
PPFC 189 - Mencoba Hal Yang Baru
Suasana di dalam Istana Ma tepatnya lantai teratas yang merupakan ruangan khusus dibuat Fei Chen untuk dirinya bersama Su Xiulan ini memiliki sebelas kamar yang luas.
Tujuh perempuan menatap Fei Chen lekat saat pemuda itu menutup pintu rapat dan berjalan mendekat. Hati ketujuh wanita ini berdebar melihat Fei Chen yang begitu tampan hari ini.
Fei Chen tersenyum bahagia karena dirinya sudah resmi memiliki tujuh perempuan yang menjadi istrinya. Kedua tangannya merenggang dan memberi tanda para ketujuh istrinya untuk memeluknya.
Dari berbagai arah Fei Chen mendapatkan pelukan malu-malu kucing, mulai dari Liu Xianlin, Jia Li, Yin Jinxia, Ning Guang, Ling Ye dan Qiao Mi. Berbeda dengan Su Xiulan yang langsung memeluk Fei Chen dari depan tanpa malu.
“Terimakasih karena kalian semua telah menerimaku sebagai suami kalian...” Fei Chen berusaha memeluk ketujuh wanita ini sebelum akhirnya mereka semua saling melirik satu sama lain.
“Aku tahu apa yang ada didalam pikiranmu Chen‘gege. Kau ingin meminta jatah malam pertama bukan?” Su Xiulan yang paling pertama menggoda Fei Chen. Wanita ini tersenyum bahagia karena pemuda yang menjadi murid sekaligus suaminya itu berhasil mendapatkan hati ketujuh wanita termasuk dirinya.
“Aku akan menunggu dikamarku... Mulailah dari yang termuda, Chen... Gege...” Ning Guang berbicara gagap dan tersipu malu lalu langsung berlari kecil masuk kedalam kamar yang paling ujung kanan.
“Manisnya Kakak Ningning...” Su Xiulan tertawa lirih dan melirik kearah Liu Xianlin dan Jia Li.
“Guang‘er sepertinya malu. Sebenarnya aku ingin melakukannya bersama...” Fei Chen tersenyum lalu melirik Liu Xianlin dan Jia Li mengingat mereka bertiga pernah mencoba sensasi itu.
“Sepertinya boleh dicoba.” Su Xiulan menanggapi antusias.
“Xiuxiu!” Liu Xianlin memerah wajahnya karena Su Xiulan selalu meliriknya.
“Xianxian, tidak perlu malu karena aku sudah mengetahuinya. Lagipula kita semua harus menjalankan tugas kita sebagai istri Chen‘gege bukan?” Su Xiulan terus memprovokasi yang lainnya.
Fei Chen memandang wajah Yin Jinxia, Ling Ye dan Qiao Mi. Ketiganya terlihat malu jika melakukannya bersamaan. Menyadari ketiganya masih belum memiliki pengalaman akhirnya Fei Chen akan membagi waktunya selama tujuh hari dengan ketujuh istrinya.
Pertama dirinya akan memulai dari Su Xiulan, Liu Xianlin, Jia Li, Ning Guang, Yin Jinxia, Ling Ye dan yang terakhir Qiao Mi. Namun setelah memasuki salah satu kamar kosong diantara sebelas kamar itu, Su Xiulan justru menarik Liu Xianlin dan Jia Li untuk ikut bersamanya.
“Kakak Xiuxiu, ini memalukan...” Jia Li mencoba membujuk Su Xiulan walaupun gadis itu sebenarnya tidak keberatan.
“Xiuxiu, apa alasanmu melakukan ini?” Liu Xianlin bertanya dan tidak bisa menyembunyikan rona wajahnya karena merasa begitu bahagia dirinya telah resmi menjadi istri Fei Chen.
Su Xiulan tertawa lirih, “Kita coba taklukkan suami kita ini. Jika kita bertiga bekerjasama, kupikir kita bisa mengalahkannya.”
“Bukankah kau bisa dengan mudah mengalahkannya?” Liu Xianlin tersenyum karena tertarik dengan usul Su Xiulan. Matanya melirik Fei Chen yang juga tersenyum kearahnya.
