
PPFC 225 - Perjanjian Phoenix Api
“Kerja bagus, Hukong, Dashe...” ucap Fei Chen lalu tersenyum kecut karena mengetahui nyawa bocah tersebut diambang batas.
“Tuanku, bocah itu sudah pasti akan mati. Aku rasa Huohuo dan Fengxue dapat menyembuhkannya, tetapi...” Hukong tidak melanjutkan ucapannya karena menyadari dua kekuatan phoenix tersebut sangat berarti.
“Aku mengetahuinya. Inilah dunia yang kita tempati, Hukong. Aku selalu melihat ini dan mungkin seterusnya tetap seperti ini. Kau tahu, seseorang harus mengotori tangannya untuk melakukan semua ini.” Fei Chen menghela nafas panjang sebelum memerintahkan Hukong dan Deshe kembali ke bayangannya.
Lalu Fei Chen memakai topeng dan jubah yang dikenakan pembunuh Organisasi Bunga Gelap.
Sebelum meninggalkan Restoran Bulan Kembang, Fei Chen mengatakan kepada semua orang yang dia selamatkan agar tetap bungkam atas kejadian ini karena akan ada waktunya bagi mereka untuk berbicara sebagai saksi dan bukti.
Sementara itu didalam penginapan yang disewa oleh Menteri Song Zhein, terlihat para pelayan penginapan yang ketakutan karena ulah pembunuh Organisasi Bunga Gelap.
“Aku akan menikmati dua hidangan utama yang telah aku nantikan bertahun-tahun. Kalian berdua sudah lama kuincar sejak diriku berumur belasan tahun dan aku tidak menyangka akhirnya mimpiku terwujud.” Menteri Song Zhein menatap Ji Xiuha dan Guan Ai yang tubuhnya diikat dan tergolek pasrah diranjang dengan pakaian yang sobek.
“Menteri Song! Menteri Song!”
Saat Menteri Song Zhein hendak berjalan mendekati ranjang, salah satu pembunuh datang memberi kabar jika Song Kang mati ditangan pemimpin Bandit Mawar Berduri.
“Cang Guofang keparat! Dia kembali menambah masalah! Aku sudah mengatakan padanya akan memberikan uang jika aku berhasil merampas harta kekayaan keluarga Ji! Dasar manusia tidak sabaran!” Menteri Song Zhein mengerutkan keningnya dan mengusap wajahnya secara kasar.
Sebelum mendapatkan ketenangannya, pembunuh tersebut kembali menjelaskan kepada Menteri Song Zhein bahwa Ketua Bandit Seribu Mawar Berduri menyandera istri dari Song Bei yang bernama Song Na dan anak terakhirnya yang bernama Song Zhang.
“Senior Cang menginginkan kepala keluarga Song untuk datang ke Hutan Seribu Mawar menebus keselamatan Song Na dan Song Zhang...”
Ekspresi Menteri Song Zhein bertambah buruk saat pembunuh tersebut mengatakan Kaisar Yin San memanggil dirinya untuk menghadiri pemakaman Song Kang.
“Situasi yang buruk!” Menteri Song Zhein membanting pintu dan memberi peringatan pada pembunuh Organisasi Bunga Gelap agar tidak menyentuh Ji Xiuha ataupun Guan Ai.
Setelah itu Menteri Song Zhein memutuskan kembali ke Ibukota Huayin untuk menghadiri pemakaman Song Kang.
Selepas kepergian Menteri Song Zhein, situasi di penginapan dipenuhi keributan saat Hukong mengamuk dan mengayunkan tongkatnya membunuh satu demi satu pembunuh Organisasi Bunga Gelap.
“Melawan mereka semua sangat mudah bagiku! Tuanku, kenapa kau tidak memberikan perintah untuk membunuh manusia sialan itu?!” Hukong bertanya karena Fei Chen menahannya untuk membunuh Menteri Song Zhein.
