
PPFC 104 - Rumah Hiburan Liuya
“Senior Shan, apa maksudmu mengatakan itu padaku?”
Ling Shan tersenyum mendengar pertanyaan Fei Chen.
“Karena aku sedikit berharap kau adalah pria yang tepat untuk adikku itu. Dia menganggap semua pria adalah alat kecuali beberapa orang. Jika kau bisa menaklukkan wanita seperti adikku, maka kau akan mudah menaklukkan wanita lainnya.” Ling Shan dengan enteng menjawab.
“Hanya itu? Perkataanmu sebelumnya seolah-olah kau akan mati...”
Kembali Ling Shan tertawa, “Aku hanya berjaga-jaga, setidaknya aku bisa mempercayakan adikku padamu. Mungkin aku akan menyesal jika tidak mengatakan itu. Kau terlalu memikirkannya, Adik Chen.”
Fei Chen pernah kalah sekali dengan Ling Shan. Tentu sosok Ling Shan membuatnya teringat akan Feng Lao yang berulang kali mengalahkannya.
Pembawaan Ling Shan yang santai namun tegas terhadap orang-orang yang belum dia kenal. Fei Chen senang terhadap sikap Ling Shan yang seperti itu.
‘Seperti yang telah ku perkirakan. Mereka akan menyergap dan membunuh kami, kemudian mencari keberadaan Ye‘er. Tetapi aku yakin Ye‘er akan aman bersama pemuda ini.’ Ling Shan tersenyum menatap Fei Chen sebelum akhirnya keduanya mengobrol ringan seputar Kekaisaran Jia.
Pembicaraan yang dilakukan Ling Shan dan Fei Chen sendiri tidak pernah Ling Ye tebak sebelumnya. Ling Ye masih berpikir jika Ling Shan akan memanfaatkan pendekar Gunung Golok Kembar yang menyamar dan membunuh mereka dengan bantuan Fei Chen.
Besok malamnya Fei Chen menerima ajakan Ling Ye untuk pergi ke salah satu tempat yang memang akan disewa oleh Jia Fuchu. Berbeda dengan Ling Ye yang sangat antusias karena merasa berhasil mengendalikan hati pemuda yang berpura-pura sebagai kekasihnya, Fei Chen justru menatap bosan sekelilingnya.
“Nona Muda Ling... Apa ada yang bisa kami bantu?” Seorang wanita paruh baya terlihat kebingungan karena Ling Ye mendatangi rumah hiburan yang terkenal menjadi tempat bermainnya pria hidung belang.
“Kekasihku ini ingin membeli semua aset rumah hiburan ini. Menurut dia tempat ini sangat mengganggu dan akan diganti menjadi restoran.” Seenaknya Ling Ye menjawab dan membuat Fei Chen tersedak.
“Sejak kapan aku- Cih!” Fei Chen tidak dapat melanjutkan perkataannya saat Ling Ye menginjak kakinya dan mencubit lengannya.
“Sayang, bukankah kau sudah berjanji?” Semua pria yang melihat ekspresi Ling Ye saat seperti ini menelan ludah.
Kebanyakan dari mereka hanya bisa merasa iri mengingat paras Fei Chen yang rupawan dengan ekspresi dinginnya.
‘Wanita ini! Dia benar-benar mempermainkanku! Tunggu pembalasanku!’ Fei Chen mengumpat dalam hati.
“Seperti yang dikatakan Ye‘er, aku ingin membeli semua aset rumah hiburan ini.” Fei Chen dengan tatapan dinginnya berkata.
“Jika anda memiliki uang senilai seratus juta keping emas, maka aku akan menjual semua aset di rumah hiburan ini termasuk diriku.” Wanita paruh baya itu tersenyum genit dan membuat Ling Ye mengangkat alisnya.
‘Wanita ini! Apa dia berpikir Tuan Muda Chen akan tertarik padanya?’ Ling Ye memperhatikan dengan seksama paras wanita paruh baya itu.
‘Jika dipikir dia memiliki paras seperti bangsawan... Dan tubuhnya...’ Ling Ye menelan ludah dan harus mengakui wanita paruh baya itu memiliki keunggulan.
Saat Ling Ye melamun, Fei Chen membayar uang yang diminta pemilik rumah hiburan dan mengurus administrasinya. Pemilik rumah hiburan itu bernama Liuya.
“Mulai sekarang rumah hiburan ini termasuk aku dan semua pekerja menjadi milikmu, Tuan.” Liuya berkata. Wanita berumur tiga puluh sembilan tahun itu menatap Ling Ye dan tersenyum.
“Ya, sekarang semua ini telah menjadi milikku. Apa kau puas Ye‘er?” Fei Chen mencubit gemas pipi Ling Ye karena gadis ini terlihat sedang memelototi Liuya.
“Eh?” Ling Ye terkejut karena Fei Chen akan menyentuh pipinya.
“Bisa siapkan ruangan terbaik untuk kami?” Fei Chen bertanya pada Liuya yang berdiri didepannya.
“Bisa Tuan.” Liuya terlihat berpikir karena dahinya terlihat mengkerut.
“Tetapi ruangan itu sudah dipesan oleh Pangeran Fuchu...”
“Dia siapa? Bukankah aku sudah membeli semua aset bangunan ini? Apa dia lebih penting dariku?”
Fei Chen sudah mengetahui sosok Pangeran Fuchu dari Ling Ye namun dia tidak menyangka ekspresi ketakutan Liuya tergambar jelas.
“Bisa antarkan aku kesana?” Fei Chen kembali bertanya dengan suara memerintah dan Liuya tidak bisa membantah selain mengantar Fei Chen menuju lantai atas rumah hiburan.
Liuya berpikir bisa memanfaatkan Fei Chen untuk masalah pribadinya namun sepertinya dia salah sangka.
‘Sepertinya aku harus mengubur dendamku ini...’ Liuya membatin penuh penyesalan.
Sesampainya didepan ruangan yang dipesan Pangeran Fuchu, Liuya, Fei Chen dan Ling Ye mendengar suara pekikan seorang pria dengan nafas terengah-engah.