Perjalanan Pedang Fei Chen

Perjalanan Pedang Fei Chen
PPFC 110 - Suka Dikala Duka


PPFC 110 - Suka Dikala Duka


Fei Chen menarik Pedang Raja Neraka dan menyambut tebasan golok Feng Xuanzhang. Permainan golok Feng Xuanzhang sangat mematikan dengan kombinasi api dan petir.


Feng Xuanzhang mengira Fei Chen hanya mampu mengendalikan elemen api saja sehingga dia dengan berani mengambil langkah untuk melakukan pertarungan jarak dekat.


Kecepatan Feng Xuanzhang serta permainan goloknya yang penuh tenaga berhasil membuat Fei Chen dalam posisi bertahan. Selain menerima serangan bertubi-tubi dari Feng Xuanzhang, serangan dari Jia Gunglai yang sekarang juga melepaskan beberapa pukulan sangat mengacaukan ritme permainan pedangnya.


“Dimana dirimu yang sombong itu bocah?! Sekarang kau menyesal kan?!” Jia Gunglai tertawa keras sambil mengayunkan pukulan tangannya yang menghancurkan tanah dan bangunan.


Fei Chen mengetahui Jia Gunglai telah mengeraskan tubuhnya ke titik terkuat yang bisa dilakukan pria itu.


‘Jadi ini kemampuan Jia Gunglai?’ Fei Chen berpikir jika kemampuan Jia Gunglai sangatlah biasa karena mengeraskan tubuhnya.


Tebasan pedangnya bersentuhan langsung dengan tangan Jia Gunglai, bukannya tangan Jia Gunglai yang terpotong justru Fei Chen yang terpental kebelakang.


Ledakan dari tangan Jia Gunglai berhasil membuat Fei Chen mundur kebelakang. Kesempatan itu digunakan Feng Xuanzhang untuk melepaskan serangan.


“Teknik Golok Kembar - Walet Petir!”


Fei Chen mendecakkan lidahnya dan bersiap menahan serangan Feng Xuanzhang. Dengan mengalirkan tenaga dalam pada Pedang Raja Neraka, Fei Chen menangkis serangan yang dilepaskan Feng Xuanzhang.


“Sialan!” Fei Chen berhasil menghalau namun tangan kirinya tergores.


“Jangan alihkan pandanganmu!” Feng Xuanzhang sama sekali tidak terganggu dengan dinding api yang dibuat Fei Chen.


Alasan mengapa Fei Chen tidak bergerak sembarangan karena dinding api yang mengurung seluruh pendekar Gunung Cakrawala Hitam dan Gunung Golok Kembar membutuhkan tenaga dalam yang sangat besar.


Fei Chen melakukan itu agar penduduk tidak terkena imbas dari pertempuran ini. Sekarang tenaga dalam Fei Chen seolah-olah terus menerus dihisap tanpa henti.


Tentu saja hal ini disadari oleh Jia Gunglai dan Feng Xuanzhang sehingga keduanya terus melancarkan serangan tanpa henti kepada Fei Chen.


“Ledakan Lima Kali Lipat!”


Sebuah pukulan dari Jia Gunglai yang dipenuhi tenaga dalam berhasil memporak-porandakan bangunan disekitar Istana Jia.


“Berhenti menghindar bocah sialan!” Jia Gunglai tersenyum lebar dan kembali bergerak dengan kecepatan tinggi, “Cobalah untuk menahan serangan ku ini!”


Saat dirinya disibukkan dengan permainan golok Feng Xuanzhang, Jia Gunglai justru memberikan dampak serangan lainnya.


Fei Chen sedari tadi mengamati setiap gerakan keduanya hingga akhirnya sekarang dia telah bersiap melakukan serangan balik. Terlihat Pedang Raja Neraka mulai memancarkan cahaya berwarna putih.


Fei Chen melepaskan tenaga dalam dan mulai mengubah permainan pedangnya. Perubahan ini mmbuat Feng Xuanzhang yang awalnya tersenyum menyeringai menjadi serius.


Dengan menggunakan jurus pertama Teknik Pedang Bulan, Fei Chen melakukan serangan balik dengan cepat, “Cahaya Purnama!”


Feng Xuanzhang melakukan hal yang sama disusul oleh Jia Gunglai. Ketiga serangan ini membuat ledakan besar dan dalam sekejap semua orang menoleh kearah mereka.


Fei Chen tidak berhenti sampai disitu saja. Setelah melakukan serangan balik yang berhasil ditahan kali ini dia melepaskan serangan selanjutnya yang dipenuhi energi pedang.


“Kau diluar dugaan bocah!”


Melihat Fei Chen melepaskan energi pedang berjumlah besar membuat Jia Gunglai berhenti meremehka pemuda tersebut.


“Ledakan Tujuh Kali Lipat!”


Fei Chen mengolah pernafasan dan maju kedepan, “Bulan Sabit Kemurkaan!” Kali ini Fei Chen menggunakan jurus kedua Teknik Pedang Bulan.


Ledakan dari tangan Jia Gunglai menciptakan pusaran api yang mengarah pada Fei Chen dan membuat Fei Chen melompat kebelakang untuk mundur.


“Teknik Golok Kembar - Walet Api!”


“Seni Nafas Naga Air!”


Pusaran air yang seperti badai itu benar-benar menetralisir serangan dari Jia Gunglai dan Feng Xuanzhang. Pertarungan mereka bertiga benar-benar membuat pendekar yang melihatmtnya tercengang.


‘Dia masih bisa mengeluarkan serangan seperti itu?!’ Feng Xuanzhang mengumpat saat menyadari tenaga dalamnya mulai menipis.


Bukan hanya Feng Xuanzhang saja bahkan Jia Gunglai juga tidak habis pikir Fei Chen masih dapat melepaskan serangan yang membutuhkan tenaga dalam berjumlah besar.


Fei Chen sendiri penasaran sampai sejauh mana perkembangannya sehingga pertarungan ini membuatnya tidak dapat menahan diri.


Pertukaran serangan kembali terjadi namun jalannya pertarungan berubah tanpa bisa diprediksi. Fei Chen sekarang lebih mendominasi serangan.


“Jurus Kelima Pedang Raja Neraka...”


Fei Chen yang sudah melepaskan energi pedang berjumlah besar berhasil mematahkan kedua golok milik Feng Xuanzhang.


“Amarah Api Suci!”


Tebasan Fei Chen dalam dan merenggut nyawa Feng Xuanzhang dalam seketika. Tidak berhenti sampai disana, Fei Chen sudah mengincar Jia Gunglai yang sedang memulihkan tenaga.


“Sial!”


Jia Gunglai melepaskan serangan terbesarnya, “Amarah Ledakan Langit!”


Fei Chen menarik nafas panjang dalam satu tarikan nafasnya dan menyambut serangan tersebut, “Jurus Ketiga Pedang Raja Neraka...”


“Pemangsa Kehidupan!”


Kepalan tangan Jia Gunglai terbelah menjadi dua bersamaan dengan pedang Fei Chen yang memotong tangan kanannya dan badannya saat pemuda itu mengubah arah serangannya.


Mata Jia Gunglai melebar. Dia tidak percaya akan mati ditangan Fei Chen bahkan sebelum dirinya memenuhi ekspetasi Raja Iblis Mao Gang.


“Senior Wu... Senior Kang...”


Mulut Jia Gunglai mengeluarkan banyak darah saat Fei Chen menarik pedangnya. Pemandangan ini membuat semangat bertarung prajurit militer Kekaisaran dan pendekar Gunung Golok Kembar menurun.


“Aku harus memenuhi ambisiku dan memenuhi ambisi beliau... Aku tidak boleh mati...” Jia Gunglai mendekati Fei Chen yang berdiri tidak jauh di hadapannya.


“Aku harus membuat Jia... Minji hamil... Aku tidak boleh mati sebelum dia menerimaku...”


Tubuh Jia Gunglai ambruk dan saat itu juga pria tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.


Kematian Jia Gunglai dan Feng Xuanzhang justru membuat pasukan militer Kekaisaran dan pendekar Gunung Golok Kembar membuang senjata mereka. Mereka semua justru berteriak dan tersenyum bahagia seolah-olah telah lepas dari segala penderitaan.


“Akhirnya kita bebas!”


“Syukurlah kita tidak perlu takut pada mereka lagi!”


Fei Chen mengangkat alisnya. Dia tidak merasakan hawa keberadaan yang lebih besar dari Jia Gunglai dan Feng Xuanzhang yang telah mati ditangannya sampai dirinya merasakan hawa keberadaan membunuh yang membuat tubuhnya bergetar.


Fei Chen sudah sangat yakin jika dirinya memiliki kemampuan untuk menjangkau hawa keberadaan seseorang mencakup wilayah Ibukota Jiayang hampir menyeluruh.


Tetapi dia tidak menyangka merasakan dua hawa keberadaan yang berhasil menghilangkan hawa keberadaannya tanpa terdeteksi jangkauan aura tubuhnya.


Fei Chen menoleh keatas dan membuat dinding api menghilang, “Mereka berdua lebih kuat dari orang ini...”


Detik itu juga Fei Chen sudah mengetahui jika kedua orang tersebut memiliki kemampuan untuk menyembunyikan hawa keberadaan melebihi dirinya.