“Belum saatnya orang itu mati, Hukong. Saat aku memutuskan untuk membunuh seseorang, maka orang itu akan mati.” Senyuman dingin Fei Chen itu membuat Hukong terdiam.
‘Tuanku...’ Hukong membatin penuh kekaguman kepada Fei Chen.
Melewati lantai kayu yang dipenuhi darah, Fei Chen berjalan menuju kamar penginapan yang ditempati Ji Xiuha dan Guan Ai.
Dengan membawa bocah ditangannya, kedatangan Fei Chen membuat kedua wanita paruh baya itu ketakutan.
“Tenang, aku bukanlah salah satu dari mereka. Kedatanganku kemari karena ingin menjelaskan kondisi anakmu ini Nyonya Ji.” Fei Chen memberitahu Ji Xiuha jika hanya ada satu cara untuk menyelamatkan nyawa Ji Ho yang tengah sekarat.
‘Racun Laba-Laba Hitam... Kemampuanku dapat menyerap racunnya, tetapi aku bukanlah orang gila yang akan melakukan hubungan badan dengan sesama jenis terlebih dia seorang bocah.’ Batin Fei Chen dan tiba-tiba dia mendecakkan lidahnya kesal.
‘Kenapa suaranya terdengar begitu tidak asing? Aku pernah mendengar suara ini saat menghadiri pernikahan Tuan Putri Yin...’ Ji Xiuha membatin dan mendengarkan penjelasan Fei Chen tentang kondisi anaknya.
Mengetahui anaknya tidak bisa diselamatkan membuat Ji Xiuha menangis histeris. Saat Fei Chen melepaskan ikatan ditubuhnya, Ji Xiuha langsung memeluk tubuh anaknya.
“Kenapa mereka menyiksa dan meracuni Ho‘er?! Anakku tidak pernah melakukan kesalahan! Setelah membunuh Kangshan‘er, mereka juga merenggut Ho‘er dariku!” Ji Xiuha menangis histeris dan memeluk erat tubuh anaknya.
Sementara itu Guan Ai merasakan keanehan pada tubuhnya. Saat mendengar suara Fei Chen, perasaannya gelisah dan tidak menentu. Detak jantungnya berpacu cepat saat mengetahui jika dirinya telah diberikan obat perangsang oleh Menteri Song Zhein.
“Kau juga salah satu dari pembunuh itu bukan?!” Ji Xiuha tiba-tiba menatap Fei Chen penuh kebencian.
Fei Chen melepaskan topengnya dan langsung membuat Ji Xiuha terdiam begitu juga dengan Guan Ai.
“Hukong, apakah tidak ada orang yang mendekat ke kamar ini?” Fei Chen bertanya untuk memastikan mengingat kondisi tubuhnya saat ini.
“Tidak ada Tuanku. Aku akan memastikan keamanan jika Tuanku ingin bercocok tanam!” Hukong menjawab dengan suara yang mengeledek dan membuat Fei Chen menatapnya tajam.
“Sebenarnya kami berlima melihat apa yang Tuanku lakukan saat-”
“Cukup! Aku mengerti!”
Hukong langsung terdiam saat Fei Chen membentak. Sungguh dia tidak mengira ini akan terjadi, tetapi Fei Chen tidak terlalu peduli.
“Nyonya Ji dengarkan penjelasanku ini...”
Fei Chen justru menjelaskan kepada Ji Xiuha tentang cara menyelamatkan nyawa Ji Ho. Dirinya memiliki Phoenix Api dan Phoenix Es, kedua hewan suci tersebut memiliki kemampuan penyembuhan yang luar biasa.
Namun kasus yang menimpa Ji Ho adalah hal yang berbeda, untuk menyelamatkan nyawa Ji Ho, Phoenix harus mengorbankan seluruh kemampuannya dan hidup sebagai roh di tubuh Ji Ho.
Mata Ji Xiuha melebar mendengar penjelasan Fei Chen. Tidak pernah dia sangka akan ada cara untuk menyelamatkan anaknya. Setelah kehilangan suami dan anak pertamanya, Ji Xiuha merasakan hidupnya benar-benar hancur namun sekarang dirinya melihat harapan.
