
PPFC 80 - Akhir Dua Pengkhianat
“Sial! Dimana dia?!” Mo Cengfu melepaskan aura pembunuh terbesar karena ini adalah pertaruhan hidup dan mati.
“Kenapa jadi seperti ini?!” Zin Mo mengalirkan tenaga dalam pada kedua goloknya dan menaikan kewaspadaannya setinggi mungkin.
Tanpa keduanya sadari sekarang Fei Chen berdiri didepan Mo Cengfu dan langsung mencekik leher pria tersebut.
“Apa- Uhuk! Uhuk!” Mo Cengfu gemetaran melihat tatapan dingin Fei Chen.
“Kau musuhku, Mo Cengfu. Sekarang aku membunuhmu...” Fei Chen menghajar wajah Mo Cengfu membuat pria tersebut tersungkur ditanah.
Zin Mo yang menyadari keberadaan Fei Chen berdiri disampingnya langsung mengayunkan kedua goloknya penuh tenaga dalam.
“Tarian Golok Kembar!”
Fei Chen langsung menarik Pedang Raja Neraka dan menangkis tebasan kedua golok itu dengan cepat.
“Kau ingin mati seperti apa Zin Mo? Sekarang bukan giliranmu, aku akan membunuh keparat itu terlebih dahulu!” Perkataan Fei Chen membuat bulu kuduk Zin Mo menggigil.
“Kau! Jangan remehkan aku bocah-” Zin Mo yang geram mencoba menyerang Fei Chen namun dengan mudah Fei Chen menangis permainan kedua goloknya dengan permainan pedangnya yang lincah sebelum melepaskan satu tendangan yang masuk tepat kedalam ulu hatinya.
“Diam disitu atau kau ingin mati sekarang?!” Fei Chen langsung bergerak menuju Mo Cengfu dan mengayunkan pedangnya.
Mo Cengfu menyambutnya dan langsung mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. Pertukaran serangan keduanya menghancurkan aula dan bangunan milik Benteng Naga Selatan.
“Kuakui kau memang jenius yang tidak pernah ada sebelumnya tetapi kau meremehkan mereka dari Tujuh Bunga Iblis!” Mo Cengfu tersenyum menyeringai dan merasa yakin jika pendekar dari Tujuh Bunga Iblis mampu membunuh Fei Chen.
Reaksi Fei Chen santai, “Tujuh Bunga Iblis? Siapa mereka? Aku tidak mengetahuinya!”
Permainan pedang Fei Chen berubah. Gerakan semakin lincah dan gesit membuat Mo Cengfu kewalahan. Sekarang pertukaran serangan keduanya tidak seimbang.
Hanya dengan satu serangan yang dipenuhi tenaga dalam dan energi pedang, pedang Mo Cengfu patah menjadi dua bagian dan bukan itu saja dadanya terkena tebasan yang hampir merenggut nyawanya.
“Jurus Ketiga Pedang Raja Neraka!”
“Pemangsa Kehidupan!”
Mo Cengfu berguling ditanah dan mengerang kesakitan. Sebelum dia mengumpulkan kesadarannya, kedua tangannya telah dipotong Fei Chen.
“Argh! Keparat! Kau memutuskan kedua tangan-”
“Karena keserakahanmu kau ingin menjatuhkanku dan semua pendekar yang bergabung denganku! Kau telah melibatkan orang tak bersalah demi keserakahanmu itu bukan?!” Fei Chen menusuk pedangnya lebih dalam menembus tenggorokan Mo Cengfu.
“Hei, jawab pertanyaanku?! Benar-benar tidak sopan!” Fei Chen mendecakkan lidahnya saat mengetahui Mo Cengfu telah menghembuskan nafas terakhirnya.
Sambil menarik pedangnya Fei Chen menoleh kebelakang melihat Zin Mo yang tengah melepaskan aura pembunuhnya.
Melihat bagaimana Mo Cengfu berakhir tentu saja membuat Zin Mo ketakutan. Benar saja beberapa detik kemudian Fei Chen menyerangnya brutal membuatnya tidak berkutik.
Zin Mo sudah menggunakan seluruh kemampuannya namun kemampuan Fei Chen tetap berada diatasnya.
“Selanjutnya giliranmu! Jadi kau ingin mari bagaimana Zin Mo?!”
Melihat Fei Chen yang seperti ini membuat Zin Mo mengerutkan keningnya yang dipenuhi keringat dingin.
“Kau... Kau terlihat seperti orang yang berbeda saat menolong kami dan di pertemuan beberapa hari lalu...” Zin Mo gemetar ketakutan melihat tatapan dingin Fei Chen.
“Dibandingkan dengan saat itu, sekarang kau terlihat seperti orang lain...” Kembali Zin Mo berkata sambil menjaga jarak dari Fei Chen.
“Sebenarnya kau ini siapa?”
Mata Zin Mo dan Fei Chen bertemu. Keduanya berhenti melakukan pertukaran serangan tepat setelah Zin Mo bertanya demikian.
“Bukankah sudah jelas jawabannya? Aku adalah Fei Chen...” Fei Chen tersenyum tipis dengan tatapan dinginnya yang memudar.
“Kau-” Suara Zin Mo tecekat. Dia benar-benar yakin Fei Chen yang sekarang dan Fei Chen beberapa menit yang lalu adalah orang yang berbeda.
“Jadi apa yang ingin kau katakan untuk terakhir kalinya? Maaf saja, tetapi aku akan membunuhmu disini!” Fei Chen mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada bilah pedangnya.
Zin Mo melakukan hal yang sama dan berniat melepaskan serangan penghabisan.
Keduanya bergerak secara bersamaan dan saling bertukar serangan. Keunggulan Fei Chen terlihat jelas terlebih saat pemuda itu mulai melepaskan energi pedangnya kembali.
“Jurus Ketiga Pedang Raja Neraka...” Fei Chen menangkis tebasan kedua golok Zin Mo yang tajam sebelum memotong tubuh Zin Mo menjadi dua bagian, “Pemangsa Kehidupan!”
Detik itu juga Zin Mo kehilangan nyawanya ditangan Fei Chen. Kematian Mo Cengfu disusul Zin Mo membuat pendekar Benteng Naga Selatan yang dulunya merupakan anggota Istana Pedang dan Istana Golok Bulan menyerang Qiao Ling dan Ju Ling Shui secara membabi-buta.
Pikiran mereka semua sekarang adalah mencari cara untuk melarikan diri dan bertahan hidup.