
PPFC 106 - Mulai Dewasa
[Fen Liuya, Umur 39 Tahun, Pemilik Rumah Hiburan Liuya] [Sumber : Pinterest]
Fei Chen mengetahui jika Liuya memberi obat perangsang terhadap arak yang ada di cawan Ling Ye. Fei Chen tersenyum tipis menatap Liuya yang berkeringat dingin dan menukar cawan Ling Ye dengan milik Liuya tanpa sepengetahuan semuanya.
“Minumlah, kita bersenang-senang malam ini.” Pangeran Fuchu tersenyum lebar dan mulai meneguk arak dicawannya.
Hidangan panas diatas meja juga menggoda selera dengan segala kenikmatannya. Fei Chen dengan santai menyantap hidangan yang disajikan setelah itu dia menuang guci berisi arak kedalam cawan nya.
“Pangeran apa kau berpikir masih dapat memiliki wanitaku ini?” Fei Chen menatap dingin Pangeran Fuchu dan menambahkan, “Kau harus sadar diri jika dirimu itu bukanlah kriteria wanitaku.”
Sengaja Fei Chen memancing emosi Pangeran Fuchu dan membuat pria itu meminum cawan demi cawan yang berisi arak dengan cepat.
“Keparat sialan! Beraninya kau menghinaku...” Terlihat Pangeran Fuchu sudah mulai mabuk dan berbicara ngelantur. Pandangannya mulai kabur dan memukul meja cukup keras sebelum tubuhnya ambruk ke lantai tidak sadarkan diri.
Fei Chen meminum arak dengan santai seperti tidak terpengaruh. Namun saat dia menoleh kearah Ling Ye dan Liuya, reaksi kedua wanita itu membuat matanya melebar.
“Chen‘gege, kau mengakuiku sebagai wanitamu bukan? Aku tidak menyangka kau memiliki perasaan padaku...” Ling Ye berdiri dan memeluk kepala Fei Chen membenamkan wajah pemuda itu pada kekenyalan yang menjadi pujaan pria.
“Ye‘er, tenangkan dirimu...” Fei Chen mendorong pelan tubuh Ling Ye namun kedua tangan Ling Ye mendekap kepalanya semakin erat.
‘Dia sudah mabuk hanya dengan satu cawan arak? Bahkan tidak sampai setengahnya?’ Fei Chen berdiri dan menatap Ling Ye.
“Mari kita pulang, kau mabuk Ye‘er-”
Fei Chen terkejut dengan tindakan Ling Ye yang berjinjit dan mengecup bibirnya. Kedua tangan Ling Ye memegang pipi Fei Chen sebelum mengalungkan kedua tangannya keleher Fei Chen.
‘Kenapa tubuhku sangat panas... ’ Liuya sendiri tidak menyadari jika dirinya telah meminum arak yang berisi obat perangsang seperti jebakan makan tuan.
Pemandangan Fei Chen dan Ling Ye itu membuat tubuh Liuya semakin panas. Terlebih saat Fei Chen mulai membalas tindakan Ling Ye.
“Mereka berdua... Oh...”
Fei Chen menahan Ling Ye dan mengatur nafasnya, “Ye‘er, kita sudah bertindak terlalu jauh. Aku pria normal, tetapi aku tidak akan melakukan hubungan ini dengan wanita yang belum ku kenal sepenuhnya...”
Ling Ye yang mendengar ucapan Fei Chen hanya tersenyum dan berkata, “Sekarang aku adalah... Wanitamu Chen‘gege...”
Setelah itu tubuh Ling Ye terjatuh kedepan dan pingsan. Fei Chen mendekap nya dan menghela nafas secara kasar.
“Ye‘er, mungkin suatu hari nanti kita bisa saling mengenal lebih dekat. Aku tidak akan mencari cara mematahkan kutukan ini sebelum dendam ku terpenuhi. Sampai saat itu tunggu aku...” Fei Chen mengecup kening Ling Ye.
Setelah itu Fei Chen mendudukkan Ling Ye dan menatap Liuya yang menatap dirinya penuh gairah.
“Tuan, anda sudah membeli semua aset rumah hiburan ini termasuk diriku ini... Jadi apa Tuan tertarik melewati malam yang panjang bersamaku?” Liuya bergerak mendekati Fei Chen dan membuka pakaian atasnya.
“Nyonya Liuya, aku akan memberikan pelajaran yang berharga untukmu. Aku sudah mengatakan padamu apa orang itu lebih penting dariku setelah aku membeli rumah hiburan ini?” Fei Chen menunjuk Pangeran Fuchu dan mendekati Liuya.
“Fen Liuya itu namamu bukan? Jelaskan padaku atau aku akan menghukummu...” Bisikan Fei Chen justru membuat Liuya mendorong tubuh pemuda itu dan menindihnya secara kasar.
Telapak tangan Liuya bergerak kebawah perut Fei Chen dan bergetar untuk sesaat, “Tuan, ini sangat besar...”
“Tuan, tolong hukum aku...” Liuya menatap Fei Chen penuh gairah.
“Jelaskan semuanya padaku. Aku berjanji akan melakukannya denganmu. Mungkin tidak sekarang tetapi suatu hari nanti.”
Fei Chen menyentuh dagu Liuya dan membuat wanita itu bercerita mengenai identitasnya. Liuya merupakan istri kepala keluarga Fen yang kini telah binasa akibat membangkang dan memberontak terhadap pemerintah Jia Gunglai.
Fen Liuya itulah nama asli wanita berumur tiga puluh sembilan tahun dengan tubuh berisi dan menggoda dikalangan pria dewasa. Fen Liuya yang bertahan hidup membuang nama marganya dan membuka usaha rumah hiburan untuk menghidupi dirinya dan wanita-wanita yang dengan sukarela bekerjasama dengan dirinya.
Walaupun mencoba hidup tenang dan damai, Fen Liuya tidak bisa melupakan dendamnya hingga akhirnya dia mencoba membalaskan dendamnya dengan berbagai cara namun tidak berhasil.
Fei Chen melihat tubuh Fen Liuya bergetar hebat dan membuatnya memeluk wanita itu. Fei Chen mengerti jika Fen Liuya telah melalui masa sulit sendirian bahkan mungkin wanita ini sudah mengorbankan tubuhnya beberapa kali.
Hingga akhirnya identitasnya diketahui Pangeran Fuchu setelah kedatangan Fei Chen. Tentu saja itu membuat Fen Liuya ketakutan karena dia pernah diancam serupa oleh pria bernama Zhou Tanba yang merupakan adik kandung kepala keluarga Zhou bernama Zhou Furou.
Hampir selama lima tahun Fen Liuya menjadi budak Zhou Tanba namun suatu hari Liuya mengetahui jika Zhou Tanba dibunuh Jia Gunglai karena mencoba memperkosa Jia Minji.
Setelah terbebas dari Zhou Tanba, Liuya kembali diancam kakak kandung Zhou Tanba yang tidak lain adalah Zhou Furou. Istri Zhou Furou sendiri merupakan sahabatnya, namun Liuya tidak pernah memberitahu mengenai dirinya yang masih hidup atau masalah hidupnya pada istri Zhou Furou yang bernama Zhou Yinru.
“Tuan, apa menurutmu aku wanita kotor?” Fen Liuya menatap Fei Chen dan menyeka air matanya. Tangannya ditahan Fei Chen dan pemuda itu kini menyeka air matanya.
“Jika bisa memilih kau pasti menginginkan kehidupan normal bukan Nyonya Liuya? Kau bukan wanita kotor setidaknya itu pandangan tentang dirimu dimataku. Bagiku kau adalah wanita yang telah lama menderita dan tidak memiliki tempat untuk berbagi cerita.”
Fei Chen mengatakan hal yang tidak pernah dia pikirkan sebelumya dan itu membuat Fen Liuya merasa tersentuh.
Fen Liuya menangis dan Fei Chen memberikan dekapan hangat sampai wanita itu tenang.
“Tuan, tentang janji itu kau bisa menepatinya?” Fen Liuya menatap Fei Chen dan mengecup bibir pemuda itu singkat.
“Tuan, aku akan menagihnya jika kau telah membalaskan dendammu.”
“Kau...”
Fei Chen terkejut. Dia baru menyadari jika Liuya kemungkinan mendengar ucapannya pada Ling Ye saat gadis berumur dua puluh satu tahun itu tertidur.
“Aku tadi mendengarnya. Mulai sekarang aku memanggilmu Chen‘er, Tuan...” Liuya mengalungkan kedua tangannya keleher Fei Chen dan berbisik, “Kau boleh memanggilku Bibi Fen atau Bibi Liuya. Jika mau, kau bisa memanggilku Liu‘er sayang...”
“Tunggu.” Fei Chen memegang kedua lengan Fen Liuya dan mengangkat alisnya.
DARRR
Fen Liuya segera melepaskan pelukannya saat pintu masuk ruangan hancur berantakan.
“Pangeran, maaf terlambat-”
Terlihat pria berumur empat puluhan tahun datang bersama beberapa pendekar. Pria itu adalah Xiang He dan datang bersama anaknya yang bernama Xiang Kuan serta Gu Fang.
“Kau! Apa yang telah kau lakukan pada Pangeran? Hmmm... Nona Ling? Dan...” Xiang He menatap tajam Fei Chen yang sedang memegang pundak Fen Liuya.
“Kenapa ribut-ribut? Hoam...” Ling Ye bangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali, sedangkan Pangeran Fuchu merasakan kepalanya yang begitu pening.
Bersamaan dengan ini, di Istana Jia terjadi hal yang mengejutkan karena pertempuran hebat terjadi disana. Namun dalam sekejap pertempuran itu berubah menjadi pembantaian saat Ling Han dan Ling Shan ditangkap.