Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 301 - Pembalasan


PPFC 301 - Pembalasan


Kemunculan Fei Chen membuat teriakan kemenangan yang menggema di Benteng Pertahanan Mafei sirna dalam seketika. Hujan pedang tak kasat mata membuat prajurit binatang buas berlarian saat melihat rekan seperjuangannya tewas.


“Kenapa dia tiba-tiba seperti ditusuk pedang?!”


“Satu persatu jatuh! Ada apa sebenarnya ini?!”


“Apa ini ulahnya?!”


Kepanikan terjadi diantara prajurit binatang buas. Setelah melihat rekan mereka mati ataupun bagian tubuhnya terpotong, semua prajurit binatang buas menatap kearah Fei Chen yang terbang diatas langit.


Beberapa dari prajurit binatang buas mencoba untuk terbang dan menyerang Fei Chen, namun usaha mereka sia-sia karena Fei Chen dapat membunuh mereka dalam sekejap menggunakan Hawa Iblis Sejati.


Beberapa prajurit binatang buas dibawah sana terlihat mengangkat busur dan menyerang Fei Chen. Panah api dan petir berhamburan kearahnya, namun ketenangan Fei Chen dapat menghalau semuanya.


“Berniat membunuhku menggunakan panah? Rencana yang sangat cerdik!” Fei Chen mematahkan salah satu panah yang ditangkapnya lalu menyerap api yang berkobar.


Dan dengan kecepatan tinggi Fei Chen mengarahkan tebasan pedangnya kebawah, lebih tepatnya ke arah Yun Shang yang terkapar dibawah sana.


“Kalian semua! Dia adalah Raja Neraka! Hadang dan buat dia tidak dapat mengejar Dan Jin! Entah bagaimanapun caranya kita harus menghentikan orang itu!” Yun Shang memberikan perintah pada para prajurit binatang buas.


Sekitar seratus prajurit binatang buas terbang menuju Fei Chen. Dengan jumlah yang mencapai lima ribu lebih, tentu saja prajurit binatang buas yang merupakan pendekar dengan kemampuan binatang Iblis dapat membuat Xuangang menjadi lautan darah.


“Dari yang aku dengar Raja Neraka hanyalah seorang bocah lemah yang gemar bermain wanita!”


“Hanya bermodalkan wajah tampan! Melihatnya saja ingin membuatku mencabik-cabik wajahnya!”


“Serangan dia dari berbagai arah dan gunakan formasi penyerangan yang biasa kita lakukan!”


Melihat seratus prajurit binatang buas bekerjasama untuk membunuhnya membuat Fei Chen tersenyum tipis. Serangan dari berbagai arah datang padanya, Fei Chen melepaskan Energi Iblis pada bilah pedangnya dan itu membuat pedangnya memancarkan cahaya berwarna ungu kemerahan.


Saat Fei Chen mengayunkan pedangnya, dalam seketika seratus kepala prajurit binatang buas berjatuhan ke tanah. Tindakannya ini membuat nyali prajurit binatang buas menciut setelah melihat kemampuan mengerikan Fei Chen.


‘Energi Iblis ditubuhku langsung diserap oleh pedang ini...’ Fei Chen menyadari bahwa jika dirinya menyalurkan Energi Iblis pada Pedang Raja Neraka maka Pedang Raja Neraka akan berkali-kali lipat lebih kuat daripada dirinya menyalurkan Qi.


Pertarungan terus berlanjut dan dalam hitungan detik Fei Chen sudah membunuh seribu lima ratus lebih prajurit binatang buas. Fei Chen tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan, yang ada Fei Chen berniat menghabisi prajurit binatang buas yang tersisa di Benteng Pertahanan Mafei.


Tatapan mata Fei Chen tertuju pada Yun Shang yang berusaha memulihkan tubuhnya. Fei Chen tersenyum dingin saat di hadapannya ada lautan musuh yang menghadang.


“Seni Nafas Raja Neraka!” Fei Chen menarik nafas panjang dalam satu tarikan nafasnya.


Lalu Fei Chen dengan penuh tenaga mengayunkan pedangnya pada setiap prajurit binatang buas yang menghadangnya. Tidak kesulitan dia menghadapi para prajurit binatang buas yang menghadang dirinya dan dengan permainan pedangnya yang lincah, Fei Chen dapat mengatasi sekitar lima ratus prajurit binatang buas dalam sekejap.


