Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 87 - Keberuntungan Fei Che


PPFC 87 - Keberuntungan Fei Chen


Fei Chen menjelaskan secara rinci kepada Qiao Mi yang mana membuat wanita dewasa itu memerah wajahnya dan hendak menampar wajah Fei Chen.


“Lancang! Kau ingin kami melepaskan pakaian atas kami!” Pergelangan tangan Qiao Mi di cengkeraman Fei Fhen saat wanita itu berteriak dan hendak menamparnya.


“Semua ini tergantung dirimu, Senior Qiao. Tidak perlu berbuat kasar padaku.” Fei Chen mendekatkan wajahnya kedepan dan membuat wajah Qiao Mi semakin merah padam.


“Ap-Apa harus melepaskan pakaian?” Qiao Mi langsung menundukkan kepalanya malu, Fei Chen melepaskan pergelangan tangannya dan memalingkan wajahnya.


“Ya.” Singkat Fei Chen menjawab dan membuat mata Qiao Mi melebar.


“Baiklah aku akan membicarakan ini dengan yang lainnya.” Qiao Mi langsung pamit undur diri dan kembali ke Benteng Bunga Persik.


Sedangkan untuk Fei Chen masih menatap kepergian Qiao Mi dan menghela nafas panjang, “Menyebalkan...”


Setelah menunggu sekitar tiga jam akhirnya Qiao Mi datang ke tempat Fei Chen berada dan menjelaskan kepada Fei Chen tentang kesiapan dirinya dan yang lainnya.


“Kami siap, Junior Fei. Tetapi kau harus bertanggung jawab.” Qiao Mi butuh keberanian untuk mengatakan itu.


‘Tanggung jawab? Apa dia takut dirinya terluka? Bodoh, tenang saja aku akan bertanggung jawab dan tidak membiarkan kalian terluka.’ Fei Chen sempat mengangkat alisnya singkat sebelum menjawan.


“Tenang saja, aku akan bertanggung jawab dan tidak menyakiti kalian.”


Akhirnya Fei Chen mengikuti Qiao Mi pergi ke Benteng Bunga Persik dan langsung menuju Paviliun Bunga Persik.


Disana terlihat seluruh tetua berkumpul kecuali Qiao Ling Ju Ling Shui yang sedang menemani Chu Meilan berlatih.


“Aku yang terakhir. Kau bisa memulainya dari dari Saudari Zhang, Saudari Xi. Lalu Ruyun, Ziwei, setelah itu Riu dan Shinhwa.” Qiao Mi langsung mengantar Fei Chen ke sebuah ruangan yanh hanya ada ranjang disana dan ruangan itu kedep suara karena dikelilingi aura.


‘Sepertinya Junior Fei adalah pria yang tepat mendapatkan kehormatanku ini. Dia datang dengan tekad setelah menjawab pertanyaan Ketua Qiao.’ Zhang Xue menelan ludah membayangkan hal yang melampaui batas surgawai dengan Fei Chen.


Berbeda dengan apa yang dipikirkan tujuh wanita dewasa itu, Fei Chen justru terlihat biasa saja karena salah paham dengan perkataan Qiao Mi.


Qiao Mi dan para tetua yang mengalami kelumpuhan titik meridian sepakat untuk melepaskan pakaian atas mereka saat proses penyembuhan.


Namun dengan syarat kelak Fei Chen harus bertanggung jawab menikahi mereka semua karena telah melihat langsung bagian tubuh mereka.


Sedangkan Fei Chen salah mengartikan sehingga suasana saat ini terlihat tidak canggung sama sekali.


“Kami masuk, Junior Fei...” Xi Taohua membuka pintu dan menutupnya kembali setelah Zhang Xue masuk.


Fei Chen duduk diatas ranjang dengan santainya, “Duduklah, tidak perlu takut. Ini tidak akan menyakitkan.”


‘Kenapa dia bisa begitu tenang? Apa dia tidak mengerti jika semua ini sangat sulit untukku mengingat dia berumur tujuh belas tahun sedangkan diriku tiga belas tahun lebih tua darinya...’ Batin Xi Taohua bergemuruh karena melihat ketenangan Fei Chen.


Begitu juga dengan Zhang Xue yang berekspresi rumit menatap Fei Chen, ‘Aku harus tenang, dia bersedia bertanggung jawab. Selain menyelamatkan nyawa kami dan melindungi kehormatan Istana Bunga Persik, dia adalah tipe pria idamanku walaupun dimataku dia hanyalah bocah yang tiga belas tahun lebih muda dariku.’


Zhang Xue berkata dalam hati sebelum menarik nafas panjang dan bertanya.


“Junior Fei bolehkah aku bertanya?”


“Silahkan. Aku mengizinkanmu bertanya.”


“Apa kita akan melakukannya bertiga?”


Mendengar pertanyaan Zhang Xue membuat Fei Chen menaikan alisnya.


“Ya, kita akan melakukannya. Cepat kemari, kita harus menghemat waktu.”


Xi Taohua dan Zhang Xue tersedak mendengar ucapan Fei Chen.


“Semua ini membutuhkan keberanian!” Zhang Xue menatap Fei Chen tidak percaya.


Tak lama Xi Taohua dan Zhang Xue membuka pakaian atas mereka didepan Fei Chen secara bersamaan.


Mata Fei Chen melebar dan segera mengalihkan pandangannya, “Kenapa kalian melepaskan pakaian didepanku?”


“Hmmm?” Xi Taohua nampak kebingungan melihat ekspresi Fei Chen yang malu, “Bukankah kau yang menyuruh kami?”


Xi Taohua mendekati Fei Chen lalu naik keatas ranjang disusul oleh Zhang Xue.


“Menghadap kesana dan membelakangiku.” Fei Chen sudah menenangkan dirinya. Namun tetap saja dia adalah pria normal.


Melihat pemandangan dua wanita berumur tiga puluh tahun yang suci dan tidak pernah tersentuh pria merupakan keberuntungan bagi Fei Chen.


‘Sial!’ Fei Chen mengumpat saat sesuatu memberontak dalam tubuhnya.



[Zhang Xue, Ratu Tapak Ungu, Umur 30 Tahun] [Sumber : Pinterest]



[Xi Taohua, Dewi Pedang Persik, Umur 30 Tahun] [ Sumber : Pinterest]