
PPFC 296 - Kembali Lagi
Hua Ruyun, Zhang Xue, Shin Riu dan Bai Shinhwa melihat pertarungan sengit antara Ying Xie melawan Mao Gang. Pertarungan itu menjauh dari Reruntuhan Dewi Iblis dan nampak keduanya melakukan pertukaran hebat diatas langit Ibukota Yangdian.
“Ini tidak mungkin! Chen‘er...” Hua Ruyun sulit menerima bahwa Fei Chen tertelan mulut ular berwarna hitam.
“Tidak yang bisa kita lakukan. Pertarungan disana juga pasti akan membuat Ibukota Yangdian hancur.” Zhang Xue menggelengkan kepalanya dan tersenyum kecut.
Shin Riu dan Bai Shinhwa terdiam dan memperhatikan satu bayangan seseorang yang mendekat. Nampak Hua Ying datang menawarkan bantuan kepada mereka berempat.
Hua Ying menjelaskan kepada Hua Ruyun, Zhang Xue, Shin Riu dan Bai Shinhwa bahwa dirinya bersama San Zhu dan Shu Zhui sedang mengevakuasi penduduk Ibukota Yangdian.
“Kita harus membawa mereka sejauh mungkin. Disana juga ada peliharaan Chen‘gege yang menggunakan tubuhnya sebagai tameng dari pertarungan Guruku dan Raja Iblis Mao Gang.” Hua Ying menjelaskan.
‘Hua Ying ya? Apa dia salah satu wanitanya Chen‘er... Kami ini akan menjadi istri Chen‘er yang keberapa?’ Hua Ruyun tiba-tiba mengingat janjinya Fei Chen pada mereka bersembilan.
Sementara mereka menjauh dari Reruntuhan Dewi Iblis dan mulai melakukan evakuasi penduduk Ibukota Yangdian, Fei Chen kembali ke Reruntuhan Dewi Iblis bersama Xi Taohua dan Liang Su.
“Akhirnya kita bisa keluar. Ini tidak sia-sia, tetapi sangat melelahkan...” Liang Su tersenyum sumringah namun saat mencoba berjalan, kedua pahanya terasa ngilu.
“Ini semua salahmu Chen‘er! Bagaimana bisa kau memperlakukan kami berdua seperti itu?!” Xi Taohua mengingat jelas bagaimana Fei Chen yang terus mengukung tubuhnya kuat.
Fei Chen tersenyum tipis, “Sudahlah, lagipula kalian berdua sangat menikmatinya.” Ucapan Fei Chen ini membuat Xi Taohua dan Liang Su tersipu malu.
Fei Chen segera menatap langit dan melepaskan aura tubuhnya. Kali ini aura tubuh yang terlepas lebih besar dari miliknya beberapa jam yang lalu.
‘Guru... Lalu ada Ying‘er, Kakak Zhu dan Senior Shu. Dan sepertinya mereka berlima bersama Ying‘er. Baiklah, saatnya mengucapkan terimakasih pada Mao Gang, berkat dia aku bisa merasakan tubuh mereka berdua.’ Fei Chen membatin dan tersenyum penuh makna melihat Xi Taohua dan Liang Su.
“Kenapa kau tersenyum sambil menatap kami Gege?” Liang Su bertanya.
“Jangan katakan kau ingin minta lagi Chen‘er?” Xi Taohua terlihat malu.
“Aku hanya masih tidak menyangka karena dapat mengarungi kegiatan indah dengan kalian berdua.” Fei Chen menjawab dan membuat keduanya mendekat lalu menyuruh Fei Chen untuk melupakannya.
“Mana mungkin aku bisa melupakannya!” Fei Chen protes karena bagaimanapun dia sangat ingat bagaimana bentuk lekukan tubuh keduanya.
“Jangan pura-pura Chen‘er! Jika bisa aku ingin milikmu itu ngilu agar kau merasakan apa yang kami berdua rasakan!“ Xi Taohua tersenyum sadis dan meremas milik Fei Chen dengan sangat kuat.
Fei Chen meringis, “Bibi Xi, apa kau dendam padaku?”
“Tidak, aku hanya sedikit kesal.” Xi Taohua menjawab lalu meremasnya lebih kuat dan melepaskannya.
Liang Su tertawa lirih melihat keduanya. Dan tak lama Fei Chen mengeluarkan Fengxue sang Phoenix Es yang merupakan salah satu binatang peliharaannya.
“Fengxue, bawa mereka berdua menuju tempat keberadaan Ying‘er.” Setelah berkata demikian Fengxue membawa Xi Taohua dan Liang Su yang berada dipunggungnya menuju Ibukota Yangdian.
“Hukong, keluarlah...” Fei Chen mengeluarkan Hukong dan menyuruh Hukong untuk melakukan evakuasi penduduk.
“Baik, Tuanku. Kera Langit yang hebat ini akan melaksanakan perintahmu Tuanku yang perkasa.” Setelah berkata demikian Hukong terlihat melakukan pose dan menguatkan otot kakinya sebelum melompat keatas langit.
Fei Chen menggelengkan kepalanya melihat Hukong yang langsung bergegas menuju Ibukota Yangdian.
“Saatnya bergerak...” Fei Chen memejamkan mata dan berkata lirih.
“Aura Zirah Neraka!”
Seketika api menyelimuti tubuh Fei Chen. Api berwarna merah menyala itu memadat namun setiap Fei Chen bergerak kobaran api terlihat jelas disekitar kulitnya.
Lalu Fei Chen melepaskan Energi Iblis dalam jumlah besar hingga aura hitam pekat nampak terpancar disekitar tubuhnya.
Dengan kecepatan tinggi Fei Chen langsung terbang menuju langit Ibukota Yangdian dan melepaskan satu serangan dahsyat yang langsung mengarah pada Mao Gang.
“Amarah Naga Api!”
Pukulan yang dipenuhi Energi Iblis ini semakin kuat dibandingkan versi sebelumnya yang menggunakan Qi. Kepalan tangan api memanjang dengan ujungnya yang bermulut Naga.
Pukulan itu langsung mengarah pada Mao Gang yang sedang melakukan pertukaran serangan dengan Ying Xie.