
PPFC 317 - Tanda Suar
Bisa dibilang ini pertama kalinya Fei Chen akan melakukan pertarungan diatas perairan laut. Fei Chen sendiri terlihat menikmati udara segar yang menerpa tubuhnya. Jauh diatas kapal nampak ratusan shinobi yang akan mengantarkan budak ke Kekaisaran Kai.
Menurut Hirataka para budak itu berjumlah sekitar lima puluh orang dan asal mereka adalah Kekaisaran Ma. Mengetahui hal ini Fei Chen geram karena tidak menyangka ada korban selamat dari Xuangang yang akan dijadikan budak dan dikurung diatas kapal berbulan-bulan.
Terlihat pelabuhan kecil yang menurut Hirataka tidak ada. Kemungkinan besar pelabuhan kecil itu didirikan para budak selama lima bulan belakangan ini.
“Di Kekaisaran Kai lebih tepatnya di Negeri Api banyak orang yang berasal dari Kekaisaran Ma dan Kekaisaran Yin, mereka semua dijadikan budak dan dipaksa bekerja untuk membuat senjata dan membangun sebuah menara di Onigawara.” Hirataka menjelaskan.
Fei Chen sudah mendengar hal ini namun tetap saja saat melihat orang-orang yang berasal dari negerinya dijadikan budak membuat Fei Chen tidak bisa diam.
“Hirataka, aku akan menyerang mereka.” Fei Chen sudah tidak sabaran dan Hirataka meminta Fei Chen untuk menunggu.
“Tuan Chen, aku memang telah bekerjasama dengan teman-temanku tetapi aku ingin mengelabui mereka. Kita tidak tahu siapa saja yang akan berkhianat. Kami berdua akan menjadi umpan dan Tuan Chen akan berperan seperti yang kita bicarakan sebelumnya.” Hirataka merasa tidak enak karena mengingatkan Fei Chen tentang rencananya.
“Aku menjadi budak ya? Rencana yang bagus hanya saja aku ingin kalian membunuh semua orang yang telah memaksa rekan sebangsaku menjadi budak.” Fei Chen kembali tenang dan melompat keatas pohon sambil mengamati yang terjadi di pelabuhan.
‘Aku tidak bisa membayangkan jika Yang Mulia menjadi budak... Mengelabuhi rekan untuk memastikan pengkhianat. Rencana yang matang dipikirkan oleh Guru Hirataka.’ Xiao Gang membatin dan ikut mengamati keadaan di pelabuhan.
“Tuan Chen, apa rencanaku terlalu berlebihan?” Hirataka merasa tidak enak pada Fei Chen karena memintanya berperan menjadi salah satu budak.
Fei Chen mengelus dagunya, “Tidak masalah. Aku sendiri membenci sebuah pengkhianatan.” Lalu Fei Chen turun kebawah dan berdiri disamping Hirataka.
“Hirataka, setelah melewati perairan itu kita akan berada di wilayah musuh. Aku menyarankan agar kau menemui istrimu. Kau pernah menceritakan padaku bukan tentang istrimu itu?” ujar Fei Chen karena Hirataka bersikeras untuk tidak melibatkan istrinya.
Hirataka menggelengkan kepalanya, “Tuan Chen, jika aku bertemu istriku maka akan menimbulkan kecurigaan. Aku tidak ingin menemui istriku sampai kita benar-benar mengalahkan Sun Yelong.”
Mendengar jawaban Hirataka membuat Fei Chen menghela nafas panjang, “Kau terlalu keras kepala Hirataka. Kita tidak tahu apa yang terjadi kedepannya, aku hanya ingin kau tidak menyesal.”
“Istriku baik-baik saja karena sahabatku yang menjaganya. Dia bernama Kosuke.” Hirataka tersenyum dan tetap pada pendiriannya.
Fei Chen tidak ingin memaksa lebih jauh dan memandang keatas pohon. Terlihat Xiao Gang menganggukkan kepalanya dan memberi tanda bahwa ada kapal yang berlayar menuju pelabuhan.
Xiao Gang memberitahu kepada Fei Chen dan Hirataka mengenai kedatangan kapal penjemputan budak. Segera Fei Chen dan Hirataka melompat keatas pohon untuk memastikan.
“Aku akan memantau dari sini. Jika kalian sudah membereskan semua anggota Organisasi Sakura Darah, aku akan menuju kesana.” Fei Chen melayang di udara lalu mengambil posisi duduk bersila.
“Tenang saja, Tuan Chen. Aku akan memastikan kebinasaan anggota Organisasi Sakura Darah di pelabuhan ini.” Hirataka memegang lehernya sebelum memberi tanda isyarat pada Xiao Gang untuk bersiap.
Xiao Gang menganggukkan kepalanya dan tak lama cahaya berwarna merah muncul di udara. Segera Hirataka dan Xiao Gang bergerak. Keduanya menghilang dari pandangan Fei Chen dan sudah bergerak dengan kecepatan tinggi menuju pelabuhan.
Fei Chen mengamati dari kejauhan dan tak lama memejamkan matanya melakukan konsentrasi penuh.
“Yue‘er, bagaimana menurutmu?” ucap Fei Chen menyebut nama Mao Ruyue.
Tak lama hembusan angin menerpa tubuh Fei Chen dengan kencang. Suara wanita yang tidak asing terdengar di telinganya.
‘Chen... Chen‘gege...’ Suara lembut dan terdengar malu itu membuat Fei Chen tersenyum.
‘Aku belum bisa memastikannya, tetapi aku bisa merasakan sosok orang yang kau waspadai jika mengeluarkan sedikit saja Energi Iblis ataupun Hawa Iblis.’ Mao Ruyue memberitahu dan Fei Chen mengetukkan jarinya ke lututnya.
“Aku mengandalkanmu Yue‘er...”
‘Baik, Chen‘gege. Aku tidak akan mengecewakan dirimu.’
Sebuah hubungan rumit antara Fei Chen dan Mao Ruyue telah berakhir. Kini keduanya merupakan sepasang kekasih yang terikat janji.
Fei Chen tersenyum tipis karena mengetahui Mao Ruyue begitu gelisah karena sudah lama dirinya tidak menjamah sosok Roh Dewi Iblis itu.
Sembari mengamati Hirataka dan Xiao Gang yang mulai melakukan penyerangan, Fei Chen memperhatikan perkembangan pesat Xiao Gang yang membuatnya berdecak kagum karena dapat membunuh tanpa berkedip sedikitpun.
“Dia berbakat.” Fei Chen menggumam memuji pertarungan yang dilakukan Xiao Gang.