Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 60 - Percaya Padanya


PPFC 60 - Percaya Padanya


Dihadapan kekuatan mutlak, Fei Chen tidak berdaya. Kemampuan Hung Shinji membuat dirinya sadar bahwa pria berambut putih memiliki kemampuan yang lebih besar dari orang-orang yang membunuh keluarganya.


Dengan sisa kekuatannya Fei Chen melakukan gerakan sebisanya untuk membunuh Tetua Sekte Seribu Pedang sebanyak mungkin.


Qie Xuexuan dan Qie Xumao menelan ludah melihat tubuh Fei Chen berlumuran darah telah membunuh seratus Tetua Sekte Seribu Pedang.


Bahkan Qie Yang dan Qie Laoji tidak berani melakukan pergerakan kembali mendekati Fei Chen.


Pemandangan Fei Chen yang berlumuran darah dan memegang pedang menggunakan satu tangannya yang utuh itu membuat Hung Shinji tersenyum.


“Oh, kau benar-benar melebihi perkiraanku. Kemampuanmu itu sangat mengerikan jika dirimu dibiarkan hidup. Sebagai bentuk kekagumanku padamu, aku akan membunuhmu dengan tanganku ini.” Hung Shinji melepaskan aura pembunuh dalam jumlah besar membuat tubuh Fei Chen yang telah diambang batas mematung tidak dapat bergerak.


Kucing Manis dan Pedang Gila memperhatikan Fei Chen dengan serius. Berbeda dengan Kucing Manis yang tidak memiliki solusi, Pedang Gila justru telah memikirkan satu cara untuk mengeluarkan Fei Chen dari situasi ini.


‘Kucing, aku sudah memikirkan ini berulang kali. Sepertinya ini saatnya bagi kita berdua untuk menghilang dan mempercayakan semuanya kepada bocah manusia ini.’ Pedang Gila berkata pada Kucing Manis melalui telepati.


‘Pedang Gila, jangan bilang kau...’ Kucing Manis terkejut mendengar ucapan Pedang Gila.


‘Tidak, kau tidak boleh membuat keputusan gegabah! Masa depan umat manusia, tidak masa depan dunia ini dipertaruhkan!’ Kucing Manis melanjutkan.


Pedang Gila tertawa, ‘Kucing, aku akan mempercayakan semuanya pada bocah manusia ini. Baik tentang Sembilan Kekacauan Surgawi ataupun Dunia Atas.’


Kucing Manis menghela nafas dan tidak percaya Pedang Gila akan melakukan hal sejauh itu.


‘Kau tahu, kita akan benar-benar tiada.’


‘Aku tidak keberatan. Bocah manusia ini akan baik-baik saja. Dia adalah murid kita berdua.’


Ditengah situasi keputusasaan itu Kucing Manis dan Pedang Gila menggunakan semua sumber kekuatan mereka untuk menyelamatkan Fei Chen dari kematian.


“Sepertinya sampai disini...” Fei Chen tersenyum saat menyadari dirinya diambang batas dan Hung Shinji berdiri dihadapannya.


“Apa ada kata-kata terakhir yang ingin kau katakan, bocah?” Hung Shinji melepaskan aura tubuhnya dan menatap dingin Fei Chen yang sekarat.


Fei Chen tersenyum lebar, “Aku akan membunuhmu...”


Hung Shinji menaikan alisnya bersamaan dengan pukulannya mengarah pada wajah Fei Chen. Namun sebelum pukulannya mengenai wajah Fei Chen sebuah cahaya berwarna putih terang benderang membuat jarak pandangnya buta untuk sesaat.


Apa yang Hung Shinji lihat setelah cahaya itu menghilang adalah tubuh Fei Chen yang tidak bernyawa dengan tangan kiri yang putus serta lubang menganga di perutnya.


‘Ini aneh...’ Hung Shinji merasa ada kejanggalan karena dirinya belum menghancurkan kepala Fei Chen.


