fei Chen dan Ying Xie terkuak dan itu membuat para penduduk merasa tenang setelah mengetahui kebaikan Ying Xie. Banyak penduduk Ibukota Yangdian yang mengira Ying Xie adalah istri Fei Chen, namun hubungan keduanya tidaklah seperti itu karena Ying Xie adalah Guru Fei Chen.
Para penduduk Ibukota Yangdian berhasil dievakuasi dan setelah mereka pergi jauh dari Ibukota Yangdian, mereka harus kembali dan menuju Reruntuhan Dewi Iblis.
Di puing-puing Reruntuhan Dewi Iblis akan dibangun sebuah Istana Yang dan disitulah letak Ibukota Yangdian yang baru. Fei Chen menetap disana selama beberapa hari sebelum pergi menggunakan Portal Teleportasi menuju Kekaisaran Chu.
Sebelum pergi Fei Chen dan Yang Xiaomi berdiskusi panjang hingga keduanya melakukan perdebatan hebat dan berakhir dengan pergulatan ranjang yang dahsyat.
Fei Chen meminta Yang Xiaomi mengambil alih pemerintahan, namun wanita itu ingin hidup bebas dan tidak terikat dengan urusan pemerintahan.
Bahkan perdebatan keduanya disaksikan Ying Xie. Setelah melalui pembicaraan panjang Yang Xiaomi meminta Fei Chen yang mengambil alih kursi pemerintahan dan Ying Xie setuju dengan ide Yang Xiaomi karena status Fei Chen sebagai Raja Neraka dan telah diakui menjadi Raja Iblis Agung akan memperkuat namanya di Benua Sembilan Petir.
Fei Chen tidak ingin berurusan dengan masalah ini setelah dirinya terpaksa menjadi Kaisar Ma. Sama halnya dengan Ning Guang, senyuman dan akal Yang Xiaomi membuat Fei Chen kalah telak saat Yang Xiaomi mengaku telah melakukan hubungan dengan Fei Chen dan mengandung anaknya.
Ying Xie yang mendengarnya terlihat biasa saja. Bahkan Ying Xie menyuruh Fei Chen untuk bertanggung jawab karena dia membenci pria yang tidak bertanggung jawab.
Akhirnya Fei Chen menerima Yang Xiaomi sebagai istrinya dan saat itu identitas Yang Xiaomi sebagai kakak Yang Ergou diketahui penduduk. Tidak ada yang memprotes setelah mereka diberitahu jika Yang Xiaomi adalah salah satu dari sekian banyak istri Fei Chen.
Kehancuran total Ibukota Yangdian juga menjadi saksi bisu pertarungan antara Fei Chen dan Mao Gang. Lubang besar yang membuat Ibukota Yangdian hancur itu menjadi sebuah danau saat hujan turun membasahi bumi.
Para penduduk di sana menamakan danau tersebut dengan nama Danau Xiaomi sebagai bentuk penghormatan mereka kepada Yang Xiaomi karena telah menjadi istri Fei Chen. Jika bukan karena Yang Xiaomi yang tidak menjadi salah satu istri Fei Chen, maka tidak mungkin Fei Chen akan melakukan tindakan berurusan dengan Yang Ergou ataupun Mao Gang.
Walaupun kejadian yang sebenarnya bukan seperti itu, para penduduk justru percaya akan cerita yang mulai beredar tentang pengorbanan Yang Xiaomi untuk mengandung anak Fei Chen.
“Awalnya aku kasihan pada Tuan Putri yang dipaksa menikah dengan Tuan Fei, tetapi Tuan Fei sangat baik. Dia terlihat dingin namun mau membantu kita.”
“Benar, dibandingkan terpaksa, aku justru melihat Nyonya Yang terlihat begitu bahagia.”
“Tetapi aku mendengar rumor jika istri Raja Neraka ada dimana-mana. Bahkan mantan permaisuri Kaisar Jia juga salah satu istrinya...”
“Beruntungnya dia.”
Para penduduk tidak henti-hentinya membicarakan Fei Chen. Mereka merasa aman setelah Fei Chen bersedia untuk melindungi Kekaisaran Yang. Selain telah membantu Ying Xie mengembalikan Benua Sembilan Petir dari cengkeraman Mao Gang, Fei Chen juga sudah memiliki tujuan selanjutnya yaitu untuk menyelesaikan masalahnya dengan Sun Yelong.
Kepergian Fei Chen membuat Yang Xiaomi merasa kesepian, namun setelah Ying Xie menjelaskan bahwa dirinya akan menetap di Kekaisaran Yang selama beberapa bulan kedepan, ekspresi Yang Xiaomi menjadi lega karena Ying Xie sudah dia anggap seperti saudari perempuannya.
Yang Xiaomi tak lupa membagikan uang yang diberikan Fei Chen untuk penduduk. Mengingat pertarungan Fei Chen dan Mao Gang adalah ulahnya sendiri, Fei Chen jadi dibuat merasa bersalah.
‘Lagipula dia masih seorang bocah... Bocah yang menjadi suamiku...’ Yang Xiaomi membatin dan tersenyum bahagia sambil mengelus perutnya.
