Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 133 - Iblis Cantik Malam


PPFC 133 - Iblis Cantik Malam


Menyadari Situ Qi menyerangnya dengan niat membunuh membuat Fei Chen berekspresi dingin dan menggunakan kekuatannya lebih besar dari sebelumnya.


Tidak butuh waktu lama bagi keduanya melakukan pertukaran serangan. Fei Chen mengayunkan pedangnya yang dialiri Qi begitu juga dengan Situ Qi.


“Ternyata kau menyembunyikan kekuatanmu! Sempat-sempatnya kau meremehkanku!”


Pedang Situ Qi diselimuti aura berwarna ungu gelap setelah berteriak. Gemuruh petir menghancurkan daratan sebelum kedua kaki Situ Qi diselimuti petir berwarna ungu.


Situ Qi masih tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya saat melihat Fei Chen masih dapat bersikap tenang menghadapinya. Ketenangan itu adalah kepercayaan diri Fei Chen yang merasa yakin dapat mengalahkannya dan tentu saja itu membuat Fei Chen kesal.


“Kudengar kau dibalik semua ini? Walaupun kau pesuruh Tuanmu itu, tetapi aku akan memastikan kematianmu!” Nada bicara Fei Chen terdengar dingin dan membuat Situ Qi merasa direndahkan.


“Kau berbicara sombong seolah-olah dapat bertarung melawan beliau! Kesombonganmu itu akan berakhir ditanganku!”


Situ Qi bergerak secepat kilat begitu juga dengan Fei Chen. Keduanya melepaskan satu tebasan yang dipenuhi Qi hampir bersamaan. Gemuruh petir menggelegar menghancurkan daratan dan api membakar hutan.


Fei Chen menajamkan permainan pedangnya saat menyadari Situ Qi masih bergerak cepat diatasnya. Sembari mengatur aliran nafasnya Fei Chen mulai bisa mengimbangi pergerakan Situ Qi yang meningkat drastis.


“Tuanku, Raja Iblis Mao Gang, Raja Naga Iblis Sun Yelong, Xiao Ho Chi, Mo Qiong Shan dan Heng Long itu adalah nama lima orang yang memiliki kekuatan Sembilan Kekacauan Surgawi terhebat, mereka berada di puncak Pendekar Dewa.” Situ Qi tertawa lantang dan mengejek Fei Chen.


“Kau pikir sebanding dengan mereka? Jangan membuatku tertawa! Sistem didunia ini dikendalikan mereka! Sekali berurusan dengan salah satu dari kelima orang ini kau tidak akan memiliki masa depan!” Sambung Situ Qi.


Fei Chen tersenyum sinis, “Sayangnya aku sudah berurusan dengan dua orang dari kelima orang yang kau sebutkan! Lima penguasa dunia ini? Aku akan mengalahkan mereka semua dan mengincar posisi puncak!”


“Keparat!” Situ Qi tersenyum menyeringai menanggapi jawaban Fei Chen.


Kali ini serangan Situ Qi sangat brutal dan membuat Fei Chen dalam posisi terdesak. Fei Chen sendiri mengamati pergerakan Situ Qi sebelum akhirnya pemuda itu mengayunkan pedangnya lebih lincah dari sebelumnya.


Dada Situ Qi tertebas begitu juga dengan lengannya yang tergores. Walaupun luka yang didapat Situ Qi hampir fatal namun regenerasi pria itu membuatnya percaya diri menghadapi Fei Chen.


“Cih! Menjijikan!” Fei Chen mengumpat sebelum melompat kebelakang dan menahan serangan Situ Qi.


“Mulutmu itu akan kutusuk dengan pedang!”


“Coba saja jika kau bisa melakukannya!”


Aura keduanya memenuhi udara dan bertabrakan menimbulkan gesekan gelombang kejut yang meledak. Fei Chen dan Situ Qi sama-sama mempertahankan keseimbangan tubuhnya akibat ledakan aura.


Saat Fei Chen mencoba serangan barunya, Situ Qi sudah bersiap melepaskan sebuah tebasan yang dipenuhi energin pedang maupun Qi.


‘Gerakannya sangat cepat... Lengah sedikit, maka itu akan menjadi kekalahan fatalku...’ Fei Chen tanpa sadar tersenyum lebar sebelum melepaskan Qi lebih besar dari sebelumnya.


Situ Qi bergerak lebih cepat dari sebelumnya karena kekuatannya mengalami peningkatan. Dengan pergerakannya yang lincah, Situ Qi mengincar leher Fei Chen saat hendak mengayunkan pedangnya.


