Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 151 - Masalah Lainnya


PPFC 151 - Masalah Lainnya


Hanya dengan beralasan tanah dan batu, Long Jirou mengundang Fei Chen, Su Xiulan dan San Zhu untuk mengikuti pertemuan. Dengan banyaknya pendekar yang telah mati, sudah dipastikan kekuatan Lembah Naga dan Lembah Persik telah melemah sepenuhnya.


Dalam pertemuan seadanya itu terlihat Lembag Naga diwakili oleh Long Jirou dan satu-satunya tetua yang tersisa yakni Chi Sun serta disana juga ada Long Xiaoya sebagai perwakilan generasi muda.


Sedangkan di pihak Lembah Persik ada Dao Tao, Fang Huo serta Murong Liuyu. Selain kedua sekte ini juga ada Yin Jinxia, Song Bei dan Song Kang.


“Terimakasih karena telah menuruti permintaan egoisku ini. Kita mengambil banyak pelajaran dari kejadian ini dan aku rasa Chen‘er lebih mengetahuinya daripada kita semua yang ada disini.”


Long Jirou merasa bahwa kejadian yang menimpa dunia persilatan Kekaisaran Yin hanyalah awalnya saja.


“Chen‘er bisa ceritakan pada kami semua setelah kepergianmu itu?”


Sebuah pertanyaan dari Long Jirou itu membuat Fei Chen mengetuk jarinya ke tanah sambil menghela nafas.


“Aku tidak ingin berbasa-basi. Sebelum menceritakan sedikit tentang perjalananku kembali ke benua ini...” Fei Chen berbentuk mengetukkan jarinya ke tanah sebelum menambahkan, “Aku ingin memberitahu semua orang yang ada disini jika aku adalah Patriark Istana Naga Neraka Terdalam dan Kaisar Ma. Selain itu aku adalah salah satu pemilik kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi.”


Pengakuan Fei Chen membuat semua orang tercengang kecuali Su Xiulan dan San Zhu. Bahkan Yin Jinxia yang sudah mengetahui identitas Fei Chen sebagai Kaisar Ma kembali dikejutkan dengan pengakuan lainnya dari pemuda itu.


‘Pemilik kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi?’ Long Jirou menatap Fei Chen serius sebelum mengalihkan pandangannya pada Su Xiulan.


‘Dan wanita disamping Chen‘er sangat berbahaya... Kemampuannya tidak bisa diukur...’ Long Jirou segera mengalihkan pandangannya saat melihat Su Xiulan membuka matanya dan menatap tajam dirinya.


“Mungkin kalian tidak mempercayainya, tetapi kejadian semua ini adalah sesuatu yang direncanakan orang bernama Mao Gang... Baik itu tentang Manusia Buas ataupun peperangan panjang menyedihkan ini...”


Fei Chen menceritakan tentang Raja Iblis Mao Gang dan Raja Iblis Naga Sun Yelong kepada mereka semua sebelum menceritakan dirinya yang berada di Benua Sembilan Petir.


Kebanyakan dari mereka tercengang tidak percaya karena Fei Chen telah mencapai Pendekar Langit Tahap Puncak dan mendirikan sekte dengan anggota yang lebih kuat dari mereka semua yang hadir di pertempuan ini.


Tujuan Fei Chen sekarang adalah memperluas pengaruh Istana Naga Neraka Terdalam, menjalin kerjasama dengan Yin San serta mencari informasi mengenai Raja Iblis Buas Gao Lu Ma sebelum menatap pertempuran melawan Raja Iblis Naga Sun Yelong.


“Namun dari semua tujuan setelah membalaskan dendam ku ini. Aku ingin mengembalikan kejayaan Lembah Pedang dengan menghabisi Lentera Iblis Tunggal.”


Mendengar ambisi Fei Chen tentu saja membuat semua orang terdiam. Suasana pertemuan menjadi hening setelah semuanya mendengar cerita Fei Chen.


“Kakek Long, Kakek Dao, apa kalian berdua memiliki informasi mengenai tempat persembunyian Lentera Iblis Tunggal?” Fei Chen bertanya karena merasa keduanya memiliki informasi tersebut.


“Lentera Iblis Tunggal...” Dao Tao memegang dagunya sebelum kembali berbicara, “Aku mengerti jika kau memiliki masalah pribadi dengan mereka tetapi kelompok ini tidak pernah diketahui tempat persembunyiannya. Yang kami ketahui Lentera Iblis Tunggal adalah sekte terkuat aliran hitam sebelum kemunculan Sekte Iblis Buas dan Manusia Buas...”


