Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 134 - Bawahan Terkuat


PPFC 134 - Bawahan Terkuat


“Aku? Sudah jelas bukan aku ini musuhmu!” San Zhu tersenyum sinis saat mengatakan itu dan membuat Fei Chen melepaskan Aura Raja Naga serta Aura Raja Neraka.


Kedua aura tersebut Fei Chen arahkan kepada San Zhu sebelum dia mengayunkan. San Zhu hanya tersenyum sinis tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun saat Fei Chen hendak memotong lehernya.


“Jangan gegabah anak muda!” San Zhu mengatakan bersamaan dengan ayunan pedang Fei Chen yang berhenti karena selendang hitam Su Xiulan mengikatnya.


Mengetahui ini Fei Chen menatap Su Xiulan tajam, “Apa yang kau lakukan Xiu‘er? Apa kau melindunginya?”


“Eh? Tunggu sebentar, Suamiku...” Su Xiulan tidak menyangka Fei Chen benar-benar berniat membunuh San Zhu.


“Dia bukan musuh. Kau harus menenangkan dirimu. Kau mengetahuinya bukan? Dia sengaja memancingmu.” Su Xiulan mencoba menjelaskan dan membuat Fei Chen menarik pedangnya.


“Jelaskan padaku jika wanita ini bukan musuhku! Kekuatannya ini melebihi diriku dan aku tidak boleh lengah!” Fei Chen menyarungkan pedangnya dan tidak menekan aura tubuhnya sedikitpun.


“Dia memang tidak berniat jahat padaku... Itu yang aku rasakan saat memusatkan kedua auraku padanya. Tetapi tetap saja perkataannya itu tidak bisa kuanggap candaan.” Fei Chen menambahkan.


Su Xiulan menengahi dan berkata, “Dia ini adalah muridku... Tidak, dia tidak bisa dikatakan muridku walaupun aku merawatnya saat kecil dan mengajarinya bela diri.”


Su Xiulan akhirnya memegang dagunya dan berpikir keras sendiri. Reaksi Fei Chen bingung saat melihat Su Xiulan kesulitan menjelaskan.


“Ah! Pokoknya dia ini bocah yang terobsesi akan dendam! Bisa-bisanya dia mengajakku membunuh Xiao Ho Chi! Aku tidak memiliki ambisi bodoh seperti dirimu, Suamiku!” Sekarang Su Xiulan justru berekspresi kesal dan terkesan memarahi Fei Chen dan San Zhu.


Singkat cerita Su Xiulan menemukan San Zhu saat wanita itu berumur lima tahun. Keluarga San Zhu dibantai habis oleh Xiao Ho Chi dan pasukannya selain itu Xiao Ho Chi menguasai tempat asalnya.


Setelah diajarkan bela diri dan dirawat Su Xiulan hingga berumur dua puluh tahun, San Zhu mengajak Su Xiulan untuk membalas dendam namun Su Xiulan menolak dan pergi meninggalkan San Zhu begitu saja.


Semenjak itu San Zhu memiliki dendam kesumat pada Su Xiulan karena mengira wanita itu tidak peduli pada dirinya.


“Aku pernah menceritakan pada wanita ini tentang diriku yang tidak memiliki ambisi untuk hidup lama...” Su Xiulan menunjuk San Zhu sambil matanya melirik kedua dada San Zhu lalu berdecak kesal.


“Tetapi dia selalu cerewet dan percaya jika suatu saat aku akan menemukan pria yang dijanjikan itu. Terlebih aku iri padanya...” Su Xiulan memegang gundukan kenyal San Zhu dan meremasnya, “Bagaimana bisa aku yang merawatnya tetapi miliknya lebih besar dairku! Ini tidak adil! ”


“Lepaskan Su Xiulan sialan! Beraninya kau mencubit- Aaahh!”


Fei Chen memegang kepalanya yang berdenyut akibat penjelasan Su Xiulan ataupun San Zhu. Sekarang dirinya benar-benar dipenuhi kebisingan saat kedua wanita itu mengoceh tepat dihadapannya.


‘Xiu‘er... Kau!’ Fei Chen mendecakkan lidahnya saat melihat Su Xiulan menjahili San Zhu.


“Suamiku, jangan bilang padaku kau tertarik pada semangka sialan ini! Aku akan menghukummu jika kau tergoda dengannya- Aw!”


Fei Chen langsung mencubit gemas pipi Su Xiulan dan tidak membiarkan wanita itu mengoceh panjang lebar lagi.


“Mulutmu ini benar-benar menyebalkan!” Fei Chen akhirnya membuat Su Xiulan terdiam.


“Kita lanjutkan perjalanan.” Fei Chen berjalan mengamati keadaan disekitarnya sebelum berjalan pelan mendekati abu tubuh Situ Qi.


Fei Chen menoleh kebelakang dengan wajah cuek, “Terserahmu. Bukankah kau mengatakan dirimu yang merawatnya.”


Mendengar jawaban jutek Fei Chen membuat Su Xiulan menarik kembali selendang ahitamnya q.


“Kau bernama Fei Chen bukan? Apa kau serius mengatakan ingin mengalahkan seluruh Lima Raja Iblis yang biasa dikenal sebagai Lima Penguasa?” San Zhu menatap serius Fei Chen.


Fei Chen menjawab dengan ekspresi dingin, “Jika mereka menghalangiku maka mereka akan berurusan denganku.”


‘Pemuda ini sangat percaya diri... Tetapi dimataku dia hanyalah bocah tengik yang berparas tampan...’


“Pemuda ini sangat percaya diri... Tetapi dimataku dia hanyalah bocah tengik yang berparas tampan...“


Saat San Zhu membatin menanggapi ucapan Fei Chen, Su Xiulan justru mengikuti perkataan batin San Zhu seolah-olah wanita itu dapat membaca pikiran seseorang.


San Zhu memejamkan matanya dan berdecak kesal, “Su Xiulan! Kau mengatakan hal yang tidak perlu!”


Fei Chen mengerutkan keningnya karena ulah kedua wanita tersebut, “Menyebalkan.”


“Bocah Fei, izinkan aku menjadi bawahanmu. Jika kau serius akan perkataanmu itu, maka aku akan dengan senang hati mengorbankan nyawaku untukmu.” San Zhu mengatakan itu dengan serius dan membuat Fei Chen menghela nafas.


“Lakukan sesukamu. Yang terpenting tujuanku saat ini adalah membalas perbuatan Raja Iblis Buas.” Fei Chen menjawab singkat mengingat pembicaraan ini akan panjang jika Su Xiulan menanggapi dan berdebat dengan San Zhu.


“Suamiku, kau tidak perlu khawatir pada wanita ini. Jika dia menggodamu bilang saja padaku oke?” Su Xiulan tersenyum penuh intimidasi, “Aku akan memberinya pelajaran.”


Fei Chen menelan ludah, “Y-Ya...”


“Raja Iblis Buas? Oh, Gao Lu Ma...” San Zhu tersenyum tipis sebelum menjentikkan jarinya, “Orang ini adalah salah satu dari Lima Jari Iblis yang diberi Cincin Samudera Hitam oleh Raja Iblis Mao. Aku bisa memberitahu markas Sekte Iblis Buas padamu, Bocah Fei.”


PLETAK


“Aduh, sakit... Kenapa kau memukulku Su Xiulan?!” San Zhu memegang kepalanya karena Su Xiulan memukulnya.


“Bocah Fei? Mulutmu itu sepertinya harus diberi pelajaran. Setelah kutinggalkan selama sepuluh tahun kau sangat menyebalkan bahkan tidak memanggilku Guru Su lagi.”


San Zhu berekspresi kesal, “Guru Su? Aku tidak akan memanggilmu seperti itu kembali setelah apa yang kau lakukan padaku!”


“Dasar wanita yang selalu saja mengungkit masa lalu!”


Fei Chen mengusap wajahnya secara kasar sebelum memegang pundak kedua wanita itu dan berkata, “Mari kita pergi. Dan kau... Siapa tadi? Tunjukkan jalan menuju persembunyian Sekte Iblis Buas.”


“Kau tidak mengingat namaku?” San Zhu tidak percaya karena Fei Chen melupakan namanya.


Sementara itu Su Xiulan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi terkejut San Zhu.