Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 208 - Aku Ingin Kau Menjadi Milikku


PPFC 208 - Aku Ingin Kau Menjadi Milikku


Mata Murong Liuyu melebar dan tidak berkedip sedikitpun saat Guan Han terus menggerayangi tubuhnya. Pakaian atas Murong Liuyu sudah nampak acak-acakan dan air mata mulai terlihat dipelupuk matanya turun membasahi pipinya.


‘Dewa... Tolong selamatkan aku...’ Hati Murong Liuyu penuh harap saat melihat Guan Han melepaskan pakaian bawahnya.


Murong Liuyu mengalihkan pandangannya dan memejamkan matanya. Tiba-tiba dia mengingat sosok Fei Chen kecil yang bertemu dengannya, tidak pernah dia sangka dirinya berharap pemuda itu menolongnya.


“Aku jamin kau akan berteriak...” Guan Han tersenyum lebar dan memegang pipi Murong Liuyu sambil menggesekkan tubuhnya.


Namun saat tangannya hendak melepaskan pakaian bawah Murong Liuyu, sebuah aura mematikan mendekat dan dalam sekejap kepala bawahannya berjatuhan terkena sebuah serangan tidak dikenal.


“Apa yang terjadi?!” Guan Han berhenti dan tidak melanjutkan aksinya saat mengetahui seluruh bawahannya telah mati dengan kepala terpotong.


Yang lebih mengejutkan adalah pepohonan disekitarnya ikut terpotong dan mencakup wilayah yang luas.


“Padahal aku tinggal memasukkannya!” Guan Han mengumpat kesal dan dengan cepat menarik tangan Murong Liuyu.


Guan Han menyeret Murong Liuyu menuju gua namun baru saja beberapa langkah berjalan, dia melihat bayangan seseorang datang mendekat.


“Senior Murong, apa dia kekasihmu?”


Sebuah suara yang tidak asing terdengar dan Murong Liuyu mengenal pemilik suara ini, sedangkan Guan Han menatap tajam pemuda yang berjalan dengan santainya mendekat.


“Jangan bergerak atau aku akan...”


Sebelum Guan Han mencekik leher Murong Liuyu, pemuda itu tiba-tiba menghilang dan sudah berada di dekatnya sambil memegang tangannya dan mendorong tubuhnya hingga tersungkur.


“Kau! Jadi kau bocah bermarga Fei yang menjadi Kaisar Ma itu?!” Guan Han bangkit berdiri dan hendak menyerang Fei Chen namun tiba-tiba sekujur tubuhnya tidak dapat digerakkan.


“Senior Murong, pejamkan matamu sebentar.” Fei Chen memeluk tubuh Murong Liuyu dari samping dan mengelus kepalanya lembut.


“Maaf... Andai saja aku mengerti perasaanmu, mungkin kau tidak akan berakhir seperti ini.“ Fei Chen melanjutkan. Pemuda itu mengetahui jika kondisi Murong Liuyu lebih fatal dari Long Xiaoya.


“Junior... Fei.” Murong Liuyu menangis dan memeluk tubuh Fei Chen erat.


Fei Chen mengelus kepala Murong Liuyu dan memejamkan matanya untuk sesaat sebelum dia melepaskan pelukan Murong Liuyu, lalu berjalan mendekati Guan Han.


“Kau juga terlibat bukan?”


Melihat tatapan dingin Fei Chen membuat Guan Han menelan ludah ketakutan. Aura yang menyelimuti tubuh Fei Chen mengingatkannya akan sosok Raja Iblis Buas Gao Lu Ma dan Raja Naga Iblis Sun Yelong.


“Jangan terlalu percaya diri bocah!” Guan Han menyeringai dan hendak berdiri namun Fei Chen menginjak lehernya.


“Siapa yang mengizinkanmu bicara hah?!“


Fei Chen mengalirkan Api Hitam pada tubuh Guan Han dan membakar tubuh pria itu secara perlahan. Api yang tidak bisa padam ini hanya bisa menghilang ataupun padam sesuai kehendak dirinya.


Fei Chen melakukan metode penyiksaan pada Guan Han. Mulai mematahkan sepuluh jari tangannya lalu memotong kedua tangannya hingga akhirnya dia memotong kedua kaki Guan Han tanpa belas kasih.


Namun Guan Han tetap bungkam dan tersenyum lebar menjelang kematiannya.


“Kau akan mati disini! Tidak lama tempat ini akan menjadi medan pertempuran! Era Kekacauan yang penuh dengan pertumpahan darah akan segera terjadi!” Guan Han tertawa keras sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.


Fei Chen melenyapkan tubuh Guan Han dan menoleh kebelakang melihat Murong Liuyu yang menyenderkan tubuhnya ke pohon.


Gadis itu terlihat begitu lemas dan tidak bertenaga. Fei Chen mendekat dan mengatakan sesuatu kepada Murong Liuyu.


“Senior Murong, apa kau masih ingin tetap hidup dan menjadi seorang pendekar? Aku bisa mengabulkan dan membantumu, tetapi semua itu tergantung pada dirimu.” Fei Chen mengangkat tubuh Murong Liuyu dan menggendongnya.


Murong Liuyu terperanjat kaget namun tubuhnya sudah lemas. Jantungnya berdetak kencang saat melihat tatapan teduh mendominasi Fei Chen.


Fei Chen menjelaskan kepada Murong Liuyu mengenai kondisi tubuhnya ataupun tentang dirinya. Mendengar semua itu membuat Murong Liuyu mengerti mengapa Fei Chen bertindak demikian dan memiliki banyak wanita.


“Tidak... Aku tidak ingin melakukan itu... Lebih baik aku mati...” Murong Liuyu terbata-bata dalam berkata saat melihat tatapan teduh Fei Chen.


“Senior Murong, apa kau sangat membenciku?” Fei Chen bertanya. Bagaimanapun sosok Murong Liuyu adalah perempuan pertama yang dirinya lihat setelah keluar dari Gunung Menangis, tentu Fei Chen tidak akan membiarkan Racun Laba-Laba Hitam merenggut nyawa gadis itu.


Tidak ada jawaban dari Murong Liuyu dan Fei Chen bisa melihat jelas jika Murong Liuyu sangat keras kepala. Fei Chen sudah memutuskan dan dia akan membuat Murong Liuyu menjadi wanitanya.


“Dengar Senior Liuyu, kau bisa membenciku seumur hidupmu, tetapi aku telah memutuskan...” Fei Chen mengecup kening Murong Liuyu dan mengelus wajahnya, “Aku ingin kau menjadi milikku.”


“Milikmu?” Murong Liuyu terkejut dan tidak bisa mengatakan apapun setelah Fei Chen membawa tubuhnya memasuki Portal Teleportasi.