Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 239 - Salah Memilih Lawan


PPFC 239 - Salah Memilih Lawan


Ketenangan malam membuat Yin San gelisah saat mengetahui adanya jejak seorang shinobi menyusup ke Istana Yin. Yin San mengetahui jika suatu saat negerinya pasti akan mengalami hal seperti ini.


‘Situasi di Kekaisaran Ma mengalami perubahan besar-besaran karena Ma Zhangsun dan Chen‘er. Untuk merubah sesuatu, aku harus mengorbankan semuanya...’ Yin San membatin dan mengepalkan tangannya saat tidak merasakan hawa keberadaan Guan Ling.


Yin San rela kehilangan nyawanya, harta ataupun para pejabat istana namun dia tidak ingin kehilangan istrinya. Mengetahui jejak Shinobi membuat Yin San mengejarnya namun dia tidak dapat berbuat jauh setelah mengetahui banyaknya pejabat yang mati.


Keesokan harinya situasi ini membuat suasana di ruang pengadilan Kekaisaran Yin gaduh. Menteri Song Zhein yang sudah menyuap semua pejabat yang hadir menuduh Min Yi sebagai pelaku utamanya dengan menyewa para shinobi.


“Kakak Min Yi?” Yin San mengerutkan keningnya dan tidak berhenti khawatir karena semalaman istrinya menghilang.


Terlebih sampai saat ini Yin San belum mendapatkan kabar dari Fei Chen. Yin San mempercayai kemampuan Fei Chen namun tetap saja pria itu khawatir dengan kondisi Fei Chen karena pemuda yang sudah dianggap seperti anaknya itu tidak memberikan kabar apapun untuk dirinya.


Ditengah kekhawatiran Yin San, akhirnya Menteri Song Zhein memperlihatkan shinobi yang bekerja menjadi bawahan Min Yi. Diluar ruang pengadilan nampak ramai karena Menteri Song Zhein berniat membunuh kedua shinobi tersebut.


“Pria ini merupakan suruhan Min Yi. Bisa dikatakan mereka berdua adalah bekas bawahan Yin Duan. Siapapun yang berkhianat dan berniat menggulingkan tahta Yang Mulia Yin, kita harus membunuhnya!” ucap Menteri Song Zhein dengan bangga dan disambut teriakan menggema penduduk yang melihatnya.


“Cepat bawa Min Yi kemari! Aku akan membunuh kedua orang ini tepat dihadapannya!” perintah Menteri Song Zhein pada salah satu pejabat.


Namun tak lama puluhan penjaga berlarian dan memberitahu bahwa Min Yi telah melarikan diri. Ekspresi Menteri Song Zhein memburuk saat mengingat berkas dokumen miliknya menghilang.


“Tidak mungkin...”


“Menteri kami tidak menemukan Min Yi di manapun!” ujar penjaga.


“Dasar tidak berguna!” Menteri Song Zhein mengumpat dan hendak memukul penjaga tersebut, namun tak lama suara tawa wanita menggema.


“Nyonya Min Yi tidak ada di penjara karena sekarang dia disini. Sandiwaramu telah berakhir Song Zhein!”


Semua orang yang hadir di ruang pengadilan menatap ke arah wanita paruh baya yang mengenakan gaun biru muda transparan.


“Lu Shin Rui...” Menteri Song Zhein tidak menyangka mantan istrinya menyamar sebagai seorang pelayan.


“Dokumen ini menjelaskan semuanya bahwa kau adalah orang yang telah membuat para pejabat korupsi. Kau adalah dalangnya Menteri Song.” Min Yi menunjuk Menteri Song Zhein penuh kebencian.


“Kau juga yang melakukan perdagangan manusia di negeri ini!” Min Yi menambahkan.


Wajah Menteri Song Zhein memucat saat para penduduk menatapnya curiga. Terlebih Yin San sudah berdiri dan menatap Menteri Song Zhein penuh amarah.


“Jangan bergerak!” Menteri Song Zhein mengetahui kemampuan Yin San. Pria itu mengancam Yin San jika Guan Ling sekarang dibawah kendalinya.


“Maju selangkah, aku akan memerintahkan mereka menyentuh Permaisuri mu Kaisar!” Menteri Song Zhein tersenyum licik dan membuat Yin San mengepalkan tangannya.


“Aku akan membunuhmu!”


“Kau tidak akan bisa membunuhku!” Menteri Song Zhein tertawa sebelum memerintahkan para shinobi yang menyamar sebagai penjaga untuk menyandera para penduduk.


“Aku akan menunjukkan padamu siapa yang berkuasa disini!” Saat Menteri Song Zhein hendak menampar wajah Yin San, satu demi satu teriakan shinobi menggema.


“Argh!”


“Apa yang terjadi?” Dan apa yang Menteri Song Zhein temukan adalah puluhan mayat shinobi yang tak bernyawa dengan tubuh terpotong rapi.


“Paman San, kau bisa membunuh kedua orang yang telah menculik Bibi Ling.” Suara yang tidak asing bagi Yin San menggema.


“Aku sudah menemukan informasi yang menarik. Sudah cukup aku mengorek informasi dari kedua keparat ini.”


Fei Chen datang dan melewati para penduduk yang tercengang menatap dirinya. Hanya dalam satu kali jentikan jarinya seketika seluruh shinobi yang bersembunyi mati.


Aura tubuh yang Fei Chen manipulasi berubah menjadi pedang yang berterbangan diudara. Seketika para penduduk langsung berlarian menuju kebelakang Fei Chen untuk berlindung.


“Kau mengumpulkan mereka semua untuk menjadi saksi bisu kepalsuanmu, namun aku datang dengan puluhan saksi di Kota Huafei.” Fei Chen tersenyum dingin dan mengangkat kerah pakaian Menteri Song Zhein sebelum melepaskan pukulan.


“Sekarang semua orang sudah mengetahui kebusukanmu dan semua orang-orangmu. Aku tidak akan ikut campur jika kau tidak mengincar orang terdekatku, namun kau benar-benar telah melakukannya, Song Zhein. Kau telah melakukan kesalahan besar karena menjadikanku musuhmu.” Fei Chen berkata dengan nada dingin yang pelan di telinga Menteri Song Zhein membuat pria itu gemetar ketakutan.


Saat itu juga para penduduk Ibukota Huayin ingin menghakimi para pejabat dan Menteri Song Zhein namun Fei Chen menahannya. Sedangkan Yin San membunuh Saru dan Tora yang menculik Guan Ling.


“Kau tidak apa-apa kan Ling‘er? Mereka tidak menyentuhmu kan?” Yin San begitu khawatir karena melihat Guan Ling yang tersenyum cerah menatap dirinya.


“Mereka baru membawaku keluar gerbang namun Chen‘er sudah menangkap keduanya. Beruntung ada Chen‘er jika tidak...” Guan Ling menghela nafas panjang dan membuat Yin San mengerutkan keningnya.


“Jika tidak? Jika tidak apa Ling‘er?” Yin San bertanya.


“Santai. Kau tahu bukan niat bejat mereka?!”


Fei Chen tersenyum tipis melihat Guan Ling dan Yin San. Kemudian dia menatap Menteri Song Zhein yang berniat menyandera Lu Shin Rui.


“Paman San, bisa serahkan orang itu padaku?” Fei Chen menunjuk Menteri Song Zhein dan membuat Yin San menganggukkan kepalanya.


“Kau bebas melakukan apa saja pada orang itu, Chen‘er.”


Hari itu juga para pejabat yang menjadi bumerang di pemerintahan Yin San dieksekusi mati, sedangkan Song Zhein berada dalam genggaman tangan Fei Chen.


“Kau mengenal pria itu bukan?” Fei Chen memperlihatkan mayat Ji Guang Kang yang membeku karena Phoenix Es.


Saat Fei Chen menjentikkan jarinya, seketika mayat Ji Guang Kang hancur lebur. Fei Chen tentu akan membuat Song Zhein berakhir dengan sangat menderita. Pemuda itu tersenyum tipis saat Lu Shin Rui dan Min Yi berjalan kearahnya.


“Ada yang ingin kutunjukkan padamu...”


Fei Chen membisikkan sesuatu pada Song Zhein dan membuat pria itu hendak memukul wajahnya namun sangat disayangkan karena sekarang tubuh Song Zhein terkunci oleh Ilusi Naga Giok.


Mata Song Zhein berwarna merah menatap Fei Chen penuh kebencian. Harga dirinya hancur bahkan dia ingin bunuh diri saat itu juga namun Fei Chen tidak mengizinkannya.


Akhirnya Song Zhein mati ditangan Min Yi yang menyimpan dendam kepada pria itu.


____


Bonus Pictures



[Min Yi, Umur 37 Tahun] [Sumber : Pinterest]



[Lu Shin Rui, Umur 39 Tahun] [Sumber : Pinterest]