Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 327 - Kota Hinogawa


PPFC 327 - Kota Hinogawa


Langit malam mulai memenuhinya Kota Hinogawa dan lentera mulai menyala disepanjang jalan. Tembok dengan ukiran naga serta cahaya mulai menerangi kota paling ramai dan padat di Negeri Api ini.


Keramaian malam dan kabar tentang tertangkapnya Fei Chen sosok Raja Neraka menjadi perbincangan hangat. Terlebih pasukan pemberontakan dikabarkan telah dimusnahkan sehingga ketakutan mulai merayapi para penduduk saat mengetahui betapa bahayanya kemarahan Sun Yelong.


Sosok penguasa Kota Hinogawa dikelola oleh Organisasi Sakura Darah. Empat pemimpin yang membentuk organisasi ini berhasil membuat Organisasi Sakura Darah menjadi kelompok yang dipercayai Sun Yelong.


Selain diberikan tugas untuk mengurus pemerintahan di Kota Hinogawa, Organisasi Sakura Darah juga berhasil mengirim jumlah budak sesuai kuota bahkan melebihi. Hal ini membuat Sun Yelong semakin memberikan kepercayaan pada kelompok ini.


Dengan berbagai mata-mata yang menyamar, Organisasi Sakura Darah selalu berhasil membereskan aksi pemberontakan. Walaupun mereka berasal dari Negeri Api yang merupakan tiga wilayah tersebar di Kekaisaran Kai, ketakutan mereka pada Sun Yelong membuat mereka menjual rekan sebangsanya sendiri demi keselamatan dan ketenaran mereka.


Kota yang ramai itu dibelah oleh aliran sungai menjadi dua. Saat malam tiba biasanya banyak anggota Organisasi Sakura Darah yang bermain di Rumah Hiburan untuk melepaskan penat mereka.


Dua penguasa Kota Hinogawa dan merupakan dua pemimpin Organisasi Sakura Darah selalu berkunjung ke Rumah Hiburan. Keduanya membuat Rumah Hiburan yang megah dan memiliki banyak wanita cantik didalamnya.


Rumah Hiburan Temari menjadi pusat bagi para prajurit binatang buas ataupun petinggi Kerajaan Binatang Buas melepaskan penat.


Fei Chen sendiri menjauh dari Kota Hinogawa dan bergerak menuju tempat yang sepi untuk membuka portal teleportasi menemui San Zhu.


Fei Chen terlibat perjanjian dengan San Zhu. Selain itu San Zhu memiliki kemampuan yang membuat Fei Chen dapat percaya pada wanita itu. Tak butuh waktu lama untuk Fei Chen membawa San Zhu ke Kekaisaran Kai.


“Hmmm... Sudah berapa lama kita tidak berjumpa Chen‘er?” San Zhu mengelus kepala Fei Chen dan tersenyum manis.


Wanita ini memperlihatkan lekuk tubuhnya dan sengaja menyajikan pemandangan kemulusan dadanya pada Fei Chen.


“Kakak Zhu, jadi bagaimana keadaan di Kekaisaran Yang?” Fei Chen bertanya dan tidak mempedulikan perhatian San Zhu yang menggodanya.


San Zhu cemberut dan membalikkan badan, “Membosankan. Tetapi aku bisa mengatakan hal ini padamu Chen‘er, Ratu Ying Xie dan Mao Gang tidak akan melakukan perang dalam waktu dekat. Dan yang membuat Ratu Ying Xie khawatir adalah aliansi yang terbentuk antara Mao Gang dan Sun Yelong.”


Fei Chen mengerutkan keningnya. Masalah satu belum kelar dan kini muncul masalah lain yang jauh lebih merepotkan. Fei Chen mengusap wajahnya secara kasar dan menghela nafas panjang.


“Mao Gang dan Sun Yelong bekerjasama? Sebegitu tenar diriku sampai membuat mereka ketakutan.” Fei Chen tersenyum sinis dan berdecak pelan setelahnya.


