Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 79 - Benteng Naga Selatan


PPFC 79 - Benteng Naga Selatan



[Qiao Ling, Peri Bunga Persik, Umur 22 Tahun.] [Sumber : Pinterest]


Sementara Fei Chen, Ju Ling Shui dan Qiao Ling bergerak menuju Benteng Naga Selatan, Liang Cheng, Xi Taohua dan Zhang Xue bergerak menuju Lentera Bunga Persik.


‘Situasi ini jauh lebih merepotkan dari yang kuperkirakan. Tetapi aku akan mengatasinya dengan cepat.’ Fei Chen terus bergerak dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya dia melompat keatas langit setelah dekat dengan sebuah bangunan yang dikelilingi pagar bambu.


“Apa kalian berdua yakin ingin menenamiku dibandingkan pergi ke Lentera Bunga Persik?” Fei Chen bertanya sambil menoleh melihat Qiao Ling dan Ju Ling Shui yang terbang melayang di belakangnya.


“Aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri laki-laki yang membuat kakakku jatuh cinta!” Qiao Ling menatap Fei Chen geram dan mencibir kesal.


“Patriark Fei, bagaimana kau bisa mengetahui ada pengkhianat di Benteng Naga Selatan dan Lentera Bunga Persik?” Berbeda dengan Qiao Ling yang mencibir Fei Chen, Ju Ling Shui justru penasaran dengan kemampuan Fei Chen yang mampu mengetahui sosok pengkhianat.


Fei Chen terdiam lama sambil mengamati Benteng Naga Selatan dari atas langit sebelum menjawab pertanyaan Ju Ling Shui.


“Jangkauan aura tubuhku meliputi seluruh Ibukota Chudian. Pengkhianat keparat itu adalah Mo Cengfu dan Zin Mo. Untuk Lentera Bunga Persik, disana tidak ada sosok pengkhianat melainkan aku merasakan hawa keberadaan asing yang berkumpul di luar wilayah utara.”


Fei Chen menjelaskan jika dirinya dapat mendeteksi hawa keberadaan seseorang hanya dengan sekali merasakan hawa keberadaannya. Sehingga saat ada hawa keberadaan asing terdeteksi jangkauan aura tubuhnya, maka dirinya akan segera mengetahuinya.


Qiao Ling dan Ju Ling Shui tercengang mendengarnya. Ini sama saja Fei Chen mengawasi gerak-gerik mereka hanya dengan merasakan aura tubuhnya.


“Disini aku merasakan hawa keberadaan asing tetapi kemampuannya jauh dibawahku. Sepertinya hawa keberadaan yang kuat pergi menuju Lentera Bunga Persik.” Fei Chen turun didepan pintu masuk Benteng Naga Selatan.


“Aku akan mengakhirinya dengan cepat.” Sekarang Fei Chen berdiri didepan para penjaga dan membuat penjaga pintu masuk Benteng Naga Selatan bergidik ketakutan.


“Patriark Fei...”


“Apa yang ingin anda lakukan dengan berkunjung kemari?”


“Cukup sandiwaranya! Panggil Mo Cengfu dan Zin Mo kemari! Jika tidak maka aku akan yang mendatangi mereka dan membunuhnya!” Fei Chen melepaskan Aura Raja Neraka saat para penjaga menarik senjata mereka.


“Sepertinya kalian tidak menyadari posisi kalian? Berlututlah!” Fei Chen menarik Pedang Raja Neraka tepat setelah para penjaga terduduk di tanah karena merasakan lemas setelah terkena langsung Aura Raja Neraka.


Apa yang terjadi selanjutnya membuat Qiao Ling dan Ju Ling Shui menelan ludah karena kepala para penjaga berterbangan ditebas Fei Chen.


Dengan langkah kakinya yang tenang Fei Chen berjalan mendekati pintu masuk dan menendangnya menggunakan tenaga dalam hingga hancur berkeping-keping.


“Siapa kau?! Beraninya masuk kedalam-”


Para pendekar yang dahulunya merupakan anggota Istana Pedang dan Istana Golok Bulan membisu setelah mengetahui orang yang menyusup ke wilayah mereka adalah Fei Chen.


“Patriark Fei!”


Semua pendekar yang berkumpul di Benteng Naga Selatan memucat wajahnya melihat kehadiran Fei Chen bersama Qiao Ling dan Ju Ling Shui.


“Ada apa? Kenapa kalian sangat berisik? Bukankah hari ini kita akan menghancurkan semua pendekar di utara, timur dan barat-” Sosok pria paruh baya yang tidak lain adalah Mo Cengfu berjalan keluar dari aula dan terkejut melihat kedatangan Fei Chen.


“Patriark!” Mo Cengfu langsung gemetar ketakutan karena dirinya ingin menghindari Fei Chen justru sekarang harus berurusan dengan pemuda itu.


“Ada apa Saudara Mo? Sebaiknya kita harus bergegas menuju Lentera Bunga Persik, lagipula Tuan Putri manja itu sudah pingsan karena kita pukuli! Sepertinya dia tidak mengetahui apapun tentang Pedang Sembilan Petir-” Kini giliran Zin Mo yang terkejut akan kehadiran Fei Chen sampai dia tidak melanjutkan perkataannya.


“Kalian berdua urus yang lainnya. Untuk dua orang disana, aku akan mengurusnya.” Fei Chen berkata pada Qiao Ling dan Ju Ling Shui sebelum menghilang dari pandangan keduanya.


‘Sialan! Kenapa dia bisa mengetahui pengkhianatan kami?!’ Mo Cengfu langsung menarik pedangnya dan mengutuk dalam hati.


‘Kita susah payah menawarkan informasi Pedang Sembilan Petir pada Kekaisaran Yang yang bahkan tidak diketahui oleh bocah sialan itu! Dan sekarang aku harus berhadapan dengan monster ini!’ Zin Mo mengumpat dalam hati karena tidak merasakan hawa keberadaan Fei Chen yang menghilang namun rasa takut menyelimuti tubuhnya.