“Seribu Sabit Petir! ”


Namun sangat disayangkan Fei Chen berhasil menjaga jarak karena mengantisipasi serangaj Situ Qi. Dengan terpaksa Situ Qi mengubah ritme serangannya dan melepaskan jurus pedang yang berbeda.


Data hancur dari sabit-sabit petir berwarna ungu sangat dahsyat. Fei Chen menangkisnya menggunakan pedang sambil mempersingkat jarak.


“Jurus Pertama Pedang Raja Neraka...”


“Tarian Api Neraka!”


Fei Chen mendecakkan lidahnya dan langsung memutarkan tubuhnya sambil mengayunkan pedangnya. Ledakan besar tercipta sebelum ledakan itu menjadi badai petir yang mengarah ke awan dan menghilang.


Tubuh Fei Chen bersimbah darah walaupun berhasil menetralisir dampak serangan.


“Senior Kang memang orang yang kukagumi, tetapi kau harus mengetahuinya jika diantara kami semua yang menjadi perantara selain Lima Jari Iblis hanya aku yang dapat menggunakan Jurus Darah Iblis.” Situ Qi mengatakan itu dengan bangga.


Memang benar Situ Qi memiliki kekuatan jauh diatas Kang Situ dan Fei Chen mengakui itu. Mungkin ini pertarungan yang sangat berarti bagi Fei Chen karena menghadap seorang Pendekar Langit Tahap Puncak yang sama-sama telah memurnikan tenaga dalam dan dapat menggunakan Qi.


Saat Fei Chen sedang mengatur nafasnya, Situ Qi kembali bergerak dengan kecepatan tinggi menyerang Fei Chen dari segala arah menggunakan kecepatannya.


“Setelah omong kosong besarmu ternyata kemampuanmu hanya segini!” Situ Qi tertawa mengejek sambil terus melayangkan serangan.


“Seribu Sabit Petir!”


Kembali Situ Qi melepaskan serangan tebasan yang mendominasi dan membuat Fei Chen semakin kelihatan terdesak.


“Marilah kau bocah!”


Ledakan besar kembali tercipta disertai badai angin yang besar. Tubuh Situ Qi terhempas jauh saat itu juga dengan ekspresi wajah yang berubah saat merasakan aura yang berbahaya dari Fei Chen.


‘Pemuda sialan ini akan melakukan sesuatu!’ Situ Qi menoleh keatas dan menajamkan matanya dan dia melihat San Zhu sudah tidak berkutik menghadapi Su Xiulan.


“Dasar jalangg tidak berguna!”


Menanggapi aura berbahaya dari arah Fei Chen, segera Situ Qi melepaskan segenap kemampuannya hingga Qi terlihat meluap-luap dari tubuhnya sedangkan pedangnya dipenuhi energi pedang yang sangat pekat.


Saat hembusan angin kencang berhenti Situ Qi bergerak dengan kecepatan tinggi kedepan, berbeda dengan Fei Chen yang berdiri dengan tenang sambil menyarungkan pedangnya secara perlahan.


Situ Qi tersenyum menyeringai sambil melepaskan tebasan pedangnya, “Gemuruh Kematian!”


“Teknik pedang ini tidak akan mampu kau tahan keparat!”


Disisi lain Fei Chen yang memejamkan matanya dan telah menyarungkan pedangnya secara menyeluruh mulai membuka matanya secara perlahan saat Situ Qi sudah berada di dekatnya.


“Jurus Ketujuh Pedang Raja Neraka...”


“Iblis Cantik Malam!”


“Percuma saja- Eh?” Situ Qi tertawa mengejek namun suara tawanya menghilang saat tubuhnya terbelah menjadi dua bagian sebelum terpotong menjadi kepingan kecil dan terbakar api hitam.


“Gerakanmu terlalu lambat...” Fei Chen menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan sebelum menatap keatas langit dan melihat Su Xiulan yang terbang rendah kearahnya sambil membawa tubuh San Zhu.


“Perkembangan yang bagus, wahai muridku.”


“Berhenti mengatakan hal aneh. Apa kata orang jika Gurunya menjadi istri sang Murid?” Walaupun sebal tanpa sadar Fei Chen menanggapi ucapan Su Xiulan.


“Akhirnya kau mengakuiku sebagai istrimu, dasar suami tidak jujur.” Su Xiulan terkekeh pelan sebelum terdiam karena Fei Chen menodongkan pedangnya pada leher San Zhu.


“Suami?” Su Xiulan terkejut sedangkan San Zhu menatap tajam Fei Chen.


“Katakan padaku apakah kau musuhku?” Sembari melepaskan aura pembunuh, Fei Chen menambahkan, “Jika iya, maka aku akan membunuhmu.”