San Zhu mendengus dan mencubit pipi Fei Chen kasar, “Jangan sombong! Semua itu hanya perkiraan Ratu Ying Xie. Daripada Mao Gang, Ratu Ying Xie lebih mengkhawatirkan Xiao Ho Chi. Ya, bajingann itu aku akan membunuhnya!”


San Zhu mengatakan kepada Fei Chen jika cepat atau lambat Raja Iblis Agung akan saling menjatuhkan. Sun Yelong pastinya berniat akan menyerang Kekaisaran Ma terlebih dahulu, namun tanpa tidak terduga Fei Chen datang dengan sendirinya ke Kekaisaran Kai.


Dan yang paling menarik perhatian Ratu Ying Xie adalah dua negeri lainnya di Benua Tujuh Bintang yang lokasinya telah ditemukan. Menurut Ying Xie, kedua negeri itu telah disusupi bawahan salah satu dari Raja Iblis Agung.


“Dua negeri? Aku selalu merasa nama Benua Tujuh Bintang karena di Benua ini memiliki tujuh wilayah negeri yang berkuasa. Jadi rumor itu benar tentang Tujuh Permata Bintang?” Fei Chen semakin penasaran karena menurut ingatan Dewa Naga, Tujuh Permata Bintang dapat mengabulkan satu permintaan, apapun itu.


“Kekaisaran Ma, Kekaisaran Yin, Kekaisaran dibagi menjadi tiga wilayah, Negeri Api, Negeri Air dan Negeri Es. Sedangkan duanya adalah Kerajaan Historia dan Kerajaan Munjong. Lokasi kedua kerajaan itu hanya Ratu Ying Xie yang mengetahuinya, tetapi semenjak kekalahannya sekarang kedua kerajaan itu memiliki akses yang sulit ditembus. Kau tahu Chen‘er, penghalang kuat dan membuat kedua kerajaan seolah-olah menghilang.” San Zhu menjelaskan.


“Informasi ini sepertinya tidak berguna untukmu. Kau memiliki Deshe dan-”


Sebelum San Zhu menyelesaikan perkataannya, Fei Chen memegang bahu San Zhu dan tersenyum tipis.


“Informasi yang kau bawa sangat berguna Kakak Zhu. Tetapi aku ingin fokus dengan masalah didepanku ini, aku akan menunggu informasi dari Deshe. Untuk itu aku ingin mendatangi tambang senjata yang mempekerjakan budak.” Fei Chen sebenarnya ingin mengajak Hirataka namun dia ingin Hirataka menyelesaikan masalahnya dengan istrinya.


“Dewasa katamu? Bukankah sudah jelas aku adalah orang dewasa, mana mungkin seorang bocah memiliki istri dua puluh lebih sepertiku.” Fei Chen tersenyum menggoda San Zhu.


“Dimataku dan istrimu yang lain kau tetaplah bocah.” San Zhu tersenyum mengejek.


Fei Chen tidak lagi menanggapi ucapan San Zhu saat mengetahui salah satu klon Deshe memberikan informasi padanya. Kebetulan informasi yang dibawa klon Deshe adalah hal yang ingin dia cari.


Klon Deshe itu menjelaskan kepada Fei Chen jika dua tambang senjata yang berada dekat dengan perbatasan Kota Myoko adalah dua tambang senjata yang mengerikan.


Disana para budak dipaksa bekerja dari pagi hingga malam dan hanya diberikan makan sekali dalam sehari. Selain itu air minum yang ada disana adalah racun yang dicampur dengan darah dari Sun Yelong dimana orang yang meminum darahnya akan dapat mengubah wujudnya menjadi binatang buas.


Alasan mengapa Sun Yelong memiliki banyak prajurit binatang buas karena menggunakan cara ini. Tambang Senjata Kaminari yang merupakan tempat pembuatan senjata yang dapat mengeluarkan unsur petir adalah tambang dengan pengawasan paling ketat karena dijaga oleh satu dari Tiga Pengawal Shogun Raido yang bernama Gooru.


