
PPFC 146 - Ratu Es
Kedatangan Qie Xuexuan dan seluruh pendekar Sekte Seribu Pedang membuat Dao Tao dan Long Jirou merasakan firasat buruk. Keduanya sudah menebak dalam hati jika Qie Xuexuan terlibat dengan semua ini.
“Ada hal yang ingin aku beritahu kepada kalian semua disini!”
Qie Xuexuan tersenyum lebar dan bersuara lantang saat menceritakan tentang kematian Fei Chen yang sebenarnya. Hal ini membuat api yang sudah akan padam kembali membara.
“Menjadikan Sekte Iblis Buas yang bekerjasama dengan kami sebagai kambing hitam, lalu membuat pertempuran besar antara Lembah Pedang dan Lentera Iblis Tunggal. Kami berhasil melemahkan Lembah Pedang dengan menyandera Jia Li dan Hong Zi Ran. Walaupun ada kendala karena Jia Li menghilang, tetapi sekarang Lembah Pedang tidak lebih dari seonggok sampah.”
Qie Xuexuan memberi tanda pada pendekar Sekte Seribu Pedang agar tidak bergerak menyerang terlebih dahulu.
“Dan semua yang menimpa Lembah Pedang akan menimpa kalian juga.” Sambung Qie Xuexuan.
“Walaupun harus mati! Aku akan membunuhmu, Xuexuan!” Long Jirou menyerang Qie Xuexuan dengan cepat.
Namun Qie Xuexuan menahan tebasan nya dengan mudah bahkan memberikan luka fatal pada Long Jirou yang sudah kehilangan begitu banyak tenaga.
Dengan kasar Qie Xuexuan menginjak kepala Long Jirou. Tindakannya ini memancing amarah Dao Tao dan membuat pria sepuh itu menyerangnya, namun seperti yang terjadi sebelumnya Qie Xuexuan dapat mengalahkan Dao Tao dengan mudah.
Dengan kaki kanannya yang menginjak kepala Long Jirou serta tangan kirinya yang menjambak rambut Dao Tao, tindakan Qie Xuexuan memancing amarah pendekar Lembah Naga dan Lembah Persik.
“Lepaskan tangan dan kakimu dari mereka berdua!” Fang Huo hendak membebaskan Dao Tao dan Long Jirou namun Hong Sun Fei menghadang dengan segera dan membuat Fang Huo tidak berkutik.
“Bunuh yang melawan!” Qie Xuexuan berseru lantang.
“Angkat kakimu dari kakekku!” Long Xiaoya juga tersulut emosi melihat kondisi Long Jirou, begitu juga dengan Yue Lian yang melihat Dao Tao dipermalukan.
“Lian‘er, jangan gegabah!” Walaupun dalam keadaan tidak memungkinkan sekalipun, Murong Liuyu masih berpikir dengan tenang.
“Tetapi Kakek!” Yue Lian merapatkan giginya menyadari betapa lemahnya dirinya.
“Berhenti melakukan tindakan bodoh! Kalian para perempuan harus siap menjadi pelayan kami!” Dengan tatapan yang sangat merendahkan, Qie Xuexuan menyuruh seluruh anggota Sekte Seribu Pedang untuk melakukan pembantaian.
“Tarian Rembulan Es!”
Hembusan angin yang kencang disertai tanah yang membeku membuat pendekar Sekte Seribu Pedang tidak bergerak sembarangan. Kejadian tidak terduga kembali terjadi saat pasukan militer Kekaisaran Yin datang dengan jumlah besar.
“Oh, Tuan Putri Yin? Ada apa gerangan yang membawamu kemari?” Qie Xuexuan menatap dingin Yin Jinxia yang dijaga Song Bei dan Song Kang.
“Aku kemari untuk mengulur waktu!” Yin Jinxia menancapkan pedangnya ke tanah dan seketika seluruh daratan membeku.
“Jinxia! Benar-benar Ratu Es yang sama seperti Ibumu! Dulu kau belum berisi tetapi sekarang kau sudah lebih berisi di beberapa bagian tubuhmu itu bukan?” Suara Yin Duan ini membuat Yin Jinxia menatapnya jijik.
“Aku akan merebut tahta Ayahmu! Termasuk dirimu dan Ibumu!” Yin Duan menarik pedangnya dan bergerak maju kedepan.
“Biar aku yang mengurus gadis ini!”
Qie Xuexuan hanya tersenyum, “Aku serahkan dia padamu!”
Setelah itu pertempuran kembali pecah dan tidak berlangsung lama saat Qie Xuexuan mengumumkan akan mengeksekusi Dao Tao dan Long Jirou.
“Baiklah sepertinya aku harus membunuh kedua manusia yang memiliki bau lumpur ini!”
Ucapan ini disambut tawa oleh Ce Changlai dan Yun Zhangzhang yang berjalan mendekati Dao Tao dan Long Jirou sebelum memberikan pukulan dan tendangan pada tubuh keduanya.
“Bukankah dia cucu kakek tua ini?” Yun Zhangzhang menangkap Yue Lian dan mencekik leher gadis muda itu.
“Masih dalam pertumbuhan rupanya... Aku tidak pernah memperhatikanmu karena aku selau memanfaatkan perasaan Liuyu.” Yun Zhangzhang menoleh menatap Murong Liuyu menatapnya penuh kecewa.
Memang benar Murong Liuyu memiliki perasaan pada Yun Zhangzhang dan selama ini dia memendamnya. Kakeknya yang tidak lain adalah Fang Huo selalu melarangnya mencintai Yun Zhangzhang dan semuanya terbukti sekarang.
“Yun Zhangzhang lepaskan tanganmu itu dari Lian‘er!” Murong Liuyu menatap dingin Yun Zhangzhang dengan pedang yang dipenuhi tenaga dalam ditangannya.
“Argh!” Bukannya melepaskan justru Yun Zhangzhang semakin mencekik erat leher Yue Lian.
Secara kasar Yun Zhangzhang membanting tubuh Yue Lian sebelum akhirnya Qie Xuexuan menyuruh pria itu bersama Ce Changlai untuk memenggal kepala Dao Tao dan Long Jirou.
“Kalian berdua bisa akhiri nyawa kedua orang ini! Kita buat merasa putus asa!”
Hong Sun Fei memegang tubuh Dao Tao, sedangkan tubuh Long Jirou dipegang oleh Qie Xuexuan.
“Aku akan memenggal kepalamu, Patriark Long...” Ce Changlai tersenyum lebar sambil menodongkan pedangnya ke leher Long Jirou.
“Dan aku akan memenggal kepalamu, Patriark Dao...”
Semua pendekar Lembah Naga dan Lembah Pedang menatap putus asa.
“Kakek!” Long Xiaoya dikepung pendekar Sekte Seribu Pedang tidak bisa masuk lebih jauh.
Yue Lian menggigit bibir bawahnya dan meneteskan air mata saat dia tidak dapat menggerakkan tubuhnya yang telah kehabisan tenaga.
Sedangkan Yin Jinxia disibukkan oleh Yin Duan yang lebih kuat darinya.
‘Saudara Fei!’ Yin Jinxia merasa pasukan militer yang dia bawa tidak akan bertahan lama jika melihat kedua pilar aliran putih itu tewas.
“Mari kita akhiri nyawa keduanya!” Qie Xuexuan tersenyum lebar saat mengatakan itu dan disusul oleh ayunan pedang Ce Changlai dan Yun Zhangzhang.
“Hahaha... Selamat tinggal Patriark Long!”
“Matilah dengan tenang Patriark Dao! Aku akan merawat cucumu dengan baik!”
Saat kedua pedang itu hampir menyentuh leher Dao Tao dan Long Jirou tiba-tiba tangan keduanya putus.
Hembusan angin yang kencang disertai petir yang membelah langit itu langsung membuat semua orang membisu.
“Tanganku?” Ditengah kebingungan itu, Ce Changlai dan Yun Zhangzhang melihat ada pedang berwarna hitam legam yang tertancap disamping mereka, sedangkan dilangit ada dua wanita yang melayang di udara.
Sebelum menyadari lebih jauh mengenai sesuatu yang barusan terjadi, kepala Ce Changlai dan Yun Zhangzhang terpisah dari badannya.
“Terimakasih karena telah mengulur waktu Tuan Putri...” Saat hembusan angin itu menghilang terlihat seorang pemuda yang telah membunuh Ce Changlai dan Yun Zhangzhang dalam sekejap berdiri sambil mengibaskan pedangnya.
“Sisanya serahkan padaku!”
Qie Xuexuan langsung menyerang pemuda itu dan bertanya, “Kau siapa?! Apa tujuanmu kemari?!”
Pemuda itu menahan tebasan pedang Qie Xuexuan dengan santai dan menatap pria itu dingin.
“Aku datang kembali ke tempat ini...” Pemuda itu menendang perut Qie Xuexuan hingga pria itu terkapar di tanah sebelum berseru lantang, “Untuk mengakhiri pertempuran panjang ini!”