Setelah melihat Fei Chen mati, Qie Xuexuan, Qie Xumao, Qie Yang dan Qie Laoji bernafas lega namun tidak dengan Hung Shinji karena menyadari dinding api berwarna hitam masih mengurung mereka.


____


“Ketua, kami mendengar kabar ini dalam perjalanan pulang.” Liang Shao mencoba menjelaskan namun Dao Tao terlihat tidak percaya mendengar kabar yang dibawa Wei Biao dan Liang Shao.


Raut wajah Yue Lian pucat saat mengetahui kabar ini. Dao Tao baru tenang saat Fang Huo datang bersama Murong Liuyu.


“Tenangkan dirimu, Saudara Dao.”


Dua hari telah berlalu dan berita kematian Fei Chen tersebar luas karena dibunuh oleh anggota Tiga Gelap Buas, namun beberapa orang belum mengetahuinya di Lembah Persik sampai kedatangan Wei Biao, Liang Shao, Yue Lian dan Wei Hongyun kembali.


“Kabar apa yang kalian bawa sampai membuat Saudara Dao marah?” Fang Huo belum mengetahui kabar kematian Fei Chen sehingga bertanya pada Wei Biao dan Liang Shao.


Wei Biao hendak menjelaskan, namun Liang Shao menahannya dan memberi tanda dia yang akan menjelaskan semuanya.


“Chen‘er... Tidak mungkin... Dia telah mati...”


Ekspresi Fang Huo sama seperti Dao Tao. Keduanya terlihat syok saat mengetahui Fei Chen berakhir mengenaskan.


“Tetua Tian Hu kehilangan tangan kirinya dan telah lumpuh, sedangkan Fei Chen...” Liang Shao memberitahu kondisi tubuh Fei Chen yang berakhir tragis.


Murong Liuyu yang mendengar kabar ini langsung terdiam. Tidak pernah dia sangka Fei Chen akan mati ditangan orang yang sama dengan orang yang membunuh Ayahnya.


Mendengar hal itu membuat Murong Liuyu teringat akan janji Fei Chen yang akan membunuh anggota Sekte Iblis Buas demi mendapatkan pengakuan dirinya.


Dao Tao dan Fang Huo mengusap wajah mereka kasar menyadari betapa seriusnya masalah ini.


Bukan hanya di Lembah Persik saja kabar kematian Fei Chen membuat gempar. Namun seluruh daratan Kekaisaran Yin terkejut mendengar kabar ini.


Satu hal yang tidak diketahui semua orang adalah Sekte Seribu Pedang yang terlibat dalam penyerangan.


Saat sampai di Lembah Pedang, kondisi Tian Hu sangat mengenaskan dan Jia Li lebih buruk karena gadis manis itu terlihat sangat murung.


Tian Hu menceritakan semuanya kepada Feng Lao dan membuat Feng Lao mengambil sikap untuk berperang dengan Sekte Seribu Pedang.


Sebelum melancarkan aksinya, Lembah Pedang justru diserang oleh Lentera Iblis Tunggal yang mengakibatkan Lembah Pedang semakin melemah.


Dalam perang itu, Sekte Seribu Pedang juga ikut terlibat dengan melakukan penculikan pada Jia Li dan Hong Zi Ran saat kedua kubu lengah, lalu mereka mengancam akan membunuh keduanya jika Feng Lao dan anggota Lembah Pedang memberitahu keterlibatan mereka dalam pembunuhan Fei Chen.


Lentera Iblis Tunggal melakukan pergerakan yang berbeda dengan Sekte Iblis Buas. Mereka berniat menghancurkan Lembah Pedang karena dianggap berbahaya, namun bala bantuan dari Lembah Naga dan Lembah Persik datang lebih cepat hingga membuat mereka memilih untuk mundur.


Dalam perang itu Lembah Pedang kehilangan Tian Hu dan beberapa Tetua serta generasi muda yang tewas dalam pertempuran. Kejadian ini membuat Lembah Pedang sebagai sekte kecil yang telah melemah sepenuhnya.


_____


ARC 2 - SISI HITAM PUTIH END