“Itu berbeda. Di ranjang aku tidak pernah menang!” Kesal Su Xiulan dan langsung berjalan mendekati Fei Chen.
“Padahal kau setingkat di bawahku dan muridku tetapi kau selalu membuatku hampir pingsan!”
Su Xiulan menghiraukan ucapan Fei Chen dan mencium lembut bibir suami mudanya dihadapan Liu Xianlin dan Jia Li. Terlihat keduanya langsung memalingkan wajahnya.
Fei Chen menikmati serangan agresif Su Xiulan sebelum akhirnya dia memberi perintah pada Liu Xianlin dan Jia Li agar mendekat. Akhirnya ketiga wanita ini berbaring diatas ranjang dengan Fei Chen yang diatas tubuh mereka secara bergantian.
“Malam ini sepertinya akan panjang...” Pertama Fei Chen hendak mencium Su Xiulan namun istri pertamanya itu mendorong tubuhnya hingga berbaring dan menindih tubuhnya.
“Biar kami yang memuaskanmu Chen‘gege...” Su Xiulan nampak agresif menduduki inti Fei Chen.
‘Bagaiamana bisa dia bersikap seperti itu?’ Liu Xianlin membatin menahan malu. Jantungnya berdegup kencang mengingat bagaimana dirinya pernah melakukan hal ini secara bersamaan dengan Fei Chen dan Jia Li.
‘Chenchen...’ Jia Li yang berbaring disamping kanan Fei Chen mendapatkan sentuhan lembut dari tangan suaminya di bukit kembarnya.
“Emmm... Chenchen...”
Fei Chen menggoda Jia Li dan membuat gadis itu merapatkan tubuhnya kepelukan pemuda itu seraya membenamkan bukit kembarnya ke wajahnya agar Fei Chen leluasa menghisapnnya.
Rona merah dipipi Liu Xianlin terlihat karena melihat Su Xiulan dan Jia Li hanyut dalam permainan. Menyadari tatapan Su Xiulan yang memberinya isyarat agar mencobanya membuat Liu Xianlin merangkak dan mengikutinya.
Awalnya Liu Xianlin ragu namun Su Xiulan terus memprovokasinya sehingga akhirnya Liu Xianlin mencoba hal yang dulu pernah Fei Chen minta. Seperti mulut yang menelan sesuatu lebih besar, Liu Xianlin langsung tersedak.
“Ssshhh... Mmmm... Terlalu besar Xiuxiu...” Liu Xianlin memerah wajahnya saat mendengar erangan Fei Chen.
“Lihat dia menikmatinya... Emmm...” Su Xiulan justru menggenggam dan menggerakkan tangannya.
Tak lama tangan pemuda itu membelai rambut Liu Xianlin dan rambut Su Xiulan. Keduanya saling menatap satu sama lain sebelum kembali melaksanakan tugasnya untuk melayani Fei Chen.
Apa yang terjadi selanjutnya adalah kenikmatan yang tidak pernah Fei Chen bayangkan sebelumnya. Dia mengarungi tubuh indah Su Xiulan, Liu Xianlin dan Jia Li secara bergantian.
Menyadari kegiatan ini terlalu singkat untuknya, Su Xiulan menonton apa yang dilakukan Fei Chen pada Liu Xianlin dan Jia Li. Su Xiulan tersenyum bahagia melihat Fei Chen terlihat menikmati kehidupannya itu. Su Xiulan mengelus perutnya dan berbaring lemah sambil memperhatikan kegiatan tersebut.
Hingga waktu terus berlalu dan mereka berhenti saat tengah malam tiba. Terlihat tubuh Jia Li yang basah dibeberapa bagian begitu juga dengan Liu Xianlin. Fei Chen tersenyum seraya membaringkan tubuhnya diantara ketiga istrinya itu.
Hari masih panjang dan dia ingin menikmati waktunya bersama ketujuh istrinya. Mengingat malam pertama milik Su Xiulan telah terlewati, Fei Chen menatap istri pertamanya itu yang tersenyum penuh arti seraya berkata lirih.
“Apa kau menikmatinya?”
“Sangat menikmatinya.”
Fei Chen juga tersenyum penuh arti karena tidak menyangka Su Xiulan memiliki kelainan aneh semenjak mengandung.