Tebasan api yang layaknya air mengalir diudara itu membuat para prajurit binatang buas menjaga jarak, namun setiap mereka menjaga jarak Fei Chen selalu mempersingkat jarak.


“Sial! Kenapa melawan satu orang begitu susah?!”


“Dia seperti Iblis yang memancarkan aura hitam!”


“Tanganku! Argh!”


Tanpa ampun Fei Chen memotong beberapa bagian tubuh para prajurit binatang buas dan membunuhnya dengan pedang. Aksi Fei Chen ini membuat Yun Shang mengerutkan kening karena sekarang dia tersadar jika Fei Chen sama seperti Raja Iblis Agung yang lain.


‘Dia tersenyum saat membunuh dan tatapan kosongnya itu... Aku merasakan sesuatu yang berbahaya dari orang itu...’ Yun Shang terus menjaga jarak dan melepaskan serangan dari kejauhan.


Berulang kali tubuh Fei Chen dibekukan namun Fei Chen dapat menghancurkan serpihan es yang membekukan tubuhnya. Hingga akhirnya Fei Chen melepaskan Energi Iblis yang lebih besar dari sebelumnya dan itu membuat para prajurit binatang buas disekitarnya bertekuk lutut.


“Kalian sudah bertindak terlalu jauh karena telah berani menyerangku...” kata Fei Chen dingin.


Ada sekitar sepuluh prajurit di hadapannya yang bertekuk lutut dan Fei Chen memotong kepala mereka tanpa berkedip sedikitpun. Para prajurit binatang buas yang lainnya kurang lebih bernasib sama.


“Bertekuk lutut dan sadarilah! Menyerangku adalah sebuah kesalahan besar!”


Dengan ayunan pedangnya yang cepat Fei Chen kembali memotong kepala para prajurit binatang buas yang bertekuk lutut.


Hal ini membuat nyali prajurit binatang buas semakin ciut. Namun ditengah keputusasaan itu, Yun Shang mengubah wujudnya menjadi Phoenix Es dan terbang ke atas.


‘Mode Iblis Binatang Buas menggunakan darah Tuan Sun Yelong akan membuat mereka menjadi kehilangan akal dan beringas. Aku akan menyuruh mereka semua menelan pil pemberian Tuan Sun Yelong. Setidaknya ini akan mengulur waktu!’ Yun Shang membatin dan segera memberikan perintah pada para prajurit binatang buas untuk menelan pil pemberian Sun Yelong.


“Semuanya! Telan pil pemberian Tuan Sun Yelong! Itu akan membuat kalian lebih kuat dari sebelumnya! Kekuatan beliau ada bersama kita! Jangan gentar! Kematian bocah ini akan dipastikan karena telah berurusan dengan kita!”


Yun Shang berseru lantang dan seketika raut wajah para prajurit binatang buas nampak cerah tidak seperti sebelumnya. Seluruh prajurit binatang buas yang tersisa menelan pil pemberian Sun Yelong.


Dan dalam beberapa detik tubuh mereka ada yang membesar dan ada juga yang memancarkan aura hitam pekat ataupun aura berwarna ungu dan merah.


Lalu seluruh prajurit binatang buas yang tersisa menatap tajam Fei Chen seolah-olah Fei Chen adalah mangsa mereka.


“Kita serang dia secara serentak!”


Fei Chen menajamkan matanya dan mengayunkan pedangnya. Bukan karena dia lengah, tetapi kecepatan pergerakan para prajurit binatang buas semakin cepat lebih dari sebelumnya.


Dua prajurit binatang buas yang memancarkan aura ungu dapat bergerak cepat, sedangkan prajurit binatang buas yang memancarkan aura berwarna merah menyerang Fei Chen menggunakan api lalu prajurit binatang buas yang tubuhnya berubah menjadi besar memukul perut Fei Chen secara telak.


Fei Chen terperanjat kaget saat tubuhnya terpental beberapa kilometer kebelakang dan disusul dengan serangan dari berbagai arah yang dilepaskan prajurit binatang buas yang memancarkan aura berwarna hitam pekat.