
PPFC 161 - Pertemuan Istana Naga Neraka Terdalam II
Di Aula Pedang Bunga terlihat semua tokoh sudah berkumpul. Fei Chen dan Feng Lao datang terlambat dan disambut hangat oleh semuanya. Sebelum memulai pertemuan, Dao Tao dan Long Jirou meminta maaf pada Feng Lao mengenai apa yang terjadi dimasa lalu.
Ketiganya saling memaafkan bahkan tertawa bersama setelah sama-sama melepaskan jabatan mereka. Luo Rou sendiri tidak membantah saat Feng Lao mengajukan dirinya sebagai Matriark Lembah Pedang.
Pihak Lembah Pedang diwakili Feng Lao dan Luo Rou, Lembah Naga diwakili Long Jirou dan Chi Sun, sedangkan Lembah Persik diwakili oleh Dao Tao dan Murong Liuyu.
Disana juga ada Kaisar Yin dan Yin Jinxia serta Ling Ye dan Qiao Mi. Fei Chen duduk di samping Su Xiulan yang mendampinginya dan Qie Shie.
Fei Chen memandang semua orang yang hadir dan merasakan hawa keberadaan Fang Huo yang datang bersama Long Xiaoya dan Yue Lian. Tak lama San Zhu datang bersama Hong Zi Ran dan Jia Li.
“Sepertinya semuanya sudah berkumpul...” Fei Chen menarik nafas panjang sebelum aura dirinya berubah total dipenuhi kewibawaan.
“Baiklah, mari kita mulai pertemuannya...”
Fei Chen menceritakan tentang Istana Naga Neraka Terdalam kepada semua orang yang menghadiri pertemuan lalu memperkenalkan sosok Qiao Mi kepada semuanya.
“Sama seperti di Kekaisaran Chu, aku ingin membagi Istana Naga Neraka Terdalam menjadi empat bagian jika Lembah Naga, Lembah Pedang, Lembah Persik serta Sekte Seribu Pedang bergabung.” Fei Chen mengalihkan pandangannya menatap Kaisar Yin San yang terlihat ingin berbicara.
“Apa Yang Mulia keberatan?”
Kaisar Yin San mengangkat tangannya, “Yang Mulia, putriku ingin berbicara...”
“Silahkan, Tuan Putri. Jika ada yang ingin kau bicarakan, maka katakan semuanya untuk itu kita mengadakan pertemuan ini. Ini juga berlaku untuk yang lainnnya...”
Melihat bagaimana Fei Chen memimpin pertemuan ini tentu saja membuat Feng Lao berdecak kagum begitu juga dengan Dao Tao dan Long Jirou.
“Saudara Fei, aku ingin bergabung dengan Istana Naga Neraka Terdalam. Hanya itu saja permintaanku, aku harap kau menerimanya.”
Fei Chen tersenyum tipis mendengar ucapan Yin Jinxia. Dia mengira Yin Jinxia akan mengatakan sesuatu yang sulit untuk dia wujudkan.
“Aku menyambutmu Tuan Putri...”
Akhirnya Fei Chen menjelaskan kepada semua orang jika dirinya berniat akan membagi Istana Naga Neraka Terdalam menjadi empat bagian yakni Benteng Lembah Naga, Benteng Lembah Persik, Benteng Lembah Pedang dan Lentera Seribu Pedang.
“Benteng Lembah Naga akan dipimpin oleh Senior Chi...” Fei Chen menambahkan jika Benteng Lembah Persik akan dipimpin Murong Liuyu, Benteng Lembah Pedang dipimpin oleh Luo Rou dan Lentera Seribu Pedang yang akan dipimpin Qie Shie.
“Apa ada yang ingin menambahkan?”
Tak lama Murong Liuyu mengangkat tangan, “Patriark Fei, aku ingin bertanya mengenai Lentera Iblis Tunggal...”
“Patriark Fei...” Fei Chen mendapatkan tatapan aneh dari Murong Liuyu dan itu membuatnya menggumam pelan.
“Apa yang harus kita lakukan pada mereka? Menurutku jika kita ingin menghancurkan aliran hitam maka kita harus menghancurkannya hingga ke akarnya.” Murong Liuyu menambahkan.
Chi Sun langsung menanggapi sebelum Fei Chen menjawab.
“Maaf menyela, Saudari Murong. Walaupun kita membinasakan aliran hitam, aku yakin suatu saat mereka akan kembali muncul. Dendam dan kebencian akan selalu ada selama manusia itu sendiri masih ada. Alangkah lebih baiknya jika kita memperkuat diri dan bersiap menghadapi kekacauan yang dimaksud oleh Patriark Fei...”
Chi Sun dengan pembawaannya yang tenang membuat Murong Liuyu kembali berpikir, sedangkan Luo Rou memperhatikan jalannya pembicaraan.
“Aku sudah meminta Ye‘er-” Fei Chen terdiam setelah pandangan semua orang tertuju padanya.
“Lokasi persembunyian Lentera Iblis Tunggal sulit untuk ditemukan, aku sudah meminta Direktur Istana Mawar Biru mencarikan informasi mengenai mereka tetapi tetap saja situasi lebih sulit dari yang aku kira...” Fei Chen mengumpat dalam hati saat melihat tatapan aneh Murong Liuyu padanya.
‘Bocah tengik yang tidak tahu sopan santun itu secara terang-terangan mengatakan bahwa Direktur Istana Mawar Biru adalah wanitanya...’ Murong Liuyu masih sulit mempercayai jika pemuda tampan yang sekarang memimpin jalannya pertemuan ini adalah bocah yang dulu dia kenal.
“Situasi dunia persilatan Kekaisaran Yin masih tidak stabil. Aku ingin semua orang yang ada disini bisa memperkuat diri termasuk dengan anggotanya.”
Bahaya yang mengancam dunia persilatan bukanlah dari dalam melainkan luar. Menyadari betapa bahayanya ancaman yang dimaksud Fei Chen akhirnya semuanya sepakat untuk mengikuti arahan Fei Chen.
Sebelum mengakhiri pertemuan, Fei Chen membagikan sumber daya secara cuma-cuma kepada para pemimpin untuk dibagikan kepada anggotanya.
Setelah itu Fei Chen menemani Feng Lao, Dao Tao, Long Jirou dan Fang Huo makan malam sambil menikmati arak.
Sebelum tertidur di Aula Pedang Bunga karena terlalu menikmati arak bersama Feng Lao, Dao Tao, Long Jirou dan Fang Huo, Fei Chen membuat sebuah portal di Aula Pedang Bunga.
“Ternyata tetap saja sulit membuat portal teleportasi walaupun telah menggunakan Qi...”
Fei Chen yang merasa pusing akhirnya tertidur pulas setelah perjalanan panjangnya dari Benua Sembilan Petir.