Sebelum kepergian Fei Chen, Yang Xiaomi meminta satu hal kepada Fei Chen yakni ingin memiliki seorang anak dengan pemuda tersebut.
____
Di sisi lain Fei Chen sudah berada di Istana Naga Neraka Terdalam, Kekaisaran Chu.
Setelah melakukan pertemuan singkat, Fei Chen mempertemukan Liang Su dan Liang Cheng. Pertemuan haru itu membuat Fei Chen ikut tersenyum bahagia mengingat Liang Su adalah wanitanya.
Namun pertemuan haru itu tidak berlangsung lama saat Fei Chen dan Qiao Mi sedang mengobrol. Fei Chen mengatakan kepada Qiao Mi bahwa dirinya akan menikahi semua Tetua Lentera Bunga Persik dan akan mengambil Pedang Sembilan Petir yang merupakan satu dari Sembilan Pusaka Dewa.
“Mi‘er, aku sudah menyegel Raja Iblis Buas menggunakan Segel Langit dan aku akan melakukan hal yang sama pada Sun Yelong. Konon Raja Iblis Agung kuno yang telah berumur ribuan tahun seperti mereka tidak bisa dibunuh dan hanya bisa disegel, untuk itu aku akan menerima tawaranmu disaat itu.” Fei Chen berkata dan membuat Qiao Mi memeluknya.
“Aku jadi mengingat bagaimana pertemuan kita. Gege, saat itu kau seperti tidak tertarik pada wanita. Namun sekarang kau terlihat sangat tertarik bahkan sudah berapa wanita yang jatuh kepelukanmu selain kami yang telah sah menjadi istrimu?” Qiao Mi menatap dengan ekspresi penuh bertanya-tanya.
“Itu...” Fei Chen mengingat betapa bodohnya dirinya. Namun setelah melepaskan Perjaka Naga dengan Su Xiulan, bisa dibilang Fei Chen tidak bisa menolak kegiatan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.
“Itu karena aku belum mengerti dan merasakan-”
Saat Fei Chen hendak menjawab, Deshe tiba-tiba berteriak dan bergerak memasuki ruangan Aula Naga yang digunakan Fei Chen dan Qiao Mi untuk mengobrol, “Tuanku, Tuanku! Ada berita penting!”
“Deshe, apa sopan kau berteriak saat aku sedang berbicara?!” Fei Chen menatap dingin Deshe dan melepaskan aura pembunuh.
“Maaf, Tuanku. Tetapi Hirataka... Hirataka sekarat! Sekarang pasukan Kerajaan Binatang Buas sudah berada di Kekaisaran Ma! Mereka membunuh orang-orang tak bersalah! Xuangang sudah menjadi lautan darah dan musnah! Dan sekarang menuju Ibukota Mafei!”
Seketika ekspresi Fei Chen memucat. Tiba-tiba Fei Chen teringat akan perkataan Mao Gang bahwa dirinya akan menyesal karena telah menjadi Raja Neraka dan berurusan dengan Raja Iblis Agung.
“Gege, ini...” Qiao Mi tidak ingin mempercayai berita tersebut namun tak lama setelah mengatakan itu tiba-tiba tubuh Desha menghilang dan masuk kedalam bayangannya karena kehabisan energi.
Saat itu Fei Chen mengetahui Deshe menggunakan banyak energinya untuk membantu Hirataka.
“Mi‘er, aku akan kembali...” Fei Chen tersenyum pada Qiao Mi dan mengecup kening wanita tersebut.
“Tidak Gege, aku ikut.” Qiao Mi memegang tangan Fei Chen.
Dan Fei Chen pun membuka Portal Teleportasi menuju Xuangang sambil membawa Qiao Mi. Apa yang Fei Chen temukan di Xuangang adalah ribuan mayat yang bergelimpangan dengan tubuh tercerai-berai bahkan ada beberapa wanita yang mati tanpa busana.
Qiao Mi memucat wajahnya sedangkan Fei Chen menundukkan kepalanya dan mencoba merasakan hawa keberadaan orang-orang disekitarnya, namun sangat disayangkan semua penduduk Xuangang telah tak bernyawa.
“Fengxue, keluarlah...” Fei Chen menggumam pelan dan menyuruh Fengxue sang Phoenix Es untuk keluar.
“Bekukan tempat ini. Aku akan memberikan mereka semua penguburan yang layak setelah membunuh orang-orang yang membuat mereka mati dengan cara yang menderita.” Fei Chen memberikan perintah.
“Baik, Tuanku.“ Fengxue bisa melihat kemarahan terpancar diwajah Fei Chen.
Lalu dengan mengepakkan sayapnya yang dapat membekukan udara di sekitarnya, Fengxue membekukan seluruh bangunan ataupun mayat yang bergelimpangan.
Setelah itu Fei Chen kembali membuka Portal Teleportasi dan membawa Qiao Mi menuju Ibukota Mafei.
Kekacauan sudah tidak bisa dihentikan lagi. Tantangan peperangan sudah berkibar dan ini merupakan awal dari kekacauan di dunia bawah.
----------
ARC 8 — KEKACAUAN DUNIA BAWAH END