Shogun Raido adalah orang yang berkhianat dan bekerjasama serta membantu dengan Sun Yelong menguasai Kekaisaran Kai. Dan tambang pembuatan senjata kedua yang berada dekat dengan Kota Myoko dijaga oleh salah satu pemimpin Organisasi Sakura Darah yang bernama Hadetaka.


“Luar biasa Chen‘er. Ular mungil ini sangat berguna.” San Zhu langsung memegang Klon Deshe yang kecil dan tersenyum lebar.


“Hanya dalam waktu yang sesingkat ini kau mendapatkan banyak informasi.” San Zhu menambahkan.


“Bagaimana Deshe adalah binatang suci. Jika dia tidak dapat melakukan sesuatu yang berguna untukku, maka dia tidak lebih dari ular bakar yang akan kubakar dan kumakan. Benar begitu Deshe?” Fei Chen tersenyum tipis melihat Deshe yang ketakutan.


“Kau jahat Chen‘er. Daripada memakan ular ini lebih baik kau memakanku.” San Zhu menawarkan diri dan membuat Fei Chen tersenyum.


“Berhenti menggodaku Kakak Zhu.” Setelah itu Fei Chen menyuruh Deshe menjelaskan mengenai Kota Hinogawa.


Mendengar penjelasan Deshe justru membuat San Zhu tertarik menjadi wanita yang bekerja di Rumah Hiburan Temari. Dan tentu saja Fei Chen langsung menolaknya keras.


“Kenapa kau melarangku? Aku bukan istrimu!” San Zhu cemberut saat Fei Chen menolak keras keinginannya untuk menjadi wanita yang bekerja di Rumah Hiburan Temari.


Fei Chen melepaskan tangan San Zhu dan menghela nafas, “Kau bisa bekerja disana. Tetapi kau harus ingat, tubuh dan hatimu ini hanya untukku.”


San Zhu tersenyum melihat sikap posesif Fei Chen. Pemuda itu sekarang lebih jujur dan arogan namun San Zhu semakin ingin menggodanya lebih jauh karena pemuda itu terikat akan perjanjian dengan dirinya.


Jika Fei Chen berhasil mengalahkan Xiao Ho Chi maka pemuda itu akan menikahi San Zhu. Perjanjian yang membuat Fei Chen menahan keinginannya untuk bersama San Zhu justru dimanfaatin wanita tersebut.


“Aku mengerti. Kau tidak perlu khawatir. Kakak Zhu akan menjaga tubuhnya untukmu...” bisik San Zhu ditelinga Fei Chen sebelum meminta salah satu Klon Deshe untuk menemaninya.


Akhirnya Fei Chen dan San Zhu sepakat berpisah. Dengan berat hati Fei Chen harus melepaskan kepergian San Zhu.


“Tuanku, ada satu tempat yang jauh lebih menderita dibandingkan Tambang Senjata Kaminari dan Tambang Senjata Ryuo. Tempat itu merupakan wilayah yang dikuasai oleh kelompok Gagak Hitam.” Deshe menjelaskan kepada Fei Chen tentang sebuah tempat yang makmur mirip dengan Kota Pertanian Wujin.


Bedanya wilayah yang bernama Ladang Yasai adalah tempat suram karena para budak menaman sayur dan buah-buahan namun mereka tidak menikmatinya hasilnya.


Fei Chen memejamkan mata sambil terus mendengarkan informasi yang dijelaskan Deshe. Setelah itu Fei Chen memutuskan untuk menguasai Tambang Senjata Kaminari, Tambang Senjata Ryuo dan Ladang Yasai.


“Kita pergi Deshe. Sebelum itu, aku ingin kau menyampaikan hal ini pada Hirataka.” Fei Chen memberikan perintah dan bergegas menuju wilayah makmur dan subur yakni Ladang Yasai.