“Tuan- Tidak, Yang Mulia, tolong selamatkan anakku. Aku akan melakukan apapun untukmu.” Ji Xiuha bersujud didepan Fei Chen.
“Apapun ya? Tidak perlu sampai bertindak sejauh itu. Aku melakukan semua ini karena keluarga kalian begitu membantu pemerintahan Ayah Mertuaku.” Fei Chen menanggapi santai sambil memegang kepala Ji Ho lalu menyuruh salah satu dari dua Phoenix keluar.
Mata Ji Xiuha melebar dan terkejut saat Phoenix Api keluar dari bayangan tubuh Fei Chen.
“Tuan, aku akan membuat perjanjian dengan Ibu dari anak ini...”
“Perjanjian apa?” Fei Chen bertanya karena Huohuo si Phoenix Api terlihat seperti ingin mengatakan sesuatu yang penting.
“Rahasia, Tuanku. Ini mengenai Ibu dari anak ini.”
“Baiklah, aku tidak akak bertanya lebih lanjut.” Fei Chen membiarkan Huohuo melakukan sesuatu pada Ji Xiuha ataupun Ji Ho.
“Lakukanlah, Huohuo.“ Fei Chen menatap Phoenix Api yang tiba-tiba berubah menjadi api kecil berwarna merah dan masuk kedalam tubuh Ji Ho.
“Nyonya Ji, pegang tangan anakmu ini.” Fei Chen memberikan instruksi dan Ji Xiuha segera melakukannya.
Saat Ji Xiuha memegang tangannya tiba-tiba kesadarannya berada di sebuah tempat yang indah dengan pepohonan tinggi dan air terjun yang jernih.
“Dimana ini?” Ji Xiuha bertanya-tanya.
“Ini adalah Gunung Menangis. Tempat ini adalah tempat yang dijaga oleh Tuanku.” Phoenix Api yang bernama Huohuo muncul didepan Ji Xiuha.
“Kau... Terimakasih karena telah menyelamatkan nyawa anakku.”
“Masih terlalu cepat untuk mengucapkan terimakasih padaku, manusia.” Huohuo berkata sambil mengepakkan sayapnya diudara.
“Aku ingin kau melayani Tuanku menggantikan diriku. Dia adalah sosok penguasa yang selama ini kami cari, auranya adalah aura raja yang akan menaklukkan dunia. Saat aku menghilang, aku ingin kau mengwasinya untukku. Seorang penguasa yang hebat membutuhkan kasih sayang seorang Ibu sepertimu. Tuanku memang kuat, tetapi dia sangat lemah jika tidak ada orang yang memberikan kehangatan untuknya,” ujar Huohuo mengatakan permintaannya.
“Melayaninya? Apa aku harus menjadi istrinya atau pengasuhnya? Tetapi aku seorang Janda. Dia pasti tidak akan tertarik padaku...” Ji Xiuha bertanya karena bingung.
“Semua itu tergantung dirimu, manusia. Tuanku bukanlah tipe pemilih, percayalah padaku.” Phoenix Api menghilang setelah berkata demikian dan kesadaran Ji Xiuha kembali.
Bersamaan dengan itu mata Ji Ho terbuka secara perlahan.
“I... Bu?”
Mata Ji Xiuha berair saat mendengar anaknya menyebut dirinya.
“Iya, Ini Ibu Nak!” Ji Xiuha menangis dan memeluk tubuh Ji Ho kembali.
“Ibu... Aku bermimpi dibawa terbang oleh burung yang indah dan besar. Dan burung itu memintaku untuk jadi anak yang baik dan menuruti perkataan...” Ji Ho melirik sekitarnya dan menemukan Fei Chen.
“Paman itu...” ucap Ji Ho melanjutkan seraya menunjuk Fei Chen.
“Aku, Paman katamu? Ada apa?” Fei Chen mengangkat alisnya penasaran.