Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 92 - Menuju Kekaisaran Jia


PPFC 92 - Menuju Kekaisaran Jia


“Kami telah menunggumu, Chen‘er.” Liang Cheng menyapa Fei Chen yang baru saja keluar dari Aula Naga.


“Kakek Liang, apa kalian semua datang untukku?” Walaupun Fei Chen bertanya dengan ramah namun wajahnya terlihat sulit untuk tersenyum.


“Kami semua datang untukmu, Chen‘er. Kau adalah penyelamat kami. Semoga perjalananmu menyenangkan dan kau bisa segera menuntaskan ambisimu itu.” Liang Cheng tidak mengetahui masa lalu Fei Chen, namun dia berharap suatu saat Fei Chen akan kembali kesini.


“Pemimpin, ucapan terimakasi saja tidak cukup. Walau singkat tetapi semua terasa indah karena kita membangun sekte ini bersama-sama.” Shu En tersenyum kecut saat mengatakan itu.


“Maaf menyela Senior Shu, tetapi kau baru saja mengatakan hal yang sedih. Bukankah kita harus melepaskan kepergiannya dengan senyuman.” Qiao Mi menatap Fei Chen penuh arti dan membuat pemuda itu memalingkan wajahnya.


Akhirnya Fei Chen bercengkerama dengan anggota Istana Naga Neraka Terdalam sebelum pergi menunu Kekaisaran Jia.


“Guru, apakah kau akan kembali kesini lagi? Kumohon jangan pergi!” Chu Meilan merengek dan memeluk tubuh Fei Chen yang lebih tinggi darinya.


Fei Chen bisa melihat jelas kesedihan Chu Meilan diwajah gadis kecil itu. Suara tangis Chu Meilan pecah saat Fei Chen mengelus kepalanya.


“Meilan‘er, jangan menangis. Aku pasti akan kembali kesini.” Fei Chen jongkok dan tersenyum tipis sambil menyeka air mata Chu Meilan.


“Apa Guru bisa berjanji?” Chu Meilan menatap Fei Chen penuh harap. Fei Chen mengangguk.


“Aku berjanji.”


Mu Rong segera menghampiri keduanya, “Tuan Muda Fei, aku akan menjaga Meilan‘er untukmu. Murid kesayanganmu akan tumbuh menjadi wanita cantik yang memikat hatimu dikemudian hari.”


“Hentikan, Bibi Mu.” Fei Chen menggelengkan kepalanya karena Mu Rong terlihat sangat tertarik pada dirinya.


“Semuanya, aku pergi.”


Fei Chen menatap seluruh anggota Istana Naga Neraka Terdalam dan pergi secara perlahan. Pandangan matanya sekilas menatao Qiao Mi yang tersenyum penuh arti padanya.


Segera Fei Chen menuju Kekaisaran Jia tanpa menoleh kebelakang sedikitpun. Sekarang tujuannya adalah mencari informasi tentang rute menuju Benua Tujuh Bintang.


Antara menggunakan kapal dan Binatang Iblis, Fei Chen lebih memilih menggunakan Binatang Iblis karena menurutnya lebih cepat menggunakan Binatang Iblis dibandingkan kapal.


“Istana Mawar Biru. Saat itu aku menolak tawaran mereka. Tidak pernah aku sangka, Istana Mawar Biru berasal dari Benua Sembilan Petir. Selain itu ada yang terus mengganggu pikiranku...”


Fei Chen selalu mengingat Jia Li. Dalam hatinya Jia Li memiliki tempat tersendiri. Mengetahui ada Kekaisaran Jia di Benua Sembilan Petir tentu saja muncul sejumlah pertanyaan besar didalam benak Fei Chen.


“Apa Lili memiliki hubungan dengan keluarga Kekaisaran Jia? Nama Jia tidak pernah terdengar di Benua Tujuh Bintang sebelumya...” Fei Chen jelas mengingat paras Jia Li yang menyamai Yin Jinxia ataupun Ma Mingyan.


Paras bangsawan tinggi terpancar jelas diwajah ketiganya dan itu membuat Fei Chen semakin yakin jika Jia Li memiliki hubungan dengan Kekaisaran Jia.


Dengan mengikuti rute peta yang diberikan Mu Rong, akhirnya Fei Chen dapat menentukan tujuan perjalanan selanjutnya tanpa harus tersesat.


Dalam perjalanan Fei Chen bertemu dengan sejumlah pasukan militer Kekaisaran Jia. Setiap pasukan militer Kekaisaran Jia yang menghadangnya dia bunuh.


Sebelum membunuh, Fei Chen mengorek sejumlah informasi dan melepaskan beberapa pertanyaan yang membantunya untuk mengetahui masalah yang terjadi di Kekaisaran Jia.


Informasi yang didapatkan Fei Chen adalah ambisi besar Kaisar Jia yang berniat menguasai seluruh daratan Benua Sembilan Petir dan memperluas wilayahnya hingga ke Benua Tujuh Bintang melalui koneksi Istana Mawar Biru.


“Kaisar sialan ini terlalu berambisi...”


Fei Chen hanya menggelengkan kepalanya dan secara garis besar dia mengetahui jika di Kekaisaran Jia telah terjadi masalah politik perebutan tahta seperti Kekaisaran Ma.


“Sebaiknya aku bergegas...” Fei Chen mempercepat langkahnya menapaki udara dan bergerak dengan kecepatan tinggi menuju Kekaisaran Jia.


___


ARC 3 - KEKAISARAN CHU END