Long Jirou menanggapi, “Jika diingat kembali Lentera Iblis Tunggal tidak pernah melakukan pergerakan seperti dulu. Bahkan saat perang yang mereka lakukan dengan Lembah Pedang adalah kemunculan sekte itu setelah sekian lama. Maaf Chen‘er tetapi aku tidak mengetahui lokasi persembunyian sekte ini.”


Mendengar jawaban tidak memuaskan Dao Tao dan Long Jirou membuat Fei Chen menghela nafas panjang.


‘Apa benar dia bocah tengik yang dulu tidak memiliki sopan santun itu? Perubahannya sulit untuk kupercaya!’ Murong Liuyu menatap rumit sebelum menghela nafas panjang.


Tak lama Long Jirou kembali bersuara dan berniat membicarakan masa depan dunia persilatan kepada Fei Chen.


Long Jirou berharap Fei Chen mau menjadi tokoh penting dunia persilatan, namun Fei Chen menolaknya.


“Saudara Long, aku paham perasaanmu itu. Aku sendiri berniat mewarisi posisiku pada Saudara Fang tetapi dia menolaknya. Jadi aku akan mewarisi posisiku pada satu-satunya pendekar muda yang berbakat yaitu Yu‘er...”


Dao Tao menatap Murong Liuyu yang terkejut mendengar ucapannya. Tak lama Dao Tao mengatakan bahwa dirinya mewakili Lembah Persik ingin bergabung kedalam sekte yang dibentuk Fei Chen yaitu Istana Naga Neraka Terdalam.


Ucapan Dao Tao membuat semua orang terkejut. Hal yang dilakukan Dao Tao sama saja mengakhiri sejarah panjang Lembah Persik.


“Tidak masalah, Kakek Dao. Aku mengizinkan Lembah Persik kedalam sekte ku.” Fei Chen sendiri tidak mempermasalahkan hal ini.


“Ide yang menarik, Saudara Dao. Kalau begitu Lembah Naga juga akan menjadi bagian sektemu Chen‘er... Apa tadi namanya?” Long Jirou lupa nama sekte yang dibentuk Fei Chen.


“Istana Naga Neraka Terdalam...” Dao Tao menghela nafas saat melihat Long Jirou tidak mengingat nama sekte yang dibentuk Fei Chen.


“Benar Istana Naga Neraka Terdalam. Jadi apa jawabanmu Chen‘er?”


Fei Chen tersenyum tipis. Dia sendiri berniat mengajak mereka semua bergabung kedalam sektenya, justru sebaliknya mereka yang memohon bergabung kedalam sektenya.


“Aku menyambut kalian semua.”


Saat Fei Chen menerima Lembah Naga dan Lembah Persik bergabung, dia dikejutkan dengan seseorang yang berlari ke arah Yin Jinxia dengan nafas terengah-engah.


“Tuan Putri! Tuan Putri!”


“Dimana sopan santunmu?! Kau mengganggu pertemuan ini! ” Segera Song Kang memegang pria itu dan hendak membanting tubuhnya.


“Berhenti!” Yin Jinxia memberi tanda pada Song Kang agar tidak bertindak terlalu jauh.


“Tetapi Tuan Putri-” Sebelum Song Kang menyelesaikan perkataannya, Yin Jinxia menatapnya tajam dan membuatnya terdiam.


“Minumlah. Atur nafasmu baru bicara.”


Tindakan Yin Jinxia ini membuat beberapa orang kagum.


“Tuan Putri...” Pria yang memakai seragam Istana Mawar Biru itu terlihat pucat wajahnya.


“Lentera Iblis Tunggal... Lentera Iblis Tunggal...” Pria tersebut kesulitan untuk berbicara.


“Ada apa dengan Lentera Iblis Tunggal?”


“Lentera Iblis Tunggal menyerang Ibukota Huayin dan disana ada Raja Iblis Buas Gao Lu Ma yang menyandera Yang Mulia. Mereka mencari keberadaan Tujuh Permata Bintang.”


“Apa?!” Yin Jinxia terkejut saat mengetahui kabar ini. Bukan hanya Yin Jinxia saja yang terkejut, Fei Chen lebih terkejut karena tidak menyangka Raja Iblis Buas Gao Lu Ma menunjukkan dirinya sendiri dan Fei Chen sangat yakin Lentera Iblis Tunggal memiliki hubungan dengan Raja Iblis Gao Lu Ma.