Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 282 - Aksi Raja Neraka


PPFC 282 - Aksi Raja Neraka


Setelah melarikan diri ke Reruntuhan Dewi Iblis, Yang Ergou bertemu langsung dengan Dan Jin dan Lang Feng. Nampak ekspresi keduanya memucat karena mendengar penjelasan Yang Ergou mengenai sosok ular berwarna putih.


“Bodoh! Apa kau tidak mengetahui ular itu?! Beliau pernah menceritakan padaku tentang bahayanya binatang suci peliharaan Dewa Naga. Banyak keanehan yang terjadi mengingat dia Raja Neraka. Seharusnya binatang suci itu jatuh ke tangan beliau.” Dan Jin menemukan informasi yang berharga. Namun dengan kejadian ini pria itu tidak ingin membahayakan nyawanya lebih jauh.


‘Dia tidak mengotori tangannya dan besantai dengan seorang wanita? Raja Neraka yang terakhir kali kulihat sepertinya orang yang berbeda. Jika aku tetap disini maka aku akan mati, selain itu aku belum benar-benar membunuh Bao Hong Zheng!’ Dan Jin membatin dan menatap Lang Feng yang berbincang dengan Yang Ergou.


‘Sebaiknya aku mengambil jalan memutar menuju Kekaisaran Jia... Sayang sekali aku akan membunuh orang-orang terdekatmu Raja Neraka...’ Dan Jin menyeringai lebar dan mengeluarkan Batu Langit lalu memberikannya pada Lang Feng.


Dengan Batu Langit Dan Jin dapat mengawasi apa yang terjadi di Reruntuhan Dewi Iblis. Sebelum pergi Dan Jin memerintahkan Lang Feng untuk menjaga Reruntuhan Dewi Iblis.


Sedangkan Yang Ergou dengan percaya diri memasuki Reruntuhan Dewi Iblis karena tergiur tawaran Lang Feng. Selain mendapatkan enam wanita cantik dan permaisurinya yang melarikan diri, Yang Ergou tergiut akan kekuatan Pedang Sembilan Petir.


Sementara Yang Ergou masuk kedalam Reruntuhan Dewi Iblis, Lang Feng berjaga didepan pintu masuk dan Dan Jin pergi meninggalkan Reruntuhan Dewi Iblis.


Dan Jin dengan kepercayaan diri yang tinggi terbang menuju Kekaisaran Jia melewati arah yang berbeda dari yang ditempuh Yang Ergou.


“Dengan ini aku bisa memberikan informasi kepada beliau jika Raja Neraka telah benar-benar bangkit! Pertempuran tidak akan bisa dihindari! Aku harus memberitahu mereka untuk menyerang Kekaisaran Ma segera!” Dan Jin dengan wujud Phoenix Merah terbang dengan kecepatan tinggi menuju Kekaisaran Jia.


Namun beberapa jam setelah meninggalkan Reruntuhan Dewi Iblis, Dan Jin dikejutkan dengan bayangan orang yang terbang melayang di udara memegang pedang.


“Kau! Bagaimana bisa?!” Mulut Dan Jin menganga lebar melihat orang yang terbang melayang di udara adalah sosok Mao Gang.


“Kau ikut campur masalahku, bawahan kadal sialan!” Mao Gang tersenyum sinis sebelum menghilang dari pandangan Dan Jin.


Dan Jin langsung melepaskan Qi dan mengepakkan sayapnya. Hujan api memenuhi langit namun Mao Gang berada di belakangnya dan berkata pelan.


“Pergilah sebelum aku berubah pikiran. Kekuatan berguna untuk melawan Raja Neraka. Melihat pertempuran para Raja Iblis Agung membuat darahku mendidih tetapi aku ingin menyaksikan bagaimana sang Raja Naga Iblis melawan pendatang baru Raja Neraka.” Aura pembunuh Mao Gang membuat Dan Jin bergidik ketakutan.


Dan Jin merapatkan giginya dan terbang meninggalkan Mao Gang yang tertawa sinis. Mao Gang menatap telapak tangannya dan menggelengkan kepalanya.


“Bidakku berkhianat. Sepertinya aku harus mengambil tumbal dengan membunuh ribuan nyawa manusia di Yangdian. Dengan kematian mereka maka Hawa Iblis Sejati dan Energi Iblis milikku akan semakin kuat.” Mao Gang menyeringai lebar dan bergerak menuju Ibukota Yangdian.


Sementara itu di Reruntuhan Dewi Iblis nampak Lang Feng menghadang Fei Chen yang baru sampai. Fei Chen sama sekali tidak terpengaruh aura pembunuh yang dilepaskan Lang Feng padanya.


“Jadi kau Raia Neraka Fei Chen?” Lang Feng berjalan pelan mendekati Fei Chen dan menarik pedangnya dengan cepat.


Lalu dengan ayunan pedang yang dipenuhi energi pedang Lang Feng mengincar leher Fei Chen. Seketika suara pedang patah menggema dan membuat tubuh Lang Feng kaku saat melihat tatapan dingin Fei Chen.


“Apa yang sedang kau lakukan?” Fei Chen justru bertanya dengan santai.


Lang Feng mengerutkan keningnya mengingat cerita Yang Ergou.


“Bukankah kau lemah sehingga menyuruh binatang peliharaanmu untuk membuat kekacauan?” Segera Lang Feng menjaga jarak dan membuat Fei Chen tertawa dingin.


“Lemah katamu? Aku tidak turun tangan karena ingin menikmati malam dengan para wanitaku. Selain itu semuanya akan berakhir cepat jika aku yang turun tangan. Kau ingin mencoba?” Mendengar perkataan Fei Chen membuat Lang Feng berkeringat dingin.


Sebelum menyadari lebih jauh, Lang Feng terkejut melihat Fei Chen sudah berada dihadapannya dan mengarahkan ketiga jarinya pada jantung Lang Feng.


“Tiga Ruas Dingin!”


“Kau- Argh!” Mulut Lang Feng mengeluarkan darah bersamaan dengan telapak tangan Fei Chen yang menghancurkan jantung Lang Feng.


Fei Chen menatap dingin tubuh Lang Feng yang ambruk kedepan tepat dibawah kakinya. Kemudian dia memejamkan matanya melepaskan aura tubuhnya dalam jumlah besar dan merasakan delapan hawa keberadaan orang serta sebuah Energi Iblis yang sangat pekat dan besar.


‘Aneh... Jadi malam itu benar-benar Mao Ruyue yang berada ditubuh Xiu‘er... Pantas saja reruntuhan kuno ini seperti dapat kurasakan bentuk dan kedalamannya...’


Fei Chen membatin dan menghela nafas setelah mengetahui apa yang Mao Gang cari. Mao Gang mencari sebuah Energi Iblis serta Hawa Iblis Sejati milik Dewi Iblis di Reruntuhan Kuno Dewi Iblis, namun Mao Gang tidak pernah tahu jika sang Dewi Iblis telah berhubungan erat dengan Fei Chen dan takluk pada keperkasaan pemuda itu.


Fei Chen memegang kepalanya dan tersenyum sinis, “Dunia menghancurkan kehidupanku, tetapi aku masih bisa mendapatkan keberuntungan yang tidak ada habisnya...”


Setelah berkata demikian sebuah api hitam menyebar dalam tubuh Fei Chen. Api hitam tersebut terlihat seperti membakar tubuh Fei Chen sebelum memadat dan terserap kedalam tubuhnya.


Selang beberapa menit kemudian kilatan petir berwarna ungu menyambar tubuh Fei Chen bersamaan dengan Fei Chen yang menarik Pedang Raja Neraka. Dengan satu kali ayunan pedangnya Fei Chen memporak-porandakan Reruntuhan Dewi Iblis.


Puing-puing kehancuran itu menembus kebagian terdalam Reruntuhan Dewi Iblis. Fei Chen menatap Yang Ergou yang tercengang melihat dirinya.


“Kau! Tidak mungkin! Ini tidak mungkin!” Yang Ergou nampak panik saat melihat Fei Chen berada diatas reruntuhan.


“Kita bertemu lagi,” ucap Fei Chen sebelum menghilang dari pandangan Yang Ergou.


“Disini ada harta pusaka berupa aura dan tujuh wanita. Lima wanita tertidur karena telah diracuni dan satu wanita hidup disana.” Fei Chen tiba-tiba berada disamping Yang Ergou dan menunjuk sebuah lorong menuju sembilan lantai terbawah.


“Dimana Lang Feng? Bukankah dia menjaga pintu masuk?!” Yang Ergou melepaskan aura pembunuh dan menjaga jarak dari Fei Chen.


Fei Chen tersenyum dan berkata, “Lang Feng? Oh, penjaga pintu masuk reruntuhan ini maksudmu? Dia sudah mati.”


“Mati?” Yang Ergou terkejut dan langsung mengeluarkan Energi Iblis dalam jumlah besar.


Fei Chen memegang Pedang Raja Neraka saat merasakan aura pembunuh dari Yang Ergou. Dengan gerakan yang cepat Yang Ergou melepaskan serangan pada Fei Chen.


Namun saat tangan Yang Ergou yang memegang jarum hendak menyentuh badan Fei Chen, seketika kedua tangan dan kaki Yang Ergou putus.


Darah bercucuran menyembur keluar dari dalam tubuh Yang Ergou. Jeritan pria itu menggema merasakan sakitnya kedua tangan dan kakinya yang dipotong Fei Chen.


Tak sampai disitu Fei Chen menusuk mulut Yang Ergou menggunakan pedangnya dan mengalirkan aura tubuhnya pada bilah pedang yang menembus tenggorokan lawannya.


“Aku membenci pertarungan dengan melibatkan penduduk biasa. Ditempat seperti ini tidak ada yang akan protes atau ketakutan saat melihatku membunuhmu bukan?” Fei Chen tersenyum dingin dan membuat Yang Ergou semakin jatuh kedalam keputusasaan saat mengetahui nyawanya akan berakhir.


“Aku mencari wanita bernama Liang Su. Dia adalah anak dari salah anggota sekteku. Kudengar dia dijadikan permaisuri secara paksa dan melarikan diri. Namun sepertinya aku dapat merasakan hawa keberadaannya.”


Seketika wajah Yang Ergou dipenuhi kemarahan. Bagaimana tidak karena Fei Chen menyinggung wanita pujaan yang belum sempat dia sentuh dan jamah.


Fei Chen memejamkan mata dan mengalirkan aura tubuhnya lebih besar membuat bilah pedangnya mengeluarkan api hitam. Seketika api hitam itu membakar mulut dan tenggorokan Yang Ergou lalu merambat ke bagian tubuh lainnya.


Hanya dalam hitungan detik tubuh Yang Ergou lenyap tak berbekas. Fei Chen menatap debu dan mencium bau amis menyengat dengan wajah yang datar.


“Aku tidak bisa lari dari kutukan ini. Menyerap Hawa Iblis Sejati dan Energi Iblis bukan berarti membuat diriku menjadi Iblis. Dewi Iblis, aku akan mengucapkan terimakasih padamu...” Fei Chen tersenyum dan terjun kebawah memasuki lorong reruntuhan menuju sembilan lantai terdalam.