Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 293 - Pemangsa Seribu Tahun


PPFC 293 - Pemangsa Seribu Tahun


Saat Fei Chen tersadar dia menemukan dirinya berada di sebuah tempat yang gelap. Selain tidak dapat menggerakkan tubuhnya, Fei Chen juga terbaring lemah dan melayang didalam kegelapan tersebut.


“Sialan ular itu! Apa sekarang aku berada di akhirat?” Fei Chen membatin dan mencoba menajamkan indera penglihatannya, namun semuanya percuma.


Fei Chen tidak dapat melihat apapun dan merasa kesulitan untuk bernafas. Cukup lama Fei Chen mengontrol aliran pernafasannya menjadi tenang.


Tak lama sebuah cahaya terang mulai memenuhi seluruh penglihatannya dan saat itu juga Fei Chen menemukan Xi Taohua dan Liang Su yang pingsan.


“Bibi Xi! Nyonya Liang!” Fei Chen mencoba membangunkan kedua wanita dewasa tersebut, namun usahanya tidak berhasil.


‘Sepertinya mereka pingsan...’ Fei Chen membatin dan pasrah karena menyadari dirinya dalam situasi yang buruk.


Saat dirinya pasrah, Fei Chen memejamkan mata untuk menghibur dirinya sendiri dan tak lama sebuah suara mendengung ditelinganya.


Fei Chen mengenal suara ini. Pemilik suara ini adalah Mao Ruyue. Sang Dewi Iblis itu memberitahu sebuah cara instan kepada Fei Chen untuk menyerap Hawa Iblis Sejati dan Energi Iblis dalam tubuhnya.


‘Chen‘gege, kau bisa melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan wanita itu. Dia adalah wadahku yang lain, dia dapat membantumu mengendalikan Hawa Iblis Sejati dan Energi Iblis dengan melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.’ Mao Ruyue memberitahu sebuah cara pada Fei Chen untuk keluar dari situasi pelik ini.


‘Wanita yang memiliki serpihan Sembilan Persik Abadi juga dapat membantumu. Elemen petir terlebih Petir Ilahi dalam tubuhmu semakin kuat karena tiga serpihan dari Sembilan Persik Abadi telah menyatu dengan dantianmu. Jika kau dapat mematahkan ilusi kegelapan ini, kau bisa keluar dan kembali bertarung.’ Setelah menjelaskan suara Mao Ruyue menghilang.


Fei Chen terdiam dan memikirkan masalah ini dengan serius. Tidak pernah Fei Chen pikir kondisi tubuhnya begitu menguntungkan untuk melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang.


“Bagaimana aku mengatakannya pada mereka? Bibi Xi, aku yakin dia mau melakukannya denganku tetapi Nyonya Liang...” Fei Chen menggumam sendiri dan meratapi nasibnya.


Saat Fei Chen memejamkan mata, dia mendengar suara Xi Taohua dan Liang Su yang telah terbangun. Fei Chen membuka matanya secara perlahan dan menemukan kedua wanita dewasa itu duduk disamping kiri dan kanannya.


“Chen‘er, kita telah dimakan ular apakah kita akan baik-baik saja?” Xi Taohua panik karena merasakan kehampaan yang menerpa tubuhnya.


Sementara Liang Su merasa ketakutan mengingat aura mematikan yang menerpa tubuhnya. Situasi ini membuat Fei Chen menghela nafas panjang.


“Tenang sebentar, Bibi Xi. Untuk saat ini aku akan menjelaskan kondisiku pada kalian berdua...” Fei Chen memotong ucapan Xi Taohua dan segera menjelaskan kondisi tubuhnya pada mereka berdua.


“Aku tidak akan bisa menggunakan Qi ataupun bertarung kembali. Benang Qi dan titik meridian dalam tubuhku mulai melumpuh. Semua itu karena aku menyerap Hawa Iblis Sejati dan Energi Iblis setelah menaklukkan Reruntuhan Dewi Iblis.” Fei Chen menjelaskan.


Xi Taohua dan Liang Su mengangguk lembut. Keduanya menatap satu sama lain karena situasi yang mereka alami benar-benar buruk. Selain berharap pada Fei Chen, tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk keluar dari situasi buntung ini.


Lalu Fei Chen kembali menjelaskan kepada mereka berdua bahwa sekarang mereka terjebak dalam sebuah teknik khusus milik Mao Gang. Mereka bertiga akan didalam ilusi ditelan mulut ular selama seribu tahun.


“Didalam kegelapan selama seribu tahun dan kita akan binasa sebelum mencapai seribu tahun. Sebuah teknik yang mengerikan bukan?” Fei Chen justru tertawa kecil setelah mengatakan itu.


Xi Taohua dan Liang Su kembali menatap satu sama lain penuh kebingungan. Keduanya bingung karena Fei Chen masih dapat tertawa mengingat situasi yang mereka alami.


“Chen‘er, apa yang kau tertawakan?” Xi Taohua bertanya begitu juga dengan Liang Su.


“Tuan Muda Fei, apa kau merasa putus asa hingga kau tertawa?”


Fei Chen menghela nafas ringan mendengar pertanyaan dari Xi Taohua dan Liang Su. Dia tertawa karena setelah ini dirinya ingin menjelaskan sebuah cara untuk keluar dari situasi ini.


“Aku tertawa karena ingin menghibur diri. Melihat kalian berdua takut, tentu membuatku tertekan. Situasi kita benar-benar buruk bukan?” Fei Chen tersenyum kecut setelah berkata demikian.


“Sebenarnya aku ini beruntung atau sial?”


Mendengar Fei Chen menggumam sendiri membuat Xi Taohua bertanya, “Apa maksudmu Chen‘er?” Xi Taohua mempertanyakan ucapan Fei Chen.


“Tidak, Bibi Xi. Aku hanya mengingat bahwa dirimu memiliki sebuah teknik yang dapat melahap apapun dengan api hitam dari Seni Raja Neraka. Nama teknik itu adalah Kerakusan Yang Terdalam. Dengan teknik itu aku dapat melahap semua ilusi kegelapan ini.” Fei Chen menjelaskan dan menunggu reaksi Xi Taohua serta Liang Su.


Wajah Xi Taohua nampak cerah dan wajah Liang Su dipenuhi senyuman setelah mendengar penjelasan Fei Chen barusan.


“Chen‘er, jadi kita bisa keluar dari sini? Aku tidak ingin menghabiskan masa tuaku disini dengan menyedihkan.” Xi Taohua bertanya penuh kegembiraan.


Begitu juga dengan Liang Su, “Tuan Muda Fei, katakan pada kami bagaimana kami membantumu? Kami tidak ingin menjadi beban...”


Fei Chen menarik nafas panjang dan menatap keduanya dalam. Kemudian dia menjelaskan kepada Xi Taohua dan Liang Su tentang cara untuk keluar dari situasi ini.


“Aku akan menjelaskan namun ini akan memalukan. Bibi Xi, kau sudah mengetahuinya bukan tentang Teknik Dunia Jiwa Yin Yang. Untuk keluar dari sini kita harus melakukan itu.” Fei Chen berkata dengan gugup dan menatap wajah Xi Taohua yang bersemu merah serta wajah Liang Su yang kebingungan.


“Teknik Dunia Jiwa Yin Yang? Chen‘er, kau tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan bukan?” Xi Taohua bertanya dengan nada serius.


“Tentu saja tidak. Untuk apa aku melakukan itu?” Fei Chen menjawab lalu menatap Liang Su yang kebingungan.


“Katakan padaku Tuan Muda Fei, apa itu Teknik Dunia Jiwa Yin Yang? Aku ingin membantumu...”


Fei Chen melihat Xi Taohua yang memalingkan wajah saat pandangan matanya bertemu dengan pandangan matanya.


Akhirnya Fei Chen menjelaskan kepada Liang Su tentang sebuah Teknik Dunia Jiwa Yin Yang secara rinci dan jelas. Ekspresi Liang Su seketika terlihat malu setelah mendengarkan penjelasan Fei Chen.


“Kenapa kau mengatakan hal memalukan seperti itu Tuan Muda Fei?” Liang Su juga memalingkan wajahnya.


Fei Chen menghela nafas panjang, “Hanya itu cara yang bisa kita lakukan agar aku dapat menguasai Hawa Iblis Sejati dan Energi Iblis. Aku tidak memaksa kalian berdua melakukannya denganku. Tetapi semua keputusan kembali berada ditangan kalian...”


Setelah berkata demikian Fei Chen terlihat pasrah dan itu membuat Xi Taohua mengepalkan tangannya.


“Aku tidak ingin berakhir menyedihkan ditempat seperti ini... Aku... Aku akan memikirkannya lebih dulu, Chen‘er. Ini membutuhkan kesiapan mental yang serius.” Xi Taohua berdiri dan berjalan menjauh dari Fei Chen.


Sementara Liang Su nampak malu dan mencoba menatap wajah Fei Chen.


“Tuan Muda Fei, tetapi aku sudah menikah. Jika dapat membantumu, aku dengan senang hati akan melakukannya denganmu. Dan aku tidak ingin meminta pertanggungjawaban darimu. Kau sudah menyelamatkanku serta Ayahku, aku bersedia melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang denganmu,” ucap Liang Su mantap dan terdengar oleh Xi Taohua.


Xi Taohua rumit memikirkan masalah ini. Semua ini berhubungan langsung dengan kehidupannya kedepan. Setelah berpikir keras tentang hal ini akhirnya Xi Taohua kembali mendekati Fei Chen dan mengatakan jawabannya.


“Baiklah, aku bersedia melepaskan mahkota ku padamu Chen‘er.” Xi Taohua menatap Fei Chen dalam.


Tanpa mengatakan sepatah katapun lagi Xi Taohua melepaskan gaun merah yang dikenakannya.


Fei Chen menelan ludah saat melihat lekuk tubuh Xi Taohua yang menggoda dan dewasa itu. Kemudian pandangan matanya beralih pada Liang Su yang menanggalkan pakaiannya satu demi satu.


Kini dihadapannya berdiri dua tubuh wanita dewasa yang polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.


Jantung Fei Chen berdebar kencang saat keduanya mendekat dan menyentuh perutnya.