Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
Rilis Leo Avalon & Penguasa Benua Tujuh Bintang


Berhubung hp gue baru jadi ngetik naskahnya baru juga. File naskah Penguasa Benua Tujuh Bintang di hp lama yang udah gak bisa dipake. Masih anget nih silahkan dibaca. Leo Avalon udah update 10 chapter, kalau Penguasa Benua Tujuh Bintang nunggu review.


Nih gue kasih spoilernya.


PBTB 1 - Ayah Dan Anak


Kisah dimalam yang berapi-api telah usai berganti dengan datangnya sang fajar yang menguasai kehangatan negeri nan jauh disana. Kabar suka dan duka bersemayam di keluarga sang Kaisar Ma.


Sosok pemuda yang namanya menggema dan menjadi Raja Neraka telah dinobatkan menjadi Penguasa Benua Tujuh Bintang. Beberapa bulan setelah kejadian di Kekaisaran Kai, Penguasa Benua Tujuh Bintang yang bernama Fei Chen mengalami kejadian memilukan saat para istrinya yang mengandung anaknya mengalami keguguran.


Kondisi tubuh Fei Chen yang istimewa dan kejadian pada putranya yang bernama Fei Long membuat Fei Chen harus menerima kondisi dimana dia harus kehilangan anaknya yang lain, bahkan sebelum sang anak menghirup nafas dunia.


Ning Guang, Liu Xianlin, Qiao Mi dan Luo Rou mengalami keguguran, setelah itu semua istrinya yang tidak memiliki tubuh seperti Su Xiulan tidak akan mendapatkan keturunan dari Fei Chen.


Fei Chen diberkati kekuatan dari sang Dewa, namun inilah hukuman yang harus diterima Fei Chen sebagai ganti kekuatan itu. Awalnya Fei Chen menyalahkan dirinya dan menenangkan empat istrinya yang mengalami keguguran, namun seiring berjalannya waktu Fei Chen merasakan depresi karena merasa gagal sebagai seorang pria.


Namun semua istrinya menyadari betapa terguncangnya Fei Chen sehingga mereka tidak menyalahkan keadaan tersebut. Justru mereka semua tertantang untuk menjadi seorang Pendekar Dewa dan memiliki kekuatan seperti Raja Iblis Agung agar dapat memiliki keturunan dari Fei Chen.


Walaupun mustahil tapi itulah yang terjadi. Semenjak itu Fei Chen memberikan banyak sumber daya kepada semua istrinya yang berlatih secara mandiri dan Fei Chen mulai menjalani hari-harinya sebagai sosok Kaisar Ma dan Penguasa Benua Tujuh Bintang.


Walaupun orang-orang di Kekaisaran Ma, Kekaisaran Yin dan Kekaisaran Kai memanggilnya dengan sebutan Penguasa, Fei Chen merasa tidak pantas karena dirinya belum menaklukkan Kerajaan Munjong dan Kerajaan Historia.


Ketenaran Fei Chen menjadi cerita dikalangan orang-orang yang berada di Kekaisaran Ma, Kekaisaran Yin dan Kekaisaran Kai. Begitu banyak julukan untuk pemuda berumur delapan belas tahun yang berhasil membunuh Sun Yelong ini.


Mulai dari Kaisar Penakluk Wanita, Penguasa Es, Kaisar Iblis Wanita dan masih banyak lagi. Berkat Fei Chen juga, Benua Tujuh Bintang ataupun Benua Sembilan Petir tidak mendapatkan ancaman dari Raja Iblis Agung.


Dan kini delapan tahun telah terlewati, selama itu Fei Chen terus melakukan tugasnya menjadi sosok Kaisar Ma sekaligus Penguasa Benua Tujuh Bintang bahkan dia juga memegang kendali pemerintahan di Kekaisaran Jia dan Kekaisaran Yang serta Kekaisaran Chu.


Selama delapan tahun itu Istana Naga Neraka Terdalam benar-benar tumbuh menjadi pasukan yang kuat dan dapat melindungi Benua Tujuh Bintang dan Benua Sembilan Petir dari gangguan luar.


Fei Chen sendiri menikmati waktu delapan tahun tersebut dengan menyempatkan waktu bersama istrinya dan anaknya Fei Yuechan yang kini sudah menjadi gadis kecil berumur delapan tahun.


Dengan menyuruh Deshe dan Fengxue, Fei Chen berhasil menemukan lokasi dan informasi tentang Kerajaan Historia dan Kerajaan Munjong. Bukan hanya itu, Fei Chen sudah menyiapkan diri untuk menuju Benua Langit dan Pulau Sembilan Keseimbangan.


“Ibu Ketujuh!” Gadis kecil yang tidak lain adalah Fei Yuechan langsung memeluk wanita dewasa yang terlihat anggun bernama Ning Guang.


“Yuechan‘er, jika berlatih di pagi hari jangan lupa untuk sarapan pagi.” Ning Guang menegur sambil mencubit gemas pipi Fei Yuechan.


‘Yuechan‘er sangat menggemaskan, aku menjadi kasihan karena dia benar-benar bisa hafal urutan istri bocah nakal ini.’ Ning Guang membatin dan menatap Fei Chen tajam.


“Ada apa Putriku? Apa Ibu Pertama sudah bangun?” Fei Chen bertanya kepada Fei Yuechan yang sedang memeluk Ning Guang.


“Ayahanda aku berhasil menguasai teknik pedang yang diajarkan Ibu Ketiga dan Ibu Keenam! Ibu Pertama sudah bangun!” Fei Yuechan menjawab dengan mata berbinar-binar menatap Fei Chen.


‘Ibu Keenam? Oh, Xia‘er... Aku hampir lupa urutannya...’ Fei Chen membatin dan tersenyum kecut sendiri dan itu membuat Ning Guang tertawa cekikikan.


“Ada apa Ibu Ketujuh?” Fei Yuechan bertanya karena penasaran dengan Ning Guang yang tertawa.


“Tidak, Yuechan‘er. Ibu hanya mengingat sesuatu.” Ning Guang jongkok lalu mengecup kening Fei Yuechan.


“Yuechan‘er, Ayahmu sedang sibuk. Mari bantu Ibu masak.” Ning Guang mengajak.


Fei Yuechan berniat menolak, namun melihat Fei Chen akhirnya Fei Yuechan mengikuti ajakan Ning Guang. Bagi Fei Yuechan mendapatkan perhatian Fei Chen adalah hal yang paling dia inginkan, namun Fei Yuechan sadar jika Fei Chen memiliki banyak kesibukan.


“Yuechan‘er, nanti malam temui Ayahanda di ruang singgasana. Ayahanda akan memberikan sesuatu yang menarik untukmu dan cerita tentang saudara kembarmu,” ucap Fei Chen.


Lanjutannya entar ya masih review wkwkwkkkk


Ntar cari aja yang cover novelnya begitu, kalau gak cek di profilnya guys.


Jangan lupa ikutin kelanjutannya kisah Fei Chen sama petualangan dari nya Leo Avalon. See You....