Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 347 - Sebelum Lenyapnya Sakura Darah


PPFC 247 - Sebelum Lenyapnya Sakura Darah


Khawatir dengan kondisi Deshe, Fei Chen sempat panik. Namun ternyata Deshe yang begitu ketakutan setelah mengetahui kebenaran tentang Menara Naga Kuno membuatnya ingin meminta pertolongan pada Fei Chen.


‘Tuanku, Tuanku, aku... Aku...’ Suara Deshe yang terdengar kembali melalui telepati membuat Fei Chen lega.


‘Ada apa Deshe? Kau membuatku panik!’ Fei Chen menghela nafas karena mengira Sun Yelong ataupun petingginya berhasil mengetahui penyamaran Deshe.


‘Aku tidak mengetahui secara pasti apa yang direncanakan Sun Yelong, tetapi dia adalah orang yang berbahaya. Menara Naga Kuno yang sesungguhnya dibangun di dalam Kastil Naga Iblis. Sedangkan Menara Naga Kuno yang Sun Yelong bangun di dekat pelabuhan adalah tempat yang akan orang itu gunakan sebagai tempat menumbalkan nyawa orang tak bersalah.’ Deshe menjelaskan singkat pada Fei Chen.


Tak lupa Deshe menjelaskan kondisi tubuh klon bayangan Fei Chen dan apa yang dia lihat di dalam Menara Naga Kuno. Mengetahui bahwa Sun Yelong merencanakan sesuatu yang berbahaya membuat Fei Chen mengerutkan keningnya karena terpikirkan kata-kata Kucing Manis.


‘Raja Naga Iblis yang sesungguhnya... Jangan bilang Naga yang Deshe lihat adalah sosok Raja Naga Iblis yang sesungguhnya...’ Batin Fei Chen menebak.


Jauh didalam hatinya Fei Chen berharap tebakannya tidak tepat dan pasti karena bagaimanapun dia telah berhadapan sendiri dengan Sun Yelong.


Dampak dari pertempuran yang akan dia lakukan ini akan melibatkan banyak pihak. Mulai dari orang-orang tak bersalah hingga ribuan nyawa yang akan melayang karena perselisihan.


Konsekuensi besar ini membuat Fei Chen berpikir keras. Fei Chen sendiri tidak ingin melibatkan para istrinya yang merupakan seorang pendekar, tetapi dia sekarang tidak memiliki kepercayaan pada seseorang untuk menjadi bawahannya yang langsung setelah kematian Hirataka.


‘Tuanku, aku akan menyusup ke ruang pertemuan Sun Yelong.’ Deshe berpamitan melalui telepati, sedangkan Fei Chen kembali mengorek informasi dari Hadetaka.


Fei Chen menanyakan tentang Menara Naga Kuno pada Hadetaka namun Hadetaka sama sekali tidak mengetahui bahwa ada Menara Naga Kuno yang lain didalam Kastil Naga Iblis.


“Tuan Onigari, hari ini Yoshimitsu akan berkunjung dengan Kurose. Jadi apa yang anda lakukan?” Hadetaka bertanya dan berharap dalam hati Fei Chen akan membunuh Yoshimitsu.


“Aku akan membunuhnya. Bukan hanya Yoshimitsu namun seluruh anggota Organisasi Sakura Darah.”


Hadetaka tersenyum karena akhirnya dia berpikir akan menjadi satu-satunya penguasa Organisasi Sakura Darah, namun kesalahan Hadetaka mencerna ucapan Fei Chen akan membuatnya menyesal.


Sebelum mengantar Ichiba menuju kamar, Fei Chen menanyakan ciri-ciri dan kekuatan dari semua petinggi Sun Yelong ataupun Shogun Raido.


Hadetaka memberitahu semuanya kepada Fei Chen. Tanpa mengetahui bahwa Fei Chen berniat akan mengakhiri nyawanya setelah dirasa cukup tidak mendapatkan informasi tidak berguna dari Hadetaka.


Sementara itu di depan gerbang kota nampak rombongan samurai Organisasi Sakura Darah yang datang bersama Yoshimitsu dan Kurose.


Kedatangan mereka membuat Kota Hinogawa ramai. Para penduduk terpaksa menyambut kedatangan Yoshimitsu walaupun enggan. Daripada dibunuh atau diperbudak, akhirnya para penduduk bersandiwara.


“Tetua Kurose, kita akan langsung ke kediaman Hadetaka atau Rumah Hiburan Temari?” Yoshimitsu bertanya.


Kurose tersenyum dan terlihat enggan untuk mampir ke tempat kediaman Hadetaka.


“Kita langsung saja ke Rumah Hiburan Temari. Aku sudah mendengar tentang wanita bernama Ichiba. Jika benar dia adalah wanita yang memiliki tubuh indah dan menggoda seperti yang kau ceritakan, aku akan langsung ingin bermain dengannya.” Kurose tertawa keras dan membuat Yoshimitsu menggelengkan kepalanya.


“Baiklah Tetua Kurose, aku harap Nyonya Ameko memberikan pelayanan hebat pada anda. Aku sudah menghubungi Nyonya Ameko agar menangkap Ichiba jika tidak maka kita semua akan bermain dengan wanita itu.” Yoshimitsu terkekeh dan merasa percaya diri.


Kurose ikut tertawa, “Rupanya kau cukup gila Yoshimitsu. Kau benar-benar menarik. Sebelum Festival Naga Api, bukankah kita harus bersenang-senang? Lupakan tentang Onigari, lebih baik kita nikmati keindahan surga di Rumah Hiburan Temari.”


Tanpa Yoshimitsu dan Kurose ketahui, Fei Chen sudah bergerak menuju Rumah Hiburan Temari bersama Hadetaka.