Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 298 - Kepala Yang Meledak


PPFC 298 - Kepala Yang Meledak


“Katakan padaku bagaimana bisa kau keluar dari kegelapan itu?” Mao Gang bertanya karena tidak percaya dengan kemunculan Fei Chen.


Fei Chen hanya tersenyum tipis dan terus mengayunkan pedangnya. Keduanya beradu serangan dengan seimbang dan Fei Chen nampak memberikan beberapa luka pada tubuh Mao Gang.


Walaupun luka-luka tersebut dapat beregenerasi tetap saja Mao Gang merasakan sakit.


“Kau telah bertindak sejauh ini Raja Neraka! Kekacauan yang kau buat akan membuatmu berurusan denganku!” Mao Gang melepaskan cakaran yang membelah tanah dari atas langit.


Fei Chen menghindar dan melihat kebawah, “Itu sangat berbahaya. Apa kau sengaja ingin menghancurkan bangunan dibawah sana?” Fei Chen justru terlihat tercengang.


Tentu saja hal ini membuat Mao Gang merasa diremehkan. Ketenangan Fei Chen dalam menghadapinya membuat Mao Gang mengeluarkan lebih banyak energi dari sebelumnya.


“Kau belum menjawab pertanyaanku Raja Neraka!”


Fei Chen menghela nafas panjang dan menyambut pukulan tangan Mao Gang menggunakan pedangnya.


“Aku hanya mengeluarkan cairan dalam tubuhku. Terimakasih karena membuatku merasakan kenikmatan.” Fei Chen menjawab dengan ledekan.


“Keparat! Apa kau sedang bercanda denganku?!” Mao Gang mengeluarkan aura pembunuh yang sangat pekat.


Fei Chen juga melepaskan Aura Raja Neraka yang sangat besar. Lalu keduanya kembali melakukan pertukaran serangan, nampak Mao Gang mulai brutal dalam menyerang sedangkan Fei Chen menyambutnya dengan tenang.


“Aku mengatakan yang sejujurnya, tetapi kau tidak percaya.” Fei Chen berkata saat menyambut serangan Mao Gang.


“Siapa yang percaya pada ucapanmu itu?! Mengeluarkan cairan! Jangan seenaknya berbicara!” Mao Gang akhirnya berhasil mendaratkan pukulan pada perut Fei Chen.


Lalu disusul pukulan lainnya mengincar leher Fei Chen, namun dengan cepat Fei Chen menghindar dan menahan pukulan tangan Mao Gang menggunakan tangan kirinya.


“Sepertinya kau berubah hanya dalam beberapa jam. Seolah-olah beberapa jam yang lalu, kau bukanlah orang yang sama.” Mao Gang menyeringai dan melebarkan matanya.


Fei Chen merasakan tekanan yang mengerikan segera menghindar saat sebuah angin tak kasat mata membentuk tombak mengincar matanya. Hal itu membuat Mao Gang tertawa karena Fei Chen dapat melihatnya.


“Hanya dengan menggunakan Hawa Iblis Sejati kau dapat melihat sesuatu tak kasat mata yang barusan kugunakan. Raja Iblis Agung bukanlah julukan semata, kau pantas mendapatkannya Raja Neraka!” Setelah itu Mao Gang melepaskan Hawa Iblis Sejati dan menciptakan berbagai serangan tak kasat mata pada Fei Chen.


Fei Chen yang dapat melihatnya dengan jelas menggunakan Hawa Iblis Sejati terkejut saat serangan variasi Mao Gang diluar nalar. Dengan permainan pedangnya Fei Chen terlihat menangkis dan membelah sesuatu tak kasat mata, namun setelah sesuatu tak kasat mata jatuh ke bawah dan dalam seketika di Ibukota Yangdian tercipta sebuah lubang besar.


Mao Gang hanya tertawa sinis dan terus melancarkan serangan. Selain melakukan serangan yang membuat kerusakan, Mao Gang kembali mengejutkan Fei Chen saat keduanya beradu serangan.


‘Sial! Pedangku tidak dapat memotong tubuhnya! Apa semua ini karena perbedaan kekuatan diantara kami?!’ Fei Chen membatin dan melihat bagaimana tubuh Mao Gang yang terus beregenerasi.


Dan dalam hitungan lima detik, Mao Gang mendaratkan sejumlah serangan pada Fei Chen. Dan saat Mao Gang menciptakan dua pedang hitam yang hendak memotong kepala Fei Chen, tubuh Fei Chen sudau dapat kembali digerakkan.


“Marilah Raja-”


Namun kilat petir ungu menyambar lehernya dan itu adalah perbuatan Fei Chen yang bergerak sangat cepat. Nampak tubuh Fei Chen dilapisi petir saat memotong kepala Mao Gang.


Tubuh Mao Gang langsung lenyap secara perlahan dan kepalanya melayang diudara lalu jatuh ke tangan Fei Chen. Dengan tatapan dingin Fei Chen memandang tatapan kedua mata Mao Gang yang menatapnya penuh kebencian.


“Dengan ini Benua Sembilan Petir tidak lagi dibawah tekananmu, Mao Gang. Kau tidak perlu lagi membuat kekacauan karena aku akan datang memburu kepalamu yang sesungguhnya,” ucap Fei Chen yang mana ucapannya itu membuat mata Mao Gang mendelik tajam.


“Sosok rendahan sepertimu akan kupastikan mati ditanganku! Lihat saja, cepat atau lambat kau akan menyesal karena telah berani membuat kami Para Raja Iblis Agung menjadi musuh-”


Sebelum Mao Gang menyelesaikan perkataannya, Fei Chen sudah membakar kepalanya menggunakan api hitam.


“Menyesal ya? Aku sendiri tidak mengetahuinya jawabannya secara pasti. Walau aku telah yakin dengan tindakanku ini ataupun percaya pada istriku, jawabannya selalu tak terduga...” Fei Chen menatap kebawah dimana Ibukota Yangdian yang berubah menjadi reruntuhan.


Saat Fei Chen hendak turun menuju Ibukota Yangdian, sebuah cahaya berwarna putih dari tempat kepala Mao Gang terpotong muncul. Saat itu juga Fei Chen merasakan Hawa Iblis Sejati yang sangat besar.


‘Hawa ini... Tidak mungkin... Keparat itu!’ Fei Chen menyadari betapa bahayanya cahaya berwarna putih tersebut.


“Cih!” Fei Chen berdecak kesal dan melepaskan Energi Iblis berjumlah besar, “Zirah Raja Neraka!”


Fei Chen menggunakan Zirah Raja Neraka yang lebih kuat dari Aura Zirah Neraka. Lalu dengan menggunakan unsur petir dalam tubuhnya Fei Chen melapisi hampir setiap bagian tubuhnya menggunakan petir.


Dan dengan kecepatan tinggi Fei Chen langsung menjauh dari Ibukota Yangdian. Bersamaan dengan kepergiannya cahaya berwarna putih itu semakin terang sebelum ledakan mengerikan dan dahsyat yang menghancurkan Ibukota Yangdian dan lokasi sekitarnya tercipta.


Fei Chen yang sudah melarikan diri hampir terkena dampak serangan itu sebelum akhirnya dia menggunakan Portal Teleportasi menuju Gunung Menangis.


Jika tidak menggunakan Portal Teleportasi maka Fei Chen juga akan menjadi korban ledakan tersebut.


“Sialan itu benar-benar melakukannya!” Fei Chen mengatur nafasnya dan memejamkan matanya untuk menenangkan diri.


Kemudian dia menatap Rumah Yin Yang. Fei Chen mengingat Ju Ling Shui yang masih berada disini sehingga dia bergerak menuju Rumah Yin Yang.


Kekacauan di Kekaisaran Yang merupakan awal dari kekacauan lainnya. Setelah Fei Chen membawa keluar Ju Ling Shui dari Gunung Menangis, Fei Chen langsung bergerak menuju Kota Yangping.