Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 81 - Lentera Bunga Persik


PPFC 81 - Lentera Bunga Persik


Setelah membunuh Mo Cengfu dan Zin Mo, Fei Chen melihat pertarungan Qiao Ling dan Ju Ling Shui melawan pendekar Benteng Naga Selatan yang hendak melarikan diri.


Terlihat keduanya kesulitan memberikan perlawanan mengingat jumlah lawan lebih banyak.


Permainan pedang Qiao Ling sangat menjanjikan. Gerakannya hampir sama dengan Qiao Mi, sedangkan Ju Ling Shui bertarung menggunakan tangan kosong dan serangan tapak nya mampu membunuh lawannya.


“Kita tidak boleh membuang waktu...” Fei Chen menarik nafas panjang dalam satu tarikan nafasnya sebelum mengalirkan tenaga dalam pada bilah pedangnya.


“Jurus Pertama Pedang Raja Neraka...” Tatapan mata Fei Chen tertuju kearah para pendekar yang mengeroyok Qiao Ling dan Ju Ling Shui.


“Tarian Api Neraka!”


Tidak butuh waktu lama untuk Fei Chen menghabisi mereka semua. Mengingat Lentera Bunga Persik akan diserang, Fei Chen ingin menyelesaikan masalah di Benteng Naga Selatan lebih cepat.


“Kau menggangu pertarungan kami-”


“Aku tidak ada waktu untuk berdebat. Kau ini benar-benar mirip kakakmu itu ya? Sama-sama cerewet dan menyebalkan.” Fei Chen memotong celotehan Qiao Ling sambil mengibaskan Pedang Raja Neraka sebelum menyarungkannya dengan rapi.


“Apa katamu? Kau!” Qiao Ling menghentakkan kakinya ke tanah karena kesal akan ucapan Fei Chen.


“Sebelum itu, aku ingin kalian berdua menyelamatkan Meilan‘er yang ada didalam sana.” Fei Chen menunjuk bangunan milik Mo Cengfu dan Zin Mo.


“Kau menyuruhku?” Qiao Ling menatap tajam Fei Chen tidak percaya.


“Ini perintah!” Fei Chen tidak peduli bahkan memalingkan wajahnya.


“Sebaiknya dirimu cepat bergegas. Wilayahmu diserang.” Setellah itu Fei Chen menghilang dari pandangan Qiao Ling dan Ju Ling Shui.


Kini Fei Chen sudah berada diluar kediaman Benteng Naga Selatan dan bergerak cepat menuju Lentera Bunga Persik.


Qiao Ling terkejut dan ingin mengatakan sesuatu namun Fei Chen sudah menghilang dari hadapannya.


“Dia! Dia benar-benar menyebalkan!” Qiao Ling mengumpat kesal dan segera menyusul Fei Chen.


Melihat itu Ju Ling Shui lantas berkata sambil menggelengkan kepalanya, “Pemuda itu benar-benar mengerikan.”


____


Lentera Bunga Persik merupakan wilayah utara di Ibukota Chudian yang dibentuk Fei Chen. Beberapa hari pembangunan di Lentera Bunga Persik terlihat mulus sesuai yang direncanakan.


Kabar yang tidak enak didengar akhir-akhir ini membuat pendekar dan penduduk yang tinggal di sekitar Lentera Bunga Persik menjadi waspada.


“Ketua Qiao, barusan akun mendengar kabar jika Patriark Fei membunuh bangsawan Tan!” Salah tetua Istana Bunga Persik datang menghampiri Qiao Mi yang sedang duduk didepan teras.


Wanita berumur tiga puluh dua tahun itu bernama Hua Ruyun. Terlihat Hua Ruyun datang dengan ekspresi pucat.


“Kenapa wajahmu pucat Ruyun?” Qiao Mi menaikan alisnya dan bertanya.


Hua Ruyun menjelaskan kepada Qiao Mi jika pengkhianat di antara orang Istana Naga Neraka Terdalam adalah anggota keluarga bangsawan Tan dan pendekar Benteng Naga Selatan yang merupakan mantan anggota pendekar Istana Pedang dan Istana Golok Bulan.


Mendengar itu Qiao Mi berekspresi buruk. Bagaimanapun hal yang dilakukan keluarga bangsawan Tan ataupun pendekar Benteng Naga Selatan akan mengurangi kekuatan Istana Naga Neraka Terdalam.


“Selain itu mereka juga merupakan dalang penculikan Tuan Putri Chu...” Kembali Hua Ruyun menjelaskan.


Dan yang paling membuat Qiao Mi terkejut adalah pendekar dari Kekaisaran Yang yang datang dengan kekuatan tempur militernya dan tengah bersiap menyerang Istana Naga Neraka Terdalam melalui Lentera Bunga Persik.


“Ruyun, bersiaplah! Kita akan menghadang mereka semua!” Qiao Mi tidak akan membiarkan penyusup ataupun pengkhianat mengusik wilayahnya.


Hua Ruyun mengangguk, “Baik, Ketua Qiao. Aku akan mengumpulkan-”


Ketika Hua Ruyun hendak menyelesaikan perkataannya, ledakan besar terdengar dari arah gerbang depan Lentera Bunga Persik.


“Kita telat!” Qiao Mi mengumpat.


Ledakan keras itu membuat semua perempuan kebingungan, segera Qiao Mi dan Hua Ruyun menuju gerbang depan dengan kecepatan tinggi.


“Penyusup!”


“Lentera Bunga Persik diserang!”


“Beritahu Ketua Qiao Mi! Aku akan menahan mereka!”


Kepanikan diantara penduduk wanita nyata terjadi dan membuat beberapa pendekar perempuan menarik senjata mereka untuk melindungi.


“Aku datang.” Qiao Mi tiba didepan gerbang depan Lentera Bunga Persik.


“Untuk yang tidak bisa bertarung masuklah kewilayah yang lebih dalam dan sisanya yang bisa bertarung kalian bisa ikuti aku!”


Qiao Mi menarik pedangnya dan menatap dedebuan yang memenuhi sekitar gerbang depan Lentera Bunga Persik.