Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 130 - Dendam Lainnya


PPFC 130 - Dendam Lainnya



[Ning Guang, Permaisuri Kaisar Ma, Umur 40 Tahun, Pemilik Kalung Ketenangan] [Sumber : Pinterest]


“Tuan Muda Fei, kenapa kau tidak menolaknya? Dari yang kulihat kau terlihat terganggu dengan semua ini...” Ning Guang bertanya pada Fei Chen saat keduanya berada didepan taman kediaman Ma Zhangsun yang kini telah menjadi milik Ma Mingyan.


“Bagiku tidak buruk juga untuk menjadi seorang Kaisar Ma. Terlepas dari semua ucapan Yan‘er, aku ingin kalian membantunya mengurus pemerintahan. Sedangkan aku ingin bekerja di balik layar karena aku sendiri berniat akan pergi ke Kekaisaran Yin dalam beberapa hari ini...”


Fei Chen tersenyum tipis dan membuat Ning Guang heran. Menurutnya Fei Chen tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti meneruskan ambisi Ma Zhangsun, namun setel mengetahui pemuda itu hendak ke Kekaisaran Yin tentu saja membuat Ning Guang terkejut.


“Aku ingin bertemu dengan Guruku. Apakah Permaisuri berpikir aku ingin menyerang Kekaisaran Yin?” Fei Chen tersenyum tipis saat melihat alis Ning Guang mengerut.


“Oh, aku pikir kau hendak meneruskan tujuan Ma Zhangsun. Sepertinya aku yang berpikir tidak-tidak dan jangan memanggilku Permaisuri...” Ning Guang tiba-tiba tersipu malu.


“Bukankah kau yang menawarkan diri padaku? Kenapa sekarang baru membicarakannya?” Fei Chen tersenyum semakin lebar melihat ekspresi malu Ning Guang.


“Ehem!”


“Aw!“ Ning Guang menjerit karena ulah Su Xiulan yang menepuk pundaknya, sedangkan Fei Chen melotot matanya karena hampir menjerit.


‘Dia tidak bisa ditebak!’ Fei Chen membatin kesal saat Su Xiulan tersenyum padanya.


“Chen‘gege, apa kau sengaja bermain api dibelakangku setelah berulang kali menghindar malam pertama kita?!” Su Xiulan melepaskan aura pembunuh pada Fei Chen.


Ning Guang menelan ludah, “Xiuxiu, aku tidak bermaksud-”


“Kakak Ningning, aku tidak masalah jika kau memiliki perasaan padanya dan menjadi salah satu istrinya. Yang menjadi permasalahannya adalah aku ingin menjadi wanita pertama untuknya.” Su Xiulan menatap Ning Guang sesaat sebelum mengalihkan pandangannya kepada Fei Chen.


“Tenanglah, Xiu‘er. Maaf karena keegoisanku kau menjadi cemburu seperti ini.” Fei Chen bergidik karena merasakan aura pembunuh Su Xiulan. Penuh perasaan dia mengusap kepala Su Xiulan dan membuat wanita berambut putih itu luluh.


“Xiu‘er? Aku tidak salah dengar bukan? Coba katakan sekali lagi!” Su Xiulan memerah wajahnya penuh kebahagiaan.


Fei Chen tersenyum tipis, “Xiu‘er...”


‘Kenapa aku cemburu? Semua pria itu sama bukan? Mereka rakus terhadap harta, tahta dan wanita-’ Ning Guang berhenti berbicara dalam hati saat mengingatkan Fei Chen yang sama sekali tidak tertarik pada harta, tahta ataupun wanita namun pemuda itu justru mendapatkan semuanya.


“Aku akan membicarakan ini dengan serius. Bukan aku tidak bertanggung jawab, tetapi kalian yang memaksaku menjadi Kaisar Ma bukan? Jadi jangan salahkan aku jika diriku ini tidak menetap di satu tempat.” Fei Chen mengatakan itu karena merasakan hawa keberadaan Ling Xiyao dan Ma Mingyan.


“Hehehe...” Ma Mingyan tertawa kecil dan berlari kearah Ning Guang sebelum bersembunyi dibelakang wanita itu.


“Chen‘gege, aku akan mendukungmu. Tenang saja, aku memiliki Bibi Ning dan Kakak Liu yang dapat membantuku mengurus pemerintahan selain itu Kakak Yaoyao sangat pandai dalam berbisnis dan ada juga Bibi Xhin. Kau hanya perlu menumpang nama saja menjadi Kaisar Ma.”


“Lagi-lagi kau seenaknya bicara dan memutuskan.” Fei Chen menghela nafas ringan.


Ma Mingyan menatap Fei Chen dalam sebelum berkata, “Jadi Chen‘gege tidak perlu khawatir jika ingin pergi menemui seseorang yang penting bagi Chen‘gege.”


Kali ini Fei Chen tersenyum dan dia sudah mengetahui bagaimana sosok Ning Guang yang mengendalikan pemerintahan di balik layar. Namun tetap saja wanita itu menggunakan namanya untuk dimanfaatkan.


“Aku akan melindungi kalian semua. Siapapun yang mengusik kalian akan berurusan denganku. Itu yang bisa ku janjikan pada kalian.”


Fei Chen bernafas lega setelah mengatakan itu namun saat pandangan matanya bertemu dengan Ling Xiyao, dia merasa gadis itu ingin mengatakan sesuatu padanya.


“Tuan Muda Fei... Aku baru saja mendapatkan kabar dari salah satu anggota Istana Mawar Biru jika terjadi pergejolakan hebat di Kekaisaran Yin...”


Ling Xiyao akhirnya mengungkapkan identitasnya selama ini yang hanya diketahui oleh Liu Xianlin dan Ma Mingyan. Ling Xiyao sendiri merupakan pengurus Istana Mawar Biru di Kekaisaran Ma.


Istana Mawar Biru bergerak secara bersembunyi selama masa pemerintahan Ma Zhangsun. Semua itu bermula saat Istana Mawar Biru hendak memperluas wilayahnya.


Fei Chen kagum dengan Ling Xiyao. Pemuda itu tersenyum saat mengetahui Ling Xiyao sudah berkenalan dengan Ling Ye, namun senyuman itu memudar saat Ling Xiyao memberitahu jika Lembah Naga dan Lembah Persik berperang, selain itu Lembah Pedang yang mencoba menjadi penengah justru dihancurkan.


“Situasi disana sangat rumit. Semua ini ulah Sekte Seribu Pedang...” Ling Xiyao sudah memberitahu namun dia tidak menyangka akan melihat ekspresi dingin Fei Chen.


“Sepertinya aku tidak dapat menundanya. Bibi Ning, Bibi Xhin, Kakak Liu dan kau Nona Xiyao, tolong bantu Yan‘er.” Fei Chen berusaha tersenyum setelah mengatakan itu.


Su Xiulan segera menenangkan pemuda itu. Fei Chen mengusap wajahnya secara kasar sebelum berkata dalam hatinya.


‘Akan kupastikan mereka semua mati!’