Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 196 - Gadis Tiga Puluh Lima Tahun


PPFC 196 - Gadis Tiga Puluh Lima Tahun


Qiao Mi berniat ke kamarnya Jia Li namun justru mendengar pekikan Ling Ye. Karena penasaran Qiao Mi mengintip dengan membuka pintu kamar yang tidak dikunci itu dengan pelan. Alangkah terkejutnya Qiao Mi saat melihat Ling Ye berdiri dengan Fei Chen yang dibelakangnya terus memacu kuda dengan liarnya.


Dan sekarang Qiao Mi tertangkap basah oleh Fei Chen yang sekarang berdiri dihadapannya. Pemuda itu menatapnya tajam seolah-olah ingin menerkam dirinya.


“Mi‘er, apa boleh aku memintanya sekarang?” Fei Chen menarik lembut tubuh Qiao Mi kedalam pelukan. Biasanya wanita ini galak tetapi sekarang benar-benar pemalu dan lugu.


Qiao Mi hanya diam saat kedua tangan Fei Chen meremas gunung kembar yang suci dan tidak pernah disentuh oleh siapapun selain dirinya ini.


“Sssshhh...” desis Qiao Mi merasakan sensasi aneh yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Fei Chen mencium leher jenjang Qiao Mi yang mulus dan melakukan gigitan kecil.


“Mi‘er, jawab sayang jangan diam.”


“Aaaahhhsss... Chen‘gege. Aku gugup uuuhhsss.” Qiao Mi menjawab gagap karena Fei Chen tidak henti-hentinya menyusuri gunung kembarnya.


Saat tangan Fei Chen menyentuh dan membelai lembah perawan milik Matriark Istana Bunga Persik ini, Qiao Mi tersadar dan memegang erat tangan Fei Chen sambil menggelengkan kepalanya.


“Ada Yeye disini, sssshhh... Ini memalukan.” Qiao Mi menolak.


“Tidak perlu malu... Aku ingin melakukannya denganmu Mi‘er.” Fei Chen justru memeluk erat tubuh Qiao Mi dan mulai menggigit daun telinganya seraya membelai lembah perawan sucinya.


“Emmm... ” Qiao Mi kembali menggelengkan kepalanya dan Fei Chen mencium bibirnya.


Qiao Mi memberontak dan mendorong tubuh Fei Chen sambil menatap ke arah Ling Ye yang pingsan, “Kita ke kamarku.”


Fei Chen tidak menolak dan langsung mengangkat tubuh Qiao Mi ke kamar sebelah. Qiao Mi mengalungkan kedua tangannya pada leher Fei Chen dan pasrah saat pemuda itu menciumnya.


Fei Chen menendang pintu dan menutupnya, lalu merebahkan tubuh Qiao Mi diranjang dan segera menindihnya. Keindahan suci yang terjaga selama tiga puluh lima tahun milik Matriark Istana Bunga Persik akan dia arungi malam ini.


Fei Chen menahan salivanya saat melihat tubuh Qiao Mi tanpa sehelai benang. Sama seperti Ning Guang yang sangat dewasa, sulit dipercaya jika Qiao Mi berumur tiga puluh lima tahun.


“Emmmmm...” Perlawanan Qiao Mi sangat lemah saat Fei Chen meraba kedua gunung kembarnya yang membusung indah dan menghisapnya penuh gairah.


Nafas Qiao Mi tidak beraturan karena baru pertama kalinya dia melakukan ini. Terlebih selama ini dia tidak pernah disentuh siapapun. Sungguh beruntung Fei Chen mendapatkan keindahan seperti Qiao Mi yang resmi menjadi istrinya.


“Aaaahhh... Sssshhh... Chen‘gege Ennnggh.” erang Qiao Mi dengan tubuh yang bergetar hebat.


Fei Chen tersenyum sambil memperlihatkan jarinya, “Ini sangat basah sayang.” Pemuda itu memegang kedua pahanya dan memperlihatkan keperkasaannya yang membuat mata Qiao Mi panik.


“Tunggu! Itu apa? Besar sekali!” Qiao Mi langsung duduk dan menatap takut inti Fei Chen.


Fei Chen tersenyum kecut karena mengetahui Qiao Mi benar-benar polos walaupun berumur tiga puluh lima tahun.


“Mi‘er, coba pegang...” Fei Chen menarik lembut tangan Qiao Mi dan membuat wanita itu terdiam menuruti kata-kata manisnya.


Qiao Mi gemetaran tangannya saat mengetahui betapa gagah dan perkasanya senjata pusaka suaminya itu. Akhirnya Qiao Mi pasrah saat Fei Chen kembali mengukung tubuhnya dan melakukan penyatuan.


“Emmm... Chen‘gege pelan. Jangan terlalu memaksa, ” ucap Qiao Mi khawatir dengan ukuran inti Fei Chen.


Fei Chen mengangguk lembut dan mengecup singkat bibir Qiao Mi, “Tahan sebentar sayang. Aku tidak akan menyakitimu. Kau mencintaiku bukan?”


Qiao Mi melihat tatapan teduh Fei Chen mengangguk lembut, “Aku mencintaimu Chen‘gege.”


“Semua akan baik-baik saja. Aku tidak akan menyakitimu.” Fei Chen membenamkan tubuhnya pelan.


Mata Qiao Mi membelalak saat ujung inti Fei Chen menerobos pintu masuk lembah perawan suci miliknya.


“Haaaakkksss! Sakit!” jerit Qiao Mi ngilu.


“Pelan, Chen‘gege! Akh!”


Fei Chen selembut mungkin melakukan penyatuan namun tetap saja sulit untuk membenamkan lebih dalam. Fei Chen melirik kebawah dan melihat dirinya telah merenggut mahkota Matriark Istana Bunga Persik ini.


“Sayang, terimakasih...” Fei Chen mencium bibir Qiao Mi dan mendiamkan miliknya di lembah sempit itu lama.


Sementara Qiao Mi merasakan tubuhnya penuh oleh benda tumpul, sedangkan Fei Chen merasakan kenikmatan yang menjalar diseluruh bagian tubuhnya.


Mata Fei Chen menatap teduh wajah Qiao Mi yang menegang. Wanita itu mengangguk dan Fei Chen segera menggerakkan tubuhnya naik turun pelan.


“Eeeemmmm... Terlalu besar akh! Aduh!” Qiao Mi menggelengkan kepalanya karena rasa sakit dan kenikmatan tiada tara menjalar ditubuhnya.


Seiring berjalannya waktu Qiao Mi mulai terbiasa dan Fei Chen terus mengukung tubuhnya dengan hentakan yang kuat dan dalam. Ranjang tempat keduanya melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Jinxia berdecit keras seiring gerakan yang dilakukan Fei Chen.


Fei Chen mulai merasakan keuntungan karena beberapa malam ini dia melakukan Teknik Dunia Jiwa Yin Yang dengan ketujuh istrinya. Terlebih mahkota Ning Guang, Yin Jinxia, Ling Ye dan Qiao Mi sudah direnggut olehnya.


“Uuhhh... Milikmu sangat sempit Mi‘er!” Fei Chen melenguh panjang bersamaan dengan Qiao Mi yang menggelinjang saat keduanya melakukan pelepasan secara bersamaan.


Fei Chen membiarkan Qiao Mi mengatur nafasnya yang tidak beraturan sambil memangku tubuh wanita itu. Qiao Mi memeluk kepala Fei Chen dan tersenyum lemas.


“Sssshhh...” desis Qiao Mi saat Fei Chen menghisap lehernya.


Fei Chen menggerakkan pinggul Qiao Mi dengan gerakan lambat sebelum akhirnya keduanya bergerak secara berirama dan mencapai pelepasan bersama.


“Haaah... Haaah... Chen‘gege... Itu masih berdiri.” Qiao Mi tersenyum lemas karena mengetahui Fei Chen masih ingin mengarungi tubuhnya.


“Istirahat sebentar ya, aku mau memulihkan tenaga ku dulu. Kau sangat hebat suamiku. Teknik Dunia Jiwa Yin Yang sangat nikmat, aku merasa seperti berada didunia yang berbeda.” Qiao Mi menambahkan.


Fei Chen memeluknya dan berbisik mesra, “Kita masih banyak waktu Mi‘er... Istirahatlah. Aku akan membuatmu melayang sayang.”


Qiao Mi tersenyum malu saat Fei Chen membelai kepalanya dan mengecup pipinya berulang kali. Akhirnya kesucian yang selama dia jaga direnggut Fei Chen yang telah menjadi suaminya. Malam itu Qiao Mi merasa begitu bahagia dan membenamkan wajahnya pada dada Fei Chen sambil memulihkan tenaganya yang lemas.


____


Fei Chen